alexametrics
23.5 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Api Lalap Ratusan Ban dan Gedung ASDP

BANGKALAN – Asap hitam pekat mengepul di langit Kecamatan Kamal, Bangkalan, kemarin (5/9). Sekitar pukul 08.00 api mulai membakar ratusan ban besar. Si jago merah semakin berkobar karena angin bertiup kencang.

Api terus membesar dan merembet ke dua gedung milik Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Pelabuhan Kamal. Tak berselang lama warga pun mulai berdatangan ke kawasan lokasi dermaga timur Pelabuhan Kamal yang tidak beroperasi itu.

Warga langsung berkoordinasi dengan kepala desa dan petugas Polsek Kamal. Polisi lantas berkoordinasi dengan tim kebakaran Pemkab Bangkalan. Tak berselang lama polisi dari Polsek Kamal dan prajurit TNI dari Lanal Batuporon dan Arsenal datang ke tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga :  Karapan Sapi Piala Presiden Spektakuler

Sekitar pukul 08.30 empat armada damkar juga datang. Dua armada milik Bangkalan, satu damkar milik Lanal Batuporon, dan satu milik Arsenal. Petugas berhasil memadamkan dua gedung milik ASDP. Sementara api di tumpukan ban yang dilalap si jago merah sulit dijinakkan.

Armada damkar pemadam kebakaran harus bolak-balik mengambil air. Sempat terjadi insiden lain di lakosi itu. Armada damkar milik pemkab sempat mengeluarkan percikan api lantaran dekat lokasi yang hawanya cukup panas. Tidak ada korban dalam peristiwa itu. Hingga pukul 19.00 api belum padam.

Kepala Supervisor ASDP Cabang Surabaya Agusman membenarkan, dua gedung milik instansinya terbakar. Namun, gedung tersebut sudah tidak difungsikan. Sebab, dermaga timur Pelabuhan Kamal sudah tidak beroperasi lagi sejak Jembatan Suramadu dibuka pada 2009.

Baca Juga :  Ratusan Ribuan Warga Tak Punya E-KTP

Dia tidak mengetahui ban tersebut milik siapa. Sebab, keberadaan ban tersebut sudah ada sejak 2010. Sementara pihaknya menjabat posisi saat ini sejak 2015. Diperkirakan ban yang terbakar sekitar 100 hingga 150. ”Dulu katanya ada orang nitip,” terangnya.

Kapolres Bangkalan AKBP Boby Pa’ludin Tambunan langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan dan memasang police line setelah mendengar peristiwa itu. Langkah awal yang bakal dilakukan adalah memeriksa saksi-saksi yang pertama berada di lokasi. Kemudian, akan memeriksa benda-benda mencurigakan. ”Kami tidak mau berspekulasi. Kami lakukan penyelidikan dulu,” tutup Boby. 

BANGKALAN – Asap hitam pekat mengepul di langit Kecamatan Kamal, Bangkalan, kemarin (5/9). Sekitar pukul 08.00 api mulai membakar ratusan ban besar. Si jago merah semakin berkobar karena angin bertiup kencang.

Api terus membesar dan merembet ke dua gedung milik Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Pelabuhan Kamal. Tak berselang lama warga pun mulai berdatangan ke kawasan lokasi dermaga timur Pelabuhan Kamal yang tidak beroperasi itu.

Warga langsung berkoordinasi dengan kepala desa dan petugas Polsek Kamal. Polisi lantas berkoordinasi dengan tim kebakaran Pemkab Bangkalan. Tak berselang lama polisi dari Polsek Kamal dan prajurit TNI dari Lanal Batuporon dan Arsenal datang ke tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga :  Buka dan Sahur Ketua PA Bangkalan Amar Hujantoro Lebih Mandiri

Sekitar pukul 08.30 empat armada damkar juga datang. Dua armada milik Bangkalan, satu damkar milik Lanal Batuporon, dan satu milik Arsenal. Petugas berhasil memadamkan dua gedung milik ASDP. Sementara api di tumpukan ban yang dilalap si jago merah sulit dijinakkan.

Armada damkar pemadam kebakaran harus bolak-balik mengambil air. Sempat terjadi insiden lain di lakosi itu. Armada damkar milik pemkab sempat mengeluarkan percikan api lantaran dekat lokasi yang hawanya cukup panas. Tidak ada korban dalam peristiwa itu. Hingga pukul 19.00 api belum padam.

Kepala Supervisor ASDP Cabang Surabaya Agusman membenarkan, dua gedung milik instansinya terbakar. Namun, gedung tersebut sudah tidak difungsikan. Sebab, dermaga timur Pelabuhan Kamal sudah tidak beroperasi lagi sejak Jembatan Suramadu dibuka pada 2009.

Baca Juga :  Pemkab Bangkalan Siapkan Rp 31,2 Miliar untuk Bayar Utang  

Dia tidak mengetahui ban tersebut milik siapa. Sebab, keberadaan ban tersebut sudah ada sejak 2010. Sementara pihaknya menjabat posisi saat ini sejak 2015. Diperkirakan ban yang terbakar sekitar 100 hingga 150. ”Dulu katanya ada orang nitip,” terangnya.

Kapolres Bangkalan AKBP Boby Pa’ludin Tambunan langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan dan memasang police line setelah mendengar peristiwa itu. Langkah awal yang bakal dilakukan adalah memeriksa saksi-saksi yang pertama berada di lokasi. Kemudian, akan memeriksa benda-benda mencurigakan. ”Kami tidak mau berspekulasi. Kami lakukan penyelidikan dulu,” tutup Boby. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/