alexametrics
28.5 C
Madura
Saturday, August 13, 2022

PD Sumber Daya Diproyeksikan Dapat Suntikan APBD 2020

BANGKALAN – Plotting penyertaan modal Rp 12,5 miliar kepada Perusahaan Daerah (PD) Sumber Daya dipertanyakan. Angka itu muncul dalam draf Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020.

DPRD menilai penyertaan modal tersebut terlalu besar. Sebab, tahun ini hanya Rp 1,9 miliar. ”Cukup fantastis. Ada kenaikan hingga Rp 10 miliar lebih,” kata anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangkalan Musawwir kemarin (6/11).

Musawwir menegaskan, kenaikan penyertaan modal tersebut perlu dijelaskan oleh pihak eksekutif. Dia mengaku tidak mempersoalkan kenaikan itu. Namun, kontribusinya harus jelas untuk pemasukan daerah.

”Kalau penyertaan modalnya besar, ya bagi hasilnya juga harus besar,” pinta politikus PKS itu.

Baca Juga :  Besaran Suntikan Dana Pemprov untuk Penanganan Covid-19 Masih Dibahas

Penjabat (Pj) Sekkab Bangkalan Setijabudhi menyatakan, berdasar hasil audit independen kepada PD Sumber Daya, diketahui ada keuntungan lebih dari Rp 10 miliar. Namun, keuntungan tersebut dikembalikan lagi ke PD Sumber Daya sebagai penyertaan modal.

”Kenapa bisa besar begitu? Karena dana itu merupakan keuntungan PD Sumber Daya, tapi dijadikan penyertaan modal lagi,” jelasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PD Sumber Daya Moh. Kamil mengakui, penyertaan modal mengalami kenaikan lebih dari Rp 10 miliar. Dana tersebut merupakan keuntungan PD Sumber Daya sejak 2013–2019, tetapi harus disetor ke daerah. ”Begitu ceritanya kenapa sampai besar penyertaan modalnya,” terangnya.

Kamil menambahkan, hingga sekarang total aset PD Sumber Daya lebih dari Rp 90 miliar. Ada beberapa usaha yang dijalankan. Misalnya, penjualan tiket pesawat, pengelolaan Gedung Serbaguna Rato Ebuh, bus, dan lain-lain. ”Terus nanti juga menangani PI (participating interest),” pungkasnya.

BANGKALAN – Plotting penyertaan modal Rp 12,5 miliar kepada Perusahaan Daerah (PD) Sumber Daya dipertanyakan. Angka itu muncul dalam draf Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020.

DPRD menilai penyertaan modal tersebut terlalu besar. Sebab, tahun ini hanya Rp 1,9 miliar. ”Cukup fantastis. Ada kenaikan hingga Rp 10 miliar lebih,” kata anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangkalan Musawwir kemarin (6/11).

Musawwir menegaskan, kenaikan penyertaan modal tersebut perlu dijelaskan oleh pihak eksekutif. Dia mengaku tidak mempersoalkan kenaikan itu. Namun, kontribusinya harus jelas untuk pemasukan daerah.


”Kalau penyertaan modalnya besar, ya bagi hasilnya juga harus besar,” pinta politikus PKS itu.

Baca Juga :  Tim Gabungan Semprotkan Disinfektan Fasilitas Umum

Penjabat (Pj) Sekkab Bangkalan Setijabudhi menyatakan, berdasar hasil audit independen kepada PD Sumber Daya, diketahui ada keuntungan lebih dari Rp 10 miliar. Namun, keuntungan tersebut dikembalikan lagi ke PD Sumber Daya sebagai penyertaan modal.

”Kenapa bisa besar begitu? Karena dana itu merupakan keuntungan PD Sumber Daya, tapi dijadikan penyertaan modal lagi,” jelasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PD Sumber Daya Moh. Kamil mengakui, penyertaan modal mengalami kenaikan lebih dari Rp 10 miliar. Dana tersebut merupakan keuntungan PD Sumber Daya sejak 2013–2019, tetapi harus disetor ke daerah. ”Begitu ceritanya kenapa sampai besar penyertaan modalnya,” terangnya.

- Advertisement -

Kamil menambahkan, hingga sekarang total aset PD Sumber Daya lebih dari Rp 90 miliar. Ada beberapa usaha yang dijalankan. Misalnya, penjualan tiket pesawat, pengelolaan Gedung Serbaguna Rato Ebuh, bus, dan lain-lain. ”Terus nanti juga menangani PI (participating interest),” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/