alexametrics
22.2 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Target Pertama 2019 Sasar Wisata Alam

BANGKALAN – Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten (Ripparkab) Bangkalan sudah selesai. Selanjutnya tinggal dibahas bersama legislatif. Tahun pertama penerapan Ripparkab 2019 pemerintah akan menyasar wisata alam.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Lily Setiawaty Mukti menyampaikan, kajian akademis ripparkab sudah rampung. Pembahasan dengan DPRD Bangkalan akan dilakukan awal 2019. Tahun pertama pihaknya akan mulai melakukan pengembangan pembangunan wisata alam. Khususnya di wilayah pantura.

Pihaknya menargetkan setiap tahun ada pengembangan di dua lokasi destinasi wisata. ”Kalau anggarannya memadai, bisa dilakukan di dua lokasi. Nanti bertahap,” ungkapnya Rabu (5/12).

Mantan kepala Dinas KB dan P3A Bangkalan itu mengatakan, tahun ini pihaknya melakukan pembangunan dan pengembangan wisata religi. Tepatnya di Makam Plakaran Kecamatan Arosbaya. Pengembangan berupa pemugaran situs budaya. ”Ripparkab ini agar lebih terarah pembangunan wisata di Bangkalan ke depan,” kata Lily.

Baca Juga :  Warga AntreĀ Berhari-hari demi Air Bersih

Pihaknya akan terus kembangkan untuk paket-paket wisata. Antara lain, ada paket wisata alam, religi, budaya, hingga kuliner. Dengan begitu, sekali berkunjung ke Bangkalan, wisatawan bisa menikmati berbagai destinasi yang disediakan. ”Kami yakin bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan,” ucapnya.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Thohir mengatakan, ripparkab diharapkan bisa menjadi pedoman pengembangan kepariwisataan. Dengan demikian, pemerintah memiliki panduan untuk memulai pengembangan wisata. Menurutnya selama ini pengembangan wisata di tidak jelas.

”Karena tidak ada panduan khusus. Sekarang sudah ada ripparkab. Jadi tinggal bagaimana penerapannya saja,” tukasnya.

- Advertisement -

BANGKALAN – Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten (Ripparkab) Bangkalan sudah selesai. Selanjutnya tinggal dibahas bersama legislatif. Tahun pertama penerapan Ripparkab 2019 pemerintah akan menyasar wisata alam.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Lily Setiawaty Mukti menyampaikan, kajian akademis ripparkab sudah rampung. Pembahasan dengan DPRD Bangkalan akan dilakukan awal 2019. Tahun pertama pihaknya akan mulai melakukan pengembangan pembangunan wisata alam. Khususnya di wilayah pantura.

Pihaknya menargetkan setiap tahun ada pengembangan di dua lokasi destinasi wisata. ”Kalau anggarannya memadai, bisa dilakukan di dua lokasi. Nanti bertahap,” ungkapnya Rabu (5/12).


Mantan kepala Dinas KB dan P3A Bangkalan itu mengatakan, tahun ini pihaknya melakukan pembangunan dan pengembangan wisata religi. Tepatnya di Makam Plakaran Kecamatan Arosbaya. Pengembangan berupa pemugaran situs budaya. ”Ripparkab ini agar lebih terarah pembangunan wisata di Bangkalan ke depan,” kata Lily.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Launching Aplikasi B-Lanja

Pihaknya akan terus kembangkan untuk paket-paket wisata. Antara lain, ada paket wisata alam, religi, budaya, hingga kuliner. Dengan begitu, sekali berkunjung ke Bangkalan, wisatawan bisa menikmati berbagai destinasi yang disediakan. ”Kami yakin bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan,” ucapnya.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Thohir mengatakan, ripparkab diharapkan bisa menjadi pedoman pengembangan kepariwisataan. Dengan demikian, pemerintah memiliki panduan untuk memulai pengembangan wisata. Menurutnya selama ini pengembangan wisata di tidak jelas.

”Karena tidak ada panduan khusus. Sekarang sudah ada ripparkab. Jadi tinggal bagaimana penerapannya saja,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/