alexametrics
24.8 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Hujan Dua Jam, 2.466 KK di Blega Terendam Banjir

BANGKALAN – Ribuan kepala keluarga (KK) di Kecamatan Blega tergenang banjir. Luapan air bah itu menggenangi rumah penduduk setelah Blega diguyur hujan selama dua jam. Ketinggian air bah kian bertambah setelah mendapat kiriman dari Kecamatan Kokop dan Galis.

Kepala Puskesmas Blega Agus Salim Burhanuddin mengatakan, banjir kali ini dinilai lebih tinggi dibanding sebelumnya. Banjir juga menyebabkan arus lalu lintas macet berjam-jam. ”Tapi, tidak mengganggu aktivitas pelayanan di puskesmas,” ujarnya.

Aisyatul Amini, warga Desa Nyormanes menyebutkan, dirinya kaget saat air bah menggenangi rumahnya. Sebab, volume air lebih tinggi dibanding sebelumnya. Buktinya, air bah masuk ke rumah. ”Ini pertama kalinya. Semua orang tidak bisa tidur karena kamarnya tergenang air,” tuturnya.

Baca Juga :  Begini Cara Ayu Khoirunita Promosikan Batik Bangkalan

Meski ketinggian air di atas lutut, sambung Aisyatul Amini, penduduk tidak ada yang mengungsi. Warga memilih menunggu air surut. ”Air yang datang tengah malam, surut keesokan paginya. Kami sebenarnya terbiasa. Tapi agak syok, karena ketinggian air tidak seperti biasanya,” imbuhnya.

Hotimah, salah seorang pedagang buah di Pasar Blega mengungkapkan, rata-rata semua pedagang menyelamatkan barang-barangnya. Sementara pedagang yang tidak terdampak dan berada di lokasi yang aman dari banjir tetap berjualan. ”Sebenarnya, banjir semacam ini sudah biasa terjadi,” paparnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Bangkalan Rizal Morris menyebutkan, banjir terjadi sekitar pukul 23.30 dan surut sekitar pukul 02.30. ”Aktivitas normal kembali pada pukul 10.00. Banjir ini terjadi karena air sungai meluap setelah mendapat kiriman dari Kecamatan Kokop dan Galis,” ujarnya.

Baca Juga :  Kapan Sampang Bebas Banjir, Ya?

Menurut dia, banjir kali ini menggenangi ribuan rumah penduduk yang tersebar di empat desa. Perinciannya, 2.062 KK di Desa Blega, 89 KK di Desa Karang Panasan, 70 KK di Desa Kajjan, dan 255 KK di Desa Nyormanes. Tapi, banjir kali ini tidak sampai menelan korban jiwa. ”Kami mengimbau agar masyarakat meningkatkan kesiagaannya. Sebab, dalam beberapa bulan ini, curah hujan cukup tinggi,” pungkasnya. (hel)

BANGKALAN – Ribuan kepala keluarga (KK) di Kecamatan Blega tergenang banjir. Luapan air bah itu menggenangi rumah penduduk setelah Blega diguyur hujan selama dua jam. Ketinggian air bah kian bertambah setelah mendapat kiriman dari Kecamatan Kokop dan Galis.

Kepala Puskesmas Blega Agus Salim Burhanuddin mengatakan, banjir kali ini dinilai lebih tinggi dibanding sebelumnya. Banjir juga menyebabkan arus lalu lintas macet berjam-jam. ”Tapi, tidak mengganggu aktivitas pelayanan di puskesmas,” ujarnya.

Aisyatul Amini, warga Desa Nyormanes menyebutkan, dirinya kaget saat air bah menggenangi rumahnya. Sebab, volume air lebih tinggi dibanding sebelumnya. Buktinya, air bah masuk ke rumah. ”Ini pertama kalinya. Semua orang tidak bisa tidur karena kamarnya tergenang air,” tuturnya.

Baca Juga :  Pasangan Ini Nekat Melanjutkan Pernikahan Meski Tergenang Banjir

Meski ketinggian air di atas lutut, sambung Aisyatul Amini, penduduk tidak ada yang mengungsi. Warga memilih menunggu air surut. ”Air yang datang tengah malam, surut keesokan paginya. Kami sebenarnya terbiasa. Tapi agak syok, karena ketinggian air tidak seperti biasanya,” imbuhnya.

Hotimah, salah seorang pedagang buah di Pasar Blega mengungkapkan, rata-rata semua pedagang menyelamatkan barang-barangnya. Sementara pedagang yang tidak terdampak dan berada di lokasi yang aman dari banjir tetap berjualan. ”Sebenarnya, banjir semacam ini sudah biasa terjadi,” paparnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Bangkalan Rizal Morris menyebutkan, banjir terjadi sekitar pukul 23.30 dan surut sekitar pukul 02.30. ”Aktivitas normal kembali pada pukul 10.00. Banjir ini terjadi karena air sungai meluap setelah mendapat kiriman dari Kecamatan Kokop dan Galis,” ujarnya.

Baca Juga :  Kapan Sampang Bebas Banjir, Ya?

Menurut dia, banjir kali ini menggenangi ribuan rumah penduduk yang tersebar di empat desa. Perinciannya, 2.062 KK di Desa Blega, 89 KK di Desa Karang Panasan, 70 KK di Desa Kajjan, dan 255 KK di Desa Nyormanes. Tapi, banjir kali ini tidak sampai menelan korban jiwa. ”Kami mengimbau agar masyarakat meningkatkan kesiagaannya. Sebab, dalam beberapa bulan ini, curah hujan cukup tinggi,” pungkasnya. (hel)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/