26.9 C
Madura
Saturday, January 28, 2023

Disdag Sebut Terhambat Relokasi Pedagang

Proyek Pasar Kwanyar Molor

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan mendapat bantuan dari pusat untuk pasar. Pagu anggaran pembangunan Pasar Kwanyar tahun ini Rp 2,7 miliar. Penyelesaian proyek yang digarap CV Galang Nusantara Group itu molor dari rencana.

Di bagian depan atas pasar terdapat tulisan Pasar Rakyat Kwanyar.  Dibangun atas kerja sama Kementerian Perdagangan dan Disdag Bangkalan melalui dana tugas pembantuan (TP) 2022. Saat ini pemasangan jaringan listrik dan pengecatan.

Di dalam bangunan itu juga terdapat tiga kamar mandi disertai jamban beserta keran untuk cuci tangan. Di belakang juga terdapat aliran drainase.

Menurut salah seorang pedagang Demiyah, 44, pedagang sementara dipindah ke sisi depan pasar dengan lesehan. Semua pedagang termasuk penjual ikan direlokasi ke pasar baru. Mereka akan dipindah setelah bangunan itu dibuka.

”Karena aslinya jualan di depan tidak boleh. Jadi setelah dibuka nanti, pedagang akan pindah,” ungkapnya kemarin (5/12).

Baca Juga :  Normalisasi Sungai Kamoning Tak Kunjung Digarap

Merujuk pada laman resmi Pemkab Bangkalan, tahun ini dinas perdagangan mendapat kucuran dana dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Anggaran Rp 2.895.000.000 itu untuk merevitalisasi pasar tradisional. Anggaran tersebut bersumber dari TP Kemendag. Dana Rp 2,7 miliar untuk pembangunan gedung dan untuk pengawasan pembangunan senilai Rp 135 juta.

Kabid Pengelolaan Pasar Disdag Bangkalan Dhenis Pribadi menyatakan, pekerjaan pasar di pesisir pantai selatan itu ada penambahan waktu. Sebab, terjadi permasalahan nonteknis. Yakni, terkait relokasi pedagang yang enggan pindah. ”Pedagang di sana tidak mau dipindah, tapi sekarang sudah kondusif,” katanya kemarin (5/12).

Dhenis menyampaikan pedagang sementara dipindah ke sisi selatan pasar. Pihaknya bakal mengembalikan mereka jika bangunan tersebut selesai. ”Nanti kembalikan,” janjinya.

Anggaran proyek itu sebesar Rp 2.726.000.000 yang bersumber dari APBN. Awalnya kegiatan fisik itu ditarget rampung pada 31 Oktober setelah surat perintah kerja (SPK) keluar. Namun, disdag minta tambahan waktu 155 hari dengan batas akhir kemarin (5/12). ”Kami lakukan adendum 155 hari karena terkendala relokasi pedagang,” tambahnya.

Baca Juga :  Masih Terealisasi 22 Persen, Proyek Pasar Margalela Diawasi Ketat TP4D

Di pasar seluas 40 x 20 meter itu terdapat 58 kios. Progres pengerjaan sudah 95 persen. Meskipun sudah tahap akhir, pasar tersebut belum bisa digunakan tahun ini. Sebab, masih ada masa pemeliharaan.

”Sesuai aturan begitu. Tapi kalau pedagang mau menempati, harus ada surat perjanjian semisal nanti ada kerusakan,” ujarnya.

Direktur CV Galang Nusantara Group Hodri berjanji akan merampungkan tanggung jawabnya besok (7/12). Sebab, saat ini bangunan tersebut masih tahap pengecatan dan pemasangan kabel. Rabu sudah selesai beres-beres,” jelasnya.

Salah seorang tukang Rahmat mengatakan, pengecatan tinggal merapikan sisi bawah. Progres cat itu dirampungkan. ”Jadi, harus diselesaikan. Katanya besok (6/12) akan ada tamu dari Jakarta,” ujarnya. (ay/luq)

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan mendapat bantuan dari pusat untuk pasar. Pagu anggaran pembangunan Pasar Kwanyar tahun ini Rp 2,7 miliar. Penyelesaian proyek yang digarap CV Galang Nusantara Group itu molor dari rencana.

Di bagian depan atas pasar terdapat tulisan Pasar Rakyat Kwanyar.  Dibangun atas kerja sama Kementerian Perdagangan dan Disdag Bangkalan melalui dana tugas pembantuan (TP) 2022. Saat ini pemasangan jaringan listrik dan pengecatan.

Di dalam bangunan itu juga terdapat tiga kamar mandi disertai jamban beserta keran untuk cuci tangan. Di belakang juga terdapat aliran drainase.


Menurut salah seorang pedagang Demiyah, 44, pedagang sementara dipindah ke sisi depan pasar dengan lesehan. Semua pedagang termasuk penjual ikan direlokasi ke pasar baru. Mereka akan dipindah setelah bangunan itu dibuka.

”Karena aslinya jualan di depan tidak boleh. Jadi setelah dibuka nanti, pedagang akan pindah,” ungkapnya kemarin (5/12).

Baca Juga :  Ngaku Langsung Perbaiki PJU bila Ada Laporan

Merujuk pada laman resmi Pemkab Bangkalan, tahun ini dinas perdagangan mendapat kucuran dana dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Anggaran Rp 2.895.000.000 itu untuk merevitalisasi pasar tradisional. Anggaran tersebut bersumber dari TP Kemendag. Dana Rp 2,7 miliar untuk pembangunan gedung dan untuk pengawasan pembangunan senilai Rp 135 juta.

Kabid Pengelolaan Pasar Disdag Bangkalan Dhenis Pribadi menyatakan, pekerjaan pasar di pesisir pantai selatan itu ada penambahan waktu. Sebab, terjadi permasalahan nonteknis. Yakni, terkait relokasi pedagang yang enggan pindah. ”Pedagang di sana tidak mau dipindah, tapi sekarang sudah kondusif,” katanya kemarin (5/12).

- Advertisement -

Dhenis menyampaikan pedagang sementara dipindah ke sisi selatan pasar. Pihaknya bakal mengembalikan mereka jika bangunan tersebut selesai. ”Nanti kembalikan,” janjinya.

Anggaran proyek itu sebesar Rp 2.726.000.000 yang bersumber dari APBN. Awalnya kegiatan fisik itu ditarget rampung pada 31 Oktober setelah surat perintah kerja (SPK) keluar. Namun, disdag minta tambahan waktu 155 hari dengan batas akhir kemarin (5/12). ”Kami lakukan adendum 155 hari karena terkendala relokasi pedagang,” tambahnya.

Baca Juga :  Imbau Waspadai Serangan Hama Tanaman

Di pasar seluas 40 x 20 meter itu terdapat 58 kios. Progres pengerjaan sudah 95 persen. Meskipun sudah tahap akhir, pasar tersebut belum bisa digunakan tahun ini. Sebab, masih ada masa pemeliharaan.

”Sesuai aturan begitu. Tapi kalau pedagang mau menempati, harus ada surat perjanjian semisal nanti ada kerusakan,” ujarnya.

Direktur CV Galang Nusantara Group Hodri berjanji akan merampungkan tanggung jawabnya besok (7/12). Sebab, saat ini bangunan tersebut masih tahap pengecatan dan pemasangan kabel. Rabu sudah selesai beres-beres,” jelasnya.

Salah seorang tukang Rahmat mengatakan, pengecatan tinggal merapikan sisi bawah. Progres cat itu dirampungkan. ”Jadi, harus diselesaikan. Katanya besok (6/12) akan ada tamu dari Jakarta,” ujarnya. (ay/luq)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/