alexametrics
25.3 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Ikuti Latihan Semimiliter, Mahasiswa Meninggal

BANGKALAN – Pra Pendidikan dan Latihan Dasar (Pradiklatsar) Resimen Mahasiswa (Menwa) memakan korban. Kegiatan yang diikuti tiga perguruan tinggi itu menewaskan satu orang peserta.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, ada 22 mahasiswa yang mengikuti Pradiklatsar Menwa. Perinciannya, dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) 12 mahasiswa, 7 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, dan dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Mitahul Ulum (STITMU) 3 mahasiswa.

Kegiatan tersebut dilangsungkan selama lima hari di UTM. Rabu sore (1/11), para peserta melakukan registrasi dan upacara pembukaan di halaman kampus UTM. Kamis (2/11), peserta mendapatkan teori tentang Menwa.

Pada hari itu juga ada pelatihan fisik. Di antaranya, lari, push-up, squat jump, dan restock. Kegiatan tersebut dilangsungkan hingga pukul 22.00. Namun di sela-sela kegiatan masih ada waktu istirahat, salat, dan makan (isoma).

Jumat pagi (3/11), puluhan peserta dibawa ke Kodim 0829/Bangkalan untuk mendapatkan teori tentang bela negara, wawasan kebangsaan, serta penyuluhan bahaya narkoba dan miras. Peserta juga mengikuti kegiatan lari, push-up, squat jump, dan restock.

Sabtu pagi (4/11) mereka kembali ke UTM. Kemudian pada malam hari, sekitar pukul 23.30, peserta mengikuti kegiatan Caraka Mala. Yakni, seperti ronda pada malam hari menuju pos satu, dua, tiga, dan seterusnya. Kegiatan itu, berlangsung hingga Minggu (5/11) sekitar pukul 04.00.

Baca Juga :  Warga Temukan Bayi Dalam Tas Plastik

Usai kegiatan Caraka Mala, dua peserta yakni Muhtadi dan Lukman Hakim mengeluh sakit. Dua mahasiswa STAIS itu langsung diistirahatkan di sekretariat UKM Menwa UTM.

Sekitar pukul 07.00, peserta masih melanjutkan kegiatan. Di antaranya, cara melipat baju, cara menyemir sepatu, dilanjutkan pengambilan seragam, dan dilakukan upacara penutupan.

Namun, Muhtadi yang diketahui berasal dari Desa Manonggal, Kecamatan Klampis, Bangkalan, dilarang mengikuti kegiatan pada pagi hari karena kecapekan. Dia diistirahatkan di sekretariat UKM Menwa UTM. Sementara Lukman Hakim memilih mengikuti kegiatan terakhir.

Sekitar pukul 12.00, Muhtadi mengajak panitia mengantar ke masjid untuk melaksanakan salat Duhur. Namun sebelum berangkat ke masjid, dia seperti orang kesurupan. Sementara Lukman Hakim yang diketahui berasal dari Kecamatan Galis mengalami kejang-kejang.

Panitia memanggil satpam yang berjaga di kampus UTM. Selanjutnya, dua mahasiswa itu dibawa ke Puskesmas Socah. Akan tetapi, sebelum tiba di Puskesmas Socah, Muhtadi meninggal dunia.

Lukman Hakim mendapatkan perawatan medis. Petugas mengarahkan dia dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan. Nyawanya tertolong.

Baca Juga :  Redaktur Budaya JPRM Rangsang Peserta Bimtek Menulis Esai

M. Wafak, 20, salah seorang panitia dari UTM mengatakan, kegiatan Pradiklatsar Menwa digagas tiga kampus. Yakni, UTM, STAI Syaichona Moh. Cholil, dan STITMU. Lokasi kegiatan dilangsungkan di UTM. ”Panitianya juga dari tiga kampus,” terangnya.

Pradiklatsar Menwa merupakan kegiatan semimiliter. Namun tidak ada unsur kekerasan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, para peserta dibekali tentang bela negara, wawasan kebangsaan, dan penyuluhan bahaya narkoba serta miras.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UTM H. Boedi Mustiko kaget mendapatkan laporan ada peserta Pradiklatsar Menwa meninggal. Dia seketika itu memerintahkan karyawan membawa Muhtadi dan Lukman Hakim ke rumah sakit. ”Kami perintahkan karyawan membantu,” katanya.

Sayangnya, nyawa Muhtadi tidak tertolong. Beruntung Lukman Hakim tertolong meski harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Syamrabu Bangkalan. Menurut dia, Pradiklatsar Menwa sudah dijalankan sesuai prosedur.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo mengatakan, pihaknya masih melakukan proses penyelidikan terkait tewasnya mahasiswa yang mengikuti Pradiklatsar Menwa. Pihaknya akan meminta keterangan pihak kampus dan panitia kegiatan. ”Masih lidik,” ucapnya singkat.

BANGKALAN – Pra Pendidikan dan Latihan Dasar (Pradiklatsar) Resimen Mahasiswa (Menwa) memakan korban. Kegiatan yang diikuti tiga perguruan tinggi itu menewaskan satu orang peserta.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, ada 22 mahasiswa yang mengikuti Pradiklatsar Menwa. Perinciannya, dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) 12 mahasiswa, 7 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, dan dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Mitahul Ulum (STITMU) 3 mahasiswa.

Kegiatan tersebut dilangsungkan selama lima hari di UTM. Rabu sore (1/11), para peserta melakukan registrasi dan upacara pembukaan di halaman kampus UTM. Kamis (2/11), peserta mendapatkan teori tentang Menwa.


Pada hari itu juga ada pelatihan fisik. Di antaranya, lari, push-up, squat jump, dan restock. Kegiatan tersebut dilangsungkan hingga pukul 22.00. Namun di sela-sela kegiatan masih ada waktu istirahat, salat, dan makan (isoma).

Jumat pagi (3/11), puluhan peserta dibawa ke Kodim 0829/Bangkalan untuk mendapatkan teori tentang bela negara, wawasan kebangsaan, serta penyuluhan bahaya narkoba dan miras. Peserta juga mengikuti kegiatan lari, push-up, squat jump, dan restock.

Sabtu pagi (4/11) mereka kembali ke UTM. Kemudian pada malam hari, sekitar pukul 23.30, peserta mengikuti kegiatan Caraka Mala. Yakni, seperti ronda pada malam hari menuju pos satu, dua, tiga, dan seterusnya. Kegiatan itu, berlangsung hingga Minggu (5/11) sekitar pukul 04.00.

Baca Juga :  Warga Temukan Bayi Dalam Tas Plastik

Usai kegiatan Caraka Mala, dua peserta yakni Muhtadi dan Lukman Hakim mengeluh sakit. Dua mahasiswa STAIS itu langsung diistirahatkan di sekretariat UKM Menwa UTM.

Sekitar pukul 07.00, peserta masih melanjutkan kegiatan. Di antaranya, cara melipat baju, cara menyemir sepatu, dilanjutkan pengambilan seragam, dan dilakukan upacara penutupan.

Namun, Muhtadi yang diketahui berasal dari Desa Manonggal, Kecamatan Klampis, Bangkalan, dilarang mengikuti kegiatan pada pagi hari karena kecapekan. Dia diistirahatkan di sekretariat UKM Menwa UTM. Sementara Lukman Hakim memilih mengikuti kegiatan terakhir.

Sekitar pukul 12.00, Muhtadi mengajak panitia mengantar ke masjid untuk melaksanakan salat Duhur. Namun sebelum berangkat ke masjid, dia seperti orang kesurupan. Sementara Lukman Hakim yang diketahui berasal dari Kecamatan Galis mengalami kejang-kejang.

Panitia memanggil satpam yang berjaga di kampus UTM. Selanjutnya, dua mahasiswa itu dibawa ke Puskesmas Socah. Akan tetapi, sebelum tiba di Puskesmas Socah, Muhtadi meninggal dunia.

Lukman Hakim mendapatkan perawatan medis. Petugas mengarahkan dia dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan. Nyawanya tertolong.

Baca Juga :  Ke Madura, Prabowo Minta Dukungan Warga Nahdliyin

M. Wafak, 20, salah seorang panitia dari UTM mengatakan, kegiatan Pradiklatsar Menwa digagas tiga kampus. Yakni, UTM, STAI Syaichona Moh. Cholil, dan STITMU. Lokasi kegiatan dilangsungkan di UTM. ”Panitianya juga dari tiga kampus,” terangnya.

Pradiklatsar Menwa merupakan kegiatan semimiliter. Namun tidak ada unsur kekerasan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, para peserta dibekali tentang bela negara, wawasan kebangsaan, dan penyuluhan bahaya narkoba serta miras.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UTM H. Boedi Mustiko kaget mendapatkan laporan ada peserta Pradiklatsar Menwa meninggal. Dia seketika itu memerintahkan karyawan membawa Muhtadi dan Lukman Hakim ke rumah sakit. ”Kami perintahkan karyawan membantu,” katanya.

Sayangnya, nyawa Muhtadi tidak tertolong. Beruntung Lukman Hakim tertolong meski harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Syamrabu Bangkalan. Menurut dia, Pradiklatsar Menwa sudah dijalankan sesuai prosedur.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo mengatakan, pihaknya masih melakukan proses penyelidikan terkait tewasnya mahasiswa yang mengikuti Pradiklatsar Menwa. Pihaknya akan meminta keterangan pihak kampus dan panitia kegiatan. ”Masih lidik,” ucapnya singkat.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/