alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

102 Toko Modern Sumbang PAD Rp 27 juta

BANGKALAN – Toko modern terus menjamur di Kota Salak. Namun, sambungan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Bangkalan tahun lalu hanya Rp 27 juta.

Sampai saat ini ada 102 toko modern di Bangkalan. Terdiri dari 60 Indomaret, 19 Alfamart, dan 23 toko modern lainnya.

Sementara pasar rakyat hanya 29 lokasi yang tersebar di 18 kecamatan kecuali Konang. Meski demikian, sumbangan terhadap PAD cukup besar. Tahun lalu memberikan kontribusi pemasukan daerah hingga Rp 4,6 mililar dari target Rp 4,7 miliar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan Ainul Gufron mengutarakan, kontribusi PAD dari toko modern hanya dari izin mendirikan bangunan (IMB). Tahun lalu, dari total PAD Rp 800 juta di lembaganya, hanya 3,5 persen dari IMB toko modern. ”Sekitar Rp 27 juta dari PAD IMB toko modern. Kecil karena hanya satu jenis,” ujarnya kemarin (7/2).

Baca Juga :  Keluarga Penerima PKH Bertambah Tahun Depan

Tetapi sekali lagi, kata Ainul, bukan membela toko modern. Hanya, di sisi lain keberadaan toko modern itu bisa dirasakan manfaatnya. Misalnya, bisa membuka lapangan pekerjaan. Kemudian, juga dari retribusi parkir untuk PAD Bangkalan.

”Hanya, untuk urusan itu bukan di kami, melainkan di OPD lain. Seperti retribusi parkir,” katanya.

Adapun IMB dari toko modern hanya sekali saja selama tidak mengubah bentuk dan fungsi. ”Kalau dibandingkan dengan pasar rakyat, ya lebih besar pasar rakyat. Tapi dari aspek lain banyak memberikan manfaat juga,” terangnya.

Mantan camat Modung itu menyatakan, untuk 2020 ini target PAD DPMPTSP secara keseluruhan naik menjadi Rp 1 miliar. ”Belum bisa diketahui. Bergantung pengajuan kalau IMB itu,” imbuhnya.

Baca Juga :  Saat Mondok Jualan Permen

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan Roosli Soelihariyono mengatakan, target PAD dari pasar rakyat sebesar Rp 4,7 miliar. Tahun kemarin tidak terealisasi Rp 100 juta lebih. ”Tahun ini tetap target Rp 4,7 miliar. Kami harap terealisasi. Kemarin tidak terealisasi, karena kebakaran Tanah Merah,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

BANGKALAN – Toko modern terus menjamur di Kota Salak. Namun, sambungan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Bangkalan tahun lalu hanya Rp 27 juta.

Sampai saat ini ada 102 toko modern di Bangkalan. Terdiri dari 60 Indomaret, 19 Alfamart, dan 23 toko modern lainnya.

Sementara pasar rakyat hanya 29 lokasi yang tersebar di 18 kecamatan kecuali Konang. Meski demikian, sumbangan terhadap PAD cukup besar. Tahun lalu memberikan kontribusi pemasukan daerah hingga Rp 4,6 mililar dari target Rp 4,7 miliar.


Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan Ainul Gufron mengutarakan, kontribusi PAD dari toko modern hanya dari izin mendirikan bangunan (IMB). Tahun lalu, dari total PAD Rp 800 juta di lembaganya, hanya 3,5 persen dari IMB toko modern. ”Sekitar Rp 27 juta dari PAD IMB toko modern. Kecil karena hanya satu jenis,” ujarnya kemarin (7/2).

Baca Juga :  Bangga Putra Desa Jadi Pengusaha Sukses

Tetapi sekali lagi, kata Ainul, bukan membela toko modern. Hanya, di sisi lain keberadaan toko modern itu bisa dirasakan manfaatnya. Misalnya, bisa membuka lapangan pekerjaan. Kemudian, juga dari retribusi parkir untuk PAD Bangkalan.

”Hanya, untuk urusan itu bukan di kami, melainkan di OPD lain. Seperti retribusi parkir,” katanya.

Adapun IMB dari toko modern hanya sekali saja selama tidak mengubah bentuk dan fungsi. ”Kalau dibandingkan dengan pasar rakyat, ya lebih besar pasar rakyat. Tapi dari aspek lain banyak memberikan manfaat juga,” terangnya.

Mantan camat Modung itu menyatakan, untuk 2020 ini target PAD DPMPTSP secara keseluruhan naik menjadi Rp 1 miliar. ”Belum bisa diketahui. Bergantung pengajuan kalau IMB itu,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tiga Pemotor Tabrakan Karambol, Warga Sampang Tewas di Bangkalan

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan Roosli Soelihariyono mengatakan, target PAD dari pasar rakyat sebesar Rp 4,7 miliar. Tahun kemarin tidak terealisasi Rp 100 juta lebih. ”Tahun ini tetap target Rp 4,7 miliar. Kami harap terealisasi. Kemarin tidak terealisasi, karena kebakaran Tanah Merah,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/