alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, June 28, 2022

Gubernur Khofifah Tinjau Vaksinasi di Bangkalan

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memantau langsung jalannya vaksinasi di Kabupaten Bangkalan Senin (8/2). Sasaran vaksinasi tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Syamrabu dan Puskesmas Kota.

Orang nomor satu di Jatim itu didampingi Bupati Abdul Latif Amin Imron, anggota forkopimda, serta pejabat Pemkab Bangkalan dan Pemprov Jatim. Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, kedatangannya ke Bangkalan semata-mata untuk memantau proses vaksinasi kepada tenaga kesehatan (nakes). Sebab itu, yang dituju langsung RSUD Syamrabu dan Puskesmas Kota.

”Dosis pertama itu dimulai 28 Januari lalu. Tapi, itu di luar Surabaya Raya. Kalau Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, vaksinasi dimulai 15 Januari,” tutur mantan menteri sosial itu.

Menurut Khofifah, berdasar data Bupati Abdul Latif Amin Imron, vaksinasi kepada nakes di Kabupaten Bangkalan sudah mencapai 85 persen. Artinya, untuk mencapai 100 persen, butuh waktu dua hari lagi. ”Data 85 persen per sekarang ini. Tapi, nanti sore sudah berubah,” ujarnya.

Baca Juga :  Respons Laporan, Ra Latif Langsung Door-to-Door Serahkan Bantuan

Jika dua hari ke depan sudah mencapai 100 persen, vaksinasi terhadap nakes di Bangkalan, berarti 11 Februari sudah bisa dilakukan vaksinasi dosis kedua. ”Kalau sudah selesai nakes, nanti giliran pemberi pelayanan publik yang divaksin,” sebutnya.

Sementara itu, Bupati Abdul Latif Amin Imron menyampaikan terima kasih kepada gubernur yang telah memantau langsung jalannya vaksinasi di Bangkalan. Sebab, di tengah kesibukannya, masih bisa menyempatkan diri untuk berkunjung ke Kota Zikir dan Salawat sekaligus memberikan pengarahan dan bimbingan terkait penanganan Covid-19.

”Seperti kita ketahui bersama bahwa program vaksinasi Covid-19 yang saat ini dilaksanakan di Indonesia, termasuk di Bangkalan, itu bentuk upaya pemerintah dalam memutus mata rantai persebaran Covid-19,” jelas mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu.

Menurut Ra Latif, dalam kunjungan gubernur kali ini dapat disampaikan bahwa RSUD Syamrabu mendapat jatah vaksin 1.649 dosis. Kemudian, nakes yang telah divaksin sebanyak 822 orang.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Serahkan 12 Sertifikat Halal

”Sementara sekarang ini per 8 Februari, nakes yang akan divaksin di rumah sakit sebanyak 142 nakes. Namun, sebelumnya vaksinasi secara bertahap sudah dilaksanakan di 22 puskesmas yang ada di Kabupaten Bangkalan,” paparnya.

Kepala Diskominfo Bangkalan Agus Zein menambahkan, kehadiran gubernur untuk menyaksikan pelaksanaan vaksinasi kepada nakes di Bangkalan itu bisa berimplikasi pada banyak hal. Di antaranya, memberikan penguatan dan spirit kepada nakes yang selama ini menjadi garda depan menghadapi pandemi.

”Selain itu, secara simbolis dapat menjadi pesan kepada masyarakat yang masih meragukan keamanan dan kehalalan vaksin,” ucapnya.

Dengan begitu, masyarakat yang awalnya menolak vaksinasi nantinya diharapkan bisa menerima program vaksinasi ini untuk keselamatan mereka. ”Pokoknya, hadirnya gubernur ke Bangkalan bisa menambah suplemen kepercayaan terhadap proses vaksinasi,” tandasnya. (par)

 

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memantau langsung jalannya vaksinasi di Kabupaten Bangkalan Senin (8/2). Sasaran vaksinasi tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Syamrabu dan Puskesmas Kota.

Orang nomor satu di Jatim itu didampingi Bupati Abdul Latif Amin Imron, anggota forkopimda, serta pejabat Pemkab Bangkalan dan Pemprov Jatim. Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, kedatangannya ke Bangkalan semata-mata untuk memantau proses vaksinasi kepada tenaga kesehatan (nakes). Sebab itu, yang dituju langsung RSUD Syamrabu dan Puskesmas Kota.

”Dosis pertama itu dimulai 28 Januari lalu. Tapi, itu di luar Surabaya Raya. Kalau Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, vaksinasi dimulai 15 Januari,” tutur mantan menteri sosial itu.


Menurut Khofifah, berdasar data Bupati Abdul Latif Amin Imron, vaksinasi kepada nakes di Kabupaten Bangkalan sudah mencapai 85 persen. Artinya, untuk mencapai 100 persen, butuh waktu dua hari lagi. ”Data 85 persen per sekarang ini. Tapi, nanti sore sudah berubah,” ujarnya.

Baca Juga :  Gempa, BPBD Imbau Masyarakat Tidak Panik

Jika dua hari ke depan sudah mencapai 100 persen, vaksinasi terhadap nakes di Bangkalan, berarti 11 Februari sudah bisa dilakukan vaksinasi dosis kedua. ”Kalau sudah selesai nakes, nanti giliran pemberi pelayanan publik yang divaksin,” sebutnya.

Sementara itu, Bupati Abdul Latif Amin Imron menyampaikan terima kasih kepada gubernur yang telah memantau langsung jalannya vaksinasi di Bangkalan. Sebab, di tengah kesibukannya, masih bisa menyempatkan diri untuk berkunjung ke Kota Zikir dan Salawat sekaligus memberikan pengarahan dan bimbingan terkait penanganan Covid-19.

”Seperti kita ketahui bersama bahwa program vaksinasi Covid-19 yang saat ini dilaksanakan di Indonesia, termasuk di Bangkalan, itu bentuk upaya pemerintah dalam memutus mata rantai persebaran Covid-19,” jelas mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu.

Menurut Ra Latif, dalam kunjungan gubernur kali ini dapat disampaikan bahwa RSUD Syamrabu mendapat jatah vaksin 1.649 dosis. Kemudian, nakes yang telah divaksin sebanyak 822 orang.

Baca Juga :  Dorong Generasi Muda Paham Sejarah Lokal

”Sementara sekarang ini per 8 Februari, nakes yang akan divaksin di rumah sakit sebanyak 142 nakes. Namun, sebelumnya vaksinasi secara bertahap sudah dilaksanakan di 22 puskesmas yang ada di Kabupaten Bangkalan,” paparnya.

Kepala Diskominfo Bangkalan Agus Zein menambahkan, kehadiran gubernur untuk menyaksikan pelaksanaan vaksinasi kepada nakes di Bangkalan itu bisa berimplikasi pada banyak hal. Di antaranya, memberikan penguatan dan spirit kepada nakes yang selama ini menjadi garda depan menghadapi pandemi.

”Selain itu, secara simbolis dapat menjadi pesan kepada masyarakat yang masih meragukan keamanan dan kehalalan vaksin,” ucapnya.

Dengan begitu, masyarakat yang awalnya menolak vaksinasi nantinya diharapkan bisa menerima program vaksinasi ini untuk keselamatan mereka. ”Pokoknya, hadirnya gubernur ke Bangkalan bisa menambah suplemen kepercayaan terhadap proses vaksinasi,” tandasnya. (par)

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/