alexametrics
25.6 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Bupati Ra Latif Blusukan ke Sekolah-Sekolah

BANGKALAN – Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron memantau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di beberapa lembaga kemarin (6/9). Misalnya SDN Kemayoran 1, SMPN 1 Bangkalan, dan SMAN 1 Bangkalan.

Pria yang biasa disapa Ra Latif itu mengaku sengaja blusukan pada hari pertama PTM serentak digelar. Tujuannya, memastikan PTM berjalan dengan baik dan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

”Kapasitasnya sudah 50 persen. Kami mengimbau selalu disiplin prokes. Misalnya, mengenakan masker,” ucapnya.

Mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu berharap pelajar tetap semangat mengikuti PTM meski digelar secara terbatas. Dengan begitu, bisa menjadi generasi penerus yang dapat membanggakan Kota Salak.

Baca Juga :  PCNU Madura Ajak Sukseskan Pesta Demokrasi

Ra Latif mengingatkan pelajar yang memenuhi syarat terus dimotivasi agar bersedia divaksin. Meskipun, hal itu tidak menjadi syarat utama penyelenggaraan PTM. Tapi, demi terwujudnya kekebalan komunal.

”Insyaallah besok (hari ini, Red) akan dilakukan vaksinasi kepada 5.000 pelajar. Terutama untuk murid SMP, SMA dan SMK yang belum divaksin,” imbuhnya.

Ra Latif juga meminta kepala sekolah untuk terus memantau jalannya PTM. Itu untuk mengantisipasi adanya klaster baru persebaran Covid-19 di sekolah.

”Ke depan, semoga PTM bisa dilakukan secara berkesinambungan hingga situasi benar-benar normal,” harapnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika menuturkan, PTM dilakukan semua jenjang pendidikan di bawah naungan institusinya. Mulai PAUD, SD, dan SMP.

Baca Juga :  Tekan Kecelakaan, Polres Bangkalan Gelar Operasi Keselamatan Semeru

”Kita menggunakan kurikulum darurat karena PTM ini masih uji coba. Apalagi, ada beberapa wali murid yang belum mengizinkan anaknya mengikuti PTM,” katanya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bangkalan Agus Zein mengatakan, dimulainya PTM tidak terlepas dari melandainya kasus aktif Covid-19 di Bangkalan. Selama PTM, diimbau tidak kendur menerapkan prokes agar tidak ada kasus dan klaster baru.

”Semua pihak, mulai dari wali murid, pelajar, guru, dan warga sekolah lainnya benar-benar menaati prokes. Sehingga, PTM bisa dilanjutkan sampai suasana normal kembali seperti sebelum pandemi,” ulasnya. (jup)

BANGKALAN – Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron memantau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di beberapa lembaga kemarin (6/9). Misalnya SDN Kemayoran 1, SMPN 1 Bangkalan, dan SMAN 1 Bangkalan.

Pria yang biasa disapa Ra Latif itu mengaku sengaja blusukan pada hari pertama PTM serentak digelar. Tujuannya, memastikan PTM berjalan dengan baik dan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

”Kapasitasnya sudah 50 persen. Kami mengimbau selalu disiplin prokes. Misalnya, mengenakan masker,” ucapnya.


Mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu berharap pelajar tetap semangat mengikuti PTM meski digelar secara terbatas. Dengan begitu, bisa menjadi generasi penerus yang dapat membanggakan Kota Salak.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polres Bangkalan Amankan 68 Tersangka Narkoba

Ra Latif mengingatkan pelajar yang memenuhi syarat terus dimotivasi agar bersedia divaksin. Meskipun, hal itu tidak menjadi syarat utama penyelenggaraan PTM. Tapi, demi terwujudnya kekebalan komunal.

”Insyaallah besok (hari ini, Red) akan dilakukan vaksinasi kepada 5.000 pelajar. Terutama untuk murid SMP, SMA dan SMK yang belum divaksin,” imbuhnya.

Ra Latif juga meminta kepala sekolah untuk terus memantau jalannya PTM. Itu untuk mengantisipasi adanya klaster baru persebaran Covid-19 di sekolah.

”Ke depan, semoga PTM bisa dilakukan secara berkesinambungan hingga situasi benar-benar normal,” harapnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika menuturkan, PTM dilakukan semua jenjang pendidikan di bawah naungan institusinya. Mulai PAUD, SD, dan SMP.

Baca Juga :  Nasib Yusro di Tangan Bupati

”Kita menggunakan kurikulum darurat karena PTM ini masih uji coba. Apalagi, ada beberapa wali murid yang belum mengizinkan anaknya mengikuti PTM,” katanya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bangkalan Agus Zein mengatakan, dimulainya PTM tidak terlepas dari melandainya kasus aktif Covid-19 di Bangkalan. Selama PTM, diimbau tidak kendur menerapkan prokes agar tidak ada kasus dan klaster baru.

”Semua pihak, mulai dari wali murid, pelajar, guru, dan warga sekolah lainnya benar-benar menaati prokes. Sehingga, PTM bisa dilanjutkan sampai suasana normal kembali seperti sebelum pandemi,” ulasnya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/