alexametrics
28.7 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Peringkat 4 Jumlah Penderita Kusta Se-Jatim

BANGKALAN – Jumlah penderita penyakit kusta di Bangkalan terbilang tinggi. Pada 2018, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan mencatat sebanyak 227 orang mengidap penyakit menular tersebut. Sementara tahun ini sejak Januari hingga September terdapat 90 penderita.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Abdul Walid Yusufi mengatakan, jumlah penderita penyakit kusta ada penurunan. Namun, hingga kini Bangkalan belum mampu keluar dari peringkat 4 besar kota/kabupaten dengan penderita kusta terbanyak.

”Idealnya 10.000 banding 1,” kata Walid kemarin (5/10). ”Temuan kami selama ini, setiap 10.000 warga ada 3 hingga 4 orang yang mengidap penyakit kulit ini,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Madura.

Menurut Walid, hingga kini pihaknya terus berupaya melakukan pengentasan penyakit kusta. Yakni, dengan melakukan sosialisasi dan pengobatan masal. ”Hanya, anggaran kami sedikit. kAmi lakukan semampunya saja, sesuai ketersediaan anggaran,” imbuhnya.

Baca Juga :  Aksi Damai Cinta Nabi

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan menegaskan, pihaknya meminta kurangnya anggaran menjadi alasan untuk tidak berbuat maksimal. Menurut dia, saat ini layanan kesehatan sudah gratis. ”Obat-obatannya kan gratis, sudah disediakan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan,” tegasnya.

Selain itu, Nur Hasan meminta dinkes untuk lebih mengoptimalkan kinerja bidan desa dalam pendataan. Jadi, tugas mereka tidak hanya mengobati penyakit umum. Dengan demikian dapat meminimalkan penggunaan anggaran.

”Mestinya pada 2019 ini kalau ikut aturan, setiap kota/kabupaten seharusnya terbebas dari kusta. Namun, kenyataannya Bangkalan masih menduduki posisi ke-4 penderita kusta terbanyak se-Jawa Timur,” terangnya. ”Kalau tahu, bisa jadi wisatawan tidak mau berkunjung ke Bangkalan karena takut tertular,” ucapnya. (c1)

Baca Juga :  Bunda-Bunda Guru Harus Berperan Aktif
- Advertisement -

BANGKALAN – Jumlah penderita penyakit kusta di Bangkalan terbilang tinggi. Pada 2018, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan mencatat sebanyak 227 orang mengidap penyakit menular tersebut. Sementara tahun ini sejak Januari hingga September terdapat 90 penderita.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Abdul Walid Yusufi mengatakan, jumlah penderita penyakit kusta ada penurunan. Namun, hingga kini Bangkalan belum mampu keluar dari peringkat 4 besar kota/kabupaten dengan penderita kusta terbanyak.

”Idealnya 10.000 banding 1,” kata Walid kemarin (5/10). ”Temuan kami selama ini, setiap 10.000 warga ada 3 hingga 4 orang yang mengidap penyakit kulit ini,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Madura.


Menurut Walid, hingga kini pihaknya terus berupaya melakukan pengentasan penyakit kusta. Yakni, dengan melakukan sosialisasi dan pengobatan masal. ”Hanya, anggaran kami sedikit. kAmi lakukan semampunya saja, sesuai ketersediaan anggaran,” imbuhnya.

Baca Juga :  Aksi Damai Cinta Nabi

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan menegaskan, pihaknya meminta kurangnya anggaran menjadi alasan untuk tidak berbuat maksimal. Menurut dia, saat ini layanan kesehatan sudah gratis. ”Obat-obatannya kan gratis, sudah disediakan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan,” tegasnya.

Selain itu, Nur Hasan meminta dinkes untuk lebih mengoptimalkan kinerja bidan desa dalam pendataan. Jadi, tugas mereka tidak hanya mengobati penyakit umum. Dengan demikian dapat meminimalkan penggunaan anggaran.

”Mestinya pada 2019 ini kalau ikut aturan, setiap kota/kabupaten seharusnya terbebas dari kusta. Namun, kenyataannya Bangkalan masih menduduki posisi ke-4 penderita kusta terbanyak se-Jawa Timur,” terangnya. ”Kalau tahu, bisa jadi wisatawan tidak mau berkunjung ke Bangkalan karena takut tertular,” ucapnya. (c1)

Baca Juga :  Butuh Tim Ahli Cagar Budaya
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/