alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Kades Blega Oloh Tanggap Tangani Covid-19

BANGKALAN – Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah sibuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tak terkecuali Kepala Desa (Kades) Blega Oloh Hartono, S.Pd. Karena ada instruksi dari bupati, Kades dua periode itu tanggap memberikan pelayanan kepada warganya.

Kades Blega Oloh Hartono, S.Pd. mengatakan, pihaknya mendata warganya yang pulang dari rantau. Lalu, memberikan imbauan agar menjalani isolasi mandiri selama 14 hari dan melakukan penyemprotan disinfektan.

Pihaknya juga membuat posko penanganan Covid-19 di Dusun Tandara. ”Kami kontinu memberikan pelayanan kepada warga,” ujarnya kemarin (6/5). ”Kami juga bagi-bagi masker kepada warga. Kalau penyemprotan disinfektan kami lakukan tiga hari sekali di tempat umum. Misalnya, di masjid,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pemprov Jatim Siapkan Rumah Sakit Darurat Covid-19

Hartono dipercaya warga untuk memimpin desa yang lebih diprioritaskan ialah peningkatan infrastruktur. Misalnya, pengaspalan jalan antardusun dan pembangunan plengsengan. ”Sudah 80 persen jalan antardusun yang terbangun,” terangnya.

Dari enam dusun, kata Hartono, hanya sisa satu dusun pembangunan yang masih kurang. Yaitu, Dusun Bikolo. Sementara lima dusun lainnya seperti Dusun Tandara, Dekong, Bikolo, Kolla, Pakerengan, dan Duko sudah tergarap. Pihaknya menegaskan tidak akan berhenti untuk meningkatkan pembangunan.

”Kami berencana memberikan penerangan di tempat umum. Seperti pemakaman dan jalan pertigaan supaya terang,” ujarnya.

”Kami juga sudah punya kantor desa dan polindes. Pembangunan polindes tahun 2018, kantor desa 2017, dan balai desa 2019,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Yus Sudarso Temui Petani di 3 Kecamatan Bangkalan

BANGKALAN – Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah sibuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tak terkecuali Kepala Desa (Kades) Blega Oloh Hartono, S.Pd. Karena ada instruksi dari bupati, Kades dua periode itu tanggap memberikan pelayanan kepada warganya.

Kades Blega Oloh Hartono, S.Pd. mengatakan, pihaknya mendata warganya yang pulang dari rantau. Lalu, memberikan imbauan agar menjalani isolasi mandiri selama 14 hari dan melakukan penyemprotan disinfektan.

Pihaknya juga membuat posko penanganan Covid-19 di Dusun Tandara. ”Kami kontinu memberikan pelayanan kepada warga,” ujarnya kemarin (6/5). ”Kami juga bagi-bagi masker kepada warga. Kalau penyemprotan disinfektan kami lakukan tiga hari sekali di tempat umum. Misalnya, di masjid,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kiai, Sosmed, dan Belajar dari Covid-19

Hartono dipercaya warga untuk memimpin desa yang lebih diprioritaskan ialah peningkatan infrastruktur. Misalnya, pengaspalan jalan antardusun dan pembangunan plengsengan. ”Sudah 80 persen jalan antardusun yang terbangun,” terangnya.

Dari enam dusun, kata Hartono, hanya sisa satu dusun pembangunan yang masih kurang. Yaitu, Dusun Bikolo. Sementara lima dusun lainnya seperti Dusun Tandara, Dekong, Bikolo, Kolla, Pakerengan, dan Duko sudah tergarap. Pihaknya menegaskan tidak akan berhenti untuk meningkatkan pembangunan.

”Kami berencana memberikan penerangan di tempat umum. Seperti pemakaman dan jalan pertigaan supaya terang,” ujarnya.

”Kami juga sudah punya kantor desa dan polindes. Pembangunan polindes tahun 2018, kantor desa 2017, dan balai desa 2019,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Pasien Positif Covid-19 Madura Tembus 220 Kasus
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/