alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Puluhan Pendaftar Tak Bisa Ikut Latihan Kerja

BANGKALAN – Tidak semua warga yang mendaftar bisa mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Bangkalan. Dari ratusan pendaftar, hanya sebagian yang diterima.

Kepala UPTD BLK Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan Ashar menyampaikan, pada gelombang pertama 2018, ada 169 pendaftar latihan kerja. Namun, pihaknya hanya akan menerima 96 pendaftar.

Pelatihan gelombang pertama terdiri atas enam kejuruan. Yakni, komputer, menjahit, listrik, las, pertukangan, dan otomotif. ”Masing-masing kejuruan akan diikuti 16 peserta. Untuk menjadi peserta pelatihan, harus seleksi,” terangnya Selasa (6/3).

Seleksinya meliputi administrasi, latar belakang pendidikan, dan tes tulis. Selain itu, pendaftar harus menyerahkan surat pernyataan sanggup mengikuti pelatihan hingga tuntas. ”Minimal lulusan SMA. Tapi kalau ada yang di bawah SMA, kami tampung juga. Kasihan,” ujar Ashar.

Baca Juga :  BOS MI-MTs Belum Cair

Bagi warga yang tidak memiliki riwayat pendidikan, besar kemungkinan tidak akan berkesempatan ikut pelatihan. Sebab, kelengkapan persyaratan berdasar latar belakang pendidikan pendaftar bersifat wajib.

Dari 169 pendaftar latihan kerja gelombang pertama, hanya 96 yang diterima. Bagaimana dengan 73 pendaftar yang tidak lolos? Dia beralasan sudah ada ketentuan. Menurut Ashar, yang belum lolos pada gelombang pertama bisa mengikuti gelombang berikutnya.

”Tetap harus ikut tes. Bisa jadi pendaftar yang tidak bisa ikut pelatihan karena tidak melengkapi persyaratan atau tidak sanggup mengikuti pelatihan sampai selesai,” jelasnya.

Kemungkinan pada gelombang kedua, pelatihan di BLK juga diserbu pendaftar. Tahun ini pihaknya berencana menggelar pelatihan hingga empat kali. ”Menyesuaikan dengan anggaran,” ucapnya.

Pada 2016, peserta pelatihan terdiri atas 206 laki-laki dan 114 perempuan. Pada 2017, peserta berjumlah 272 orang. Namun, hanya 247 peserta yang lulus dan dinyatakan kompeten, sedangkan 25 orang tidak lulus.

Baca Juga :  Beroperasi sejak 9 April, BLK Rawat 2 Orang

”Tahun lalu juga banyak pendaftar. Jadi, memang banyak yang ingin mengikuti pelatihan. Namun karena keterbatasan, mau bagaimana lagi. Kami ambil yang memenuhi syarat terlebih dulu,” tuturnya.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan M. Husni Syakur menyayangkan adanya batasan latar belakang pendidikan bagi pendaftar latihan kerja di BLK. Menurut dia, banyak warga yang latar belakang pendidikannya rendah, tetapi ingin memiliki keahlian khusus dalam satu bidang profesi.

”Semestinya, semua warga berhak mengikuti pelatihan. Adanya BLK memang diperuntukkan bagi masyarakat. Akan kami pertanyakan pada dinas terkait soal ini,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

BANGKALAN – Tidak semua warga yang mendaftar bisa mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Bangkalan. Dari ratusan pendaftar, hanya sebagian yang diterima.

Kepala UPTD BLK Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan Ashar menyampaikan, pada gelombang pertama 2018, ada 169 pendaftar latihan kerja. Namun, pihaknya hanya akan menerima 96 pendaftar.

Pelatihan gelombang pertama terdiri atas enam kejuruan. Yakni, komputer, menjahit, listrik, las, pertukangan, dan otomotif. ”Masing-masing kejuruan akan diikuti 16 peserta. Untuk menjadi peserta pelatihan, harus seleksi,” terangnya Selasa (6/3).


Seleksinya meliputi administrasi, latar belakang pendidikan, dan tes tulis. Selain itu, pendaftar harus menyerahkan surat pernyataan sanggup mengikuti pelatihan hingga tuntas. ”Minimal lulusan SMA. Tapi kalau ada yang di bawah SMA, kami tampung juga. Kasihan,” ujar Ashar.

Baca Juga :  Di Pamekasan Juga Ada TKA Asal Tiongkok

Bagi warga yang tidak memiliki riwayat pendidikan, besar kemungkinan tidak akan berkesempatan ikut pelatihan. Sebab, kelengkapan persyaratan berdasar latar belakang pendidikan pendaftar bersifat wajib.

Dari 169 pendaftar latihan kerja gelombang pertama, hanya 96 yang diterima. Bagaimana dengan 73 pendaftar yang tidak lolos? Dia beralasan sudah ada ketentuan. Menurut Ashar, yang belum lolos pada gelombang pertama bisa mengikuti gelombang berikutnya.

”Tetap harus ikut tes. Bisa jadi pendaftar yang tidak bisa ikut pelatihan karena tidak melengkapi persyaratan atau tidak sanggup mengikuti pelatihan sampai selesai,” jelasnya.

Kemungkinan pada gelombang kedua, pelatihan di BLK juga diserbu pendaftar. Tahun ini pihaknya berencana menggelar pelatihan hingga empat kali. ”Menyesuaikan dengan anggaran,” ucapnya.

Pada 2016, peserta pelatihan terdiri atas 206 laki-laki dan 114 perempuan. Pada 2017, peserta berjumlah 272 orang. Namun, hanya 247 peserta yang lulus dan dinyatakan kompeten, sedangkan 25 orang tidak lulus.

Baca Juga :  Ribuan Jiwa Penduduk Sampang Menganggur

”Tahun lalu juga banyak pendaftar. Jadi, memang banyak yang ingin mengikuti pelatihan. Namun karena keterbatasan, mau bagaimana lagi. Kami ambil yang memenuhi syarat terlebih dulu,” tuturnya.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan M. Husni Syakur menyayangkan adanya batasan latar belakang pendidikan bagi pendaftar latihan kerja di BLK. Menurut dia, banyak warga yang latar belakang pendidikannya rendah, tetapi ingin memiliki keahlian khusus dalam satu bidang profesi.

”Semestinya, semua warga berhak mengikuti pelatihan. Adanya BLK memang diperuntukkan bagi masyarakat. Akan kami pertanyakan pada dinas terkait soal ini,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/