alexametrics
24 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

39 Warga Reaktif Covid-19

BANGKALAN – Rapid test masal yang digelar Dinkes Jatim bersama Pemkab Bangkalan lanjut. Terdapat 264 orang asal Kecamatan Burneh dan Sepulu mengikuti tes untuk mendeteksi virus korona.

Hasilnya, untuk Kecamatan Sepulu ada 4 orang reaktif dan 78 dinyatakan nonreaktif. Sementara untuk Kecamatan Burneh, 35 warga reaktif dan 147 warga nonreaktif. Satu orang reaktif menghilang sebelum tes swab.

Kepala Puskesmas Burneh Handayani mengatakan, masyarakat sangat antusias mengikuti rapid test. Warga membeludak melebihi prediksi. Akibatnya, ada sebagian yang tidak kebagian alat tes. ”Saya bersyukur masyarakat sadar dan mau mengikuti tes ini,” katanya kemarin (6/6).

Handayani mengatakan, tim medis memeriksa orang tanpa gejala (OTG) yang dinilai memiliki risiko tinggi terpapar korona. Tes tersebut dinilai efektif untuk mendeteksi lebih dini persebaran virus menular itu.

Baca Juga :  Ratusan Pedagang Pasar Anom Tutup Toko

Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan Sudiyo mengatakan, dari 35 warga yang mengikuti rapid test di Kecamatan Burneh, hanya 30 yang mengikuti swab test. Sebab, alat pendeteksi virus korona itu terbatas.

Menurut dia, sebenarnya alat swab test itu banyak. Hanya, dibawa ke dua tempat. Yakni, Kecamatan Burneh dan Kecamatan Sepulu. ”Sebenarnya alat swab banyak. Mungkin terbawa ke tempat yang satunya,” katanya saat ditemui di Kecamatan Burneh.

Kemudian, satu di antara warga reaktif korona itu menghilang. Tim medis akan melacak warga tersebut melalui data. ”Warga yang belum tes swab akan ditindaklanjuti. Kemungkinan akan diikutkan ke tahap selanjutnya,” pungkasnya. (hel)

BANGKALAN – Rapid test masal yang digelar Dinkes Jatim bersama Pemkab Bangkalan lanjut. Terdapat 264 orang asal Kecamatan Burneh dan Sepulu mengikuti tes untuk mendeteksi virus korona.

Hasilnya, untuk Kecamatan Sepulu ada 4 orang reaktif dan 78 dinyatakan nonreaktif. Sementara untuk Kecamatan Burneh, 35 warga reaktif dan 147 warga nonreaktif. Satu orang reaktif menghilang sebelum tes swab.

Kepala Puskesmas Burneh Handayani mengatakan, masyarakat sangat antusias mengikuti rapid test. Warga membeludak melebihi prediksi. Akibatnya, ada sebagian yang tidak kebagian alat tes. ”Saya bersyukur masyarakat sadar dan mau mengikuti tes ini,” katanya kemarin (6/6).

Handayani mengatakan, tim medis memeriksa orang tanpa gejala (OTG) yang dinilai memiliki risiko tinggi terpapar korona. Tes tersebut dinilai efektif untuk mendeteksi lebih dini persebaran virus menular itu.

Baca Juga :  Cerita Warga Madura yang Memilih Bertahan di Perantauan

Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan Sudiyo mengatakan, dari 35 warga yang mengikuti rapid test di Kecamatan Burneh, hanya 30 yang mengikuti swab test. Sebab, alat pendeteksi virus korona itu terbatas.

Menurut dia, sebenarnya alat swab test itu banyak. Hanya, dibawa ke dua tempat. Yakni, Kecamatan Burneh dan Kecamatan Sepulu. ”Sebenarnya alat swab banyak. Mungkin terbawa ke tempat yang satunya,” katanya saat ditemui di Kecamatan Burneh.

Kemudian, satu di antara warga reaktif korona itu menghilang. Tim medis akan melacak warga tersebut melalui data. ”Warga yang belum tes swab akan ditindaklanjuti. Kemungkinan akan diikutkan ke tahap selanjutnya,” pungkasnya. (hel)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/