alexametrics
25.1 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

BPJS Hanya Cover 15 Pasien Katarak Setiap Bulan

BANGKALAN – RSUD Syamrabu Bangkalan memang sudah memiliki alat operasi katarak canggih. Namun hal itu tidak bisa melayani masyarakat lebih banyak di Bangkalan. Sebab BPJS hanya membatasi pelayanan kepada lima belas orang setiap bulan.

Sementara tingkat penderita katarak di Bangkalan saat ini masih tinggi. Buktinya, sampai bulan November 2018 angka penderita katarak mencapai 977 penderita. Sehingga, tidak sebanding dengan jumlah penderita yang sudah di operasi. 

“Untuk tahun ini kami mengirimkan 30 orang untuk operasi ke Surabaya,” ucap  Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ( P2P) Dinkes Bangkalan Walid Yusufi, Selasa (6/11)

Ditambahkan, jika Dinas Kesehatan telah mengalokasikan dana untuk screening 300 penderita katarak. Namun belum bisa dilakukan operasi. Alasannya, karena dana tersebut dialihkan oleh seksi primer JKN untuk keperluan yang lain. 

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Menjadi Peserta JKN

Dia mengungkapkan, jika biaya operasi katarak cukup mahal tanpa pelayanan BPJS. Sebab untuk satu kali operasi harganya Rp 5 juta – Rp 8 juta. Dinilai dana tersebut tergolong mahal dan sedikit penderita yang mampu menjangkaunya.

Dokter Spesialis Mata, Heru Subandrio S membenarkan adanya pembatasan layanan BPJS yang hanya 15 orang per bulan. Hal itu diakui karena tingginya biaya operasi. “Dari BPJS hanya mengcover 15 pasien setiap bulan,” ucapnya. (rm2)

- Advertisement -

BANGKALAN – RSUD Syamrabu Bangkalan memang sudah memiliki alat operasi katarak canggih. Namun hal itu tidak bisa melayani masyarakat lebih banyak di Bangkalan. Sebab BPJS hanya membatasi pelayanan kepada lima belas orang setiap bulan.

Sementara tingkat penderita katarak di Bangkalan saat ini masih tinggi. Buktinya, sampai bulan November 2018 angka penderita katarak mencapai 977 penderita. Sehingga, tidak sebanding dengan jumlah penderita yang sudah di operasi. 

“Untuk tahun ini kami mengirimkan 30 orang untuk operasi ke Surabaya,” ucap  Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ( P2P) Dinkes Bangkalan Walid Yusufi, Selasa (6/11)


Ditambahkan, jika Dinas Kesehatan telah mengalokasikan dana untuk screening 300 penderita katarak. Namun belum bisa dilakukan operasi. Alasannya, karena dana tersebut dialihkan oleh seksi primer JKN untuk keperluan yang lain. 

Baca Juga :  Tunggakan BPJS Bangkalan Capai Rp 8,1 miliar

Dia mengungkapkan, jika biaya operasi katarak cukup mahal tanpa pelayanan BPJS. Sebab untuk satu kali operasi harganya Rp 5 juta – Rp 8 juta. Dinilai dana tersebut tergolong mahal dan sedikit penderita yang mampu menjangkaunya.

Dokter Spesialis Mata, Heru Subandrio S membenarkan adanya pembatasan layanan BPJS yang hanya 15 orang per bulan. Hal itu diakui karena tingginya biaya operasi. “Dari BPJS hanya mengcover 15 pasien setiap bulan,” ucapnya. (rm2)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Sembilan Tersangka Didakwa Tiga Pasal

Akher  Nemor

Artikel Terbaru

/