alexametrics
21 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Pengoperasian Terminal Tipe A Kian Buram

BANGKALAN – Terminal tipe A di jalan akses Suramadu tepatnya di Desa Masaran, Kecamatan Tragah sudah menguras anggaran puluhan miliar. Sayangnya, pengoperasiannya kian tidak jelas. Padahal, terminal tersebut direncanakan beroperasi pada 2016 silam.

Pemerintah pusat sudah menggelontorkan dana Rp 6 miliar untuk pembangunan terminal tipe A tersebut pada 2013. Lalu, ditambah Rp 12 miliar di 2014 dan Rp 27 miliar pada 2015. Dana tersebut bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Pantauan RadarMadura.id di lokasi, terminal yang digadang-gadang menjadi paling megah di Bangkalan itu kondisinya sangat memprihatinkan. Banyak plafon yang mulai jatuh, area terminal pun juga dipenuhi semak belukar.

Kabid Sarpras Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan Zainal Arifin tidak tahu-menahu soal kelanjutan pembangunan terminal tipe A tersebut. Lembaganya juga tidak memiliki kewenangan apa pun tentang pengelolaan atas aset itu. ”Kelanjutannya terserah pusat, kita tidak punya kewenangan sama sekali,” kata dia Senin (7/1).

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Teken MoU Pembangunan RS Tipe D

Menurut dia, pemerintah pusat akan mengoperasikan terminal tersebut dengan sarana dan prasarana seadanya. Namun, tidak jelas kapan rencana tersebut bisa direalisasikan.

”Waktu saya rapat dengan perwakilan dari Kementerian Perhubungan, katanya akan difungsikan meski tidak selesai semuanya,” ungkap Zainal.

Anggota Komisi A DPRD Bangkalan Agus Salim Pranoto meminta dishub tidak lepas tangan perihal kejelasan pembangunan tipe A itu. ”Kami minta dishub tetap jemput bola, jangan angkat tangan saja,” pintanya.

Politikus PDI Perjuangan itu berharap akan ada kejelasan tentang kelanjutan terminal tersebut. Jika dioperasikan, akan meningkatkan perekonomian masyarakat Madura. ”Perekonomian masyarakat akan tambah hidup,” tukasnya. (jup)

BANGKALAN – Terminal tipe A di jalan akses Suramadu tepatnya di Desa Masaran, Kecamatan Tragah sudah menguras anggaran puluhan miliar. Sayangnya, pengoperasiannya kian tidak jelas. Padahal, terminal tersebut direncanakan beroperasi pada 2016 silam.

Pemerintah pusat sudah menggelontorkan dana Rp 6 miliar untuk pembangunan terminal tipe A tersebut pada 2013. Lalu, ditambah Rp 12 miliar di 2014 dan Rp 27 miliar pada 2015. Dana tersebut bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Pantauan RadarMadura.id di lokasi, terminal yang digadang-gadang menjadi paling megah di Bangkalan itu kondisinya sangat memprihatinkan. Banyak plafon yang mulai jatuh, area terminal pun juga dipenuhi semak belukar.


Kabid Sarpras Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan Zainal Arifin tidak tahu-menahu soal kelanjutan pembangunan terminal tipe A tersebut. Lembaganya juga tidak memiliki kewenangan apa pun tentang pengelolaan atas aset itu. ”Kelanjutannya terserah pusat, kita tidak punya kewenangan sama sekali,” kata dia Senin (7/1).

Baca Juga :  Kodim Bangkalan Gelar Pameran dan Lomba Burung Se-Indonesia

Menurut dia, pemerintah pusat akan mengoperasikan terminal tersebut dengan sarana dan prasarana seadanya. Namun, tidak jelas kapan rencana tersebut bisa direalisasikan.

”Waktu saya rapat dengan perwakilan dari Kementerian Perhubungan, katanya akan difungsikan meski tidak selesai semuanya,” ungkap Zainal.

Anggota Komisi A DPRD Bangkalan Agus Salim Pranoto meminta dishub tidak lepas tangan perihal kejelasan pembangunan tipe A itu. ”Kami minta dishub tetap jemput bola, jangan angkat tangan saja,” pintanya.

Politikus PDI Perjuangan itu berharap akan ada kejelasan tentang kelanjutan terminal tersebut. Jika dioperasikan, akan meningkatkan perekonomian masyarakat Madura. ”Perekonomian masyarakat akan tambah hidup,” tukasnya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/