alexametrics
21.5 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Sepuluh Lokasi Rentan Macet, Siapkan Jalur Alternatif

BANGKALAN – Hari Raya Idul Fitri 1439 H semakin dekat. Sejumlah persiapan mulai dilakukan menyambut musim mudik. Sepuluh titik di Bangkalan perlu diantisipasi karena sering terjadi kemacetan panjang.

KBO Lantas Polres Bangkalan Ipda Mansur menerangkan, beberapa titik kerap macet. Di antaranya, gerbang Tol Suramadu dan sejumlah pasar tradisional. Misalnya, di Tanah Merah, Galis, Blega, Patemon, Tanjungbumi, Klampis, dan Kwanyar. ”Kami akan lakukan beberapa upaya rekayasa untuk mengurai kemacetan,” ungkapnya Selasa (5/6).

Sepuluh titik itu memang kerap menjadi tempat kemacetan. Terlebih pada hari pasaran. Durasi kemacetan kian parah pada masa mudik hingga arus balik Lebaran. Karena itu, pihaknya sudah mencanangkan pengalihan arus.

Rekayasa arus bakal dilakukan di Pasar Tanah Merah. Kendaraan dari barat, arus akan diarahkan masuk ke utara depan Rumah Makan Bu Rupa. Kemudian, keluar lagi di pertigaan menuju Geger sebelah timur pertigaan Petra. Sedangkan kendaraan dari timur akan diarahkan ke selatan simpang tiga Petra atau mapolsek. Kemudian, keluar lagi di sekitar makoramil.

Baca Juga :  Penyaluran BPUM Buram, Pelaku Usaha Perlu Cek Sendiri

Kemudian, di Pasar Blega kendaraan bermotor dari arah Modung menuju Sampang harus belok kiri dahulu. Menjauhi simpang tiga Pasar Blega. Lalu, putar balik setelah melewati ujung tali pembatas yang dipasang petugas untuk mengurai kemacetan.

Kendaraan dari arah Bangkalan yang akan belok kanan menuju Modung harus lurus dahulu menjauhi simpang tiga Pasar Blega. Kemudian, putar balik setelah melewati ujung tali pembatas. Sedangkan kendaraan dari arah Sampang menuju Bangkalan atau sebaliknya bisa lurus langsung. Bisa juga menggunakan jalur alternatif.

”Jika ini bisa dilakukan, kemungkinan bisa lebih cepat selesai diurai. Ini beberapa upaya yang akan kami lakukan. Selebihnya menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” paparnya.

Kepala Dishub Bangkalan Ram Halili mengatakan, titik kemacetan didominasi jalur yang melalui pasar-pasar tradisional. Misalnya, Pasar Patemon. Kemacetan kerap terjadi karena pedagang menggelar dagangan di jalan. Rendahnya kesadaraan mereka untuk berjualan di dalam pasar menjadi salah satu pemicu.

Baca Juga :  Piutang Biakes Maskin Capai Rp 5,2 M

Minat pembeli untuk bertransaksi di dalam pasar juga kurang. Permasalahan berikutnya, lokasi bongkar muat belum memadai. Pemicu kemacetan di Pasar Tanah Merah di antaranya fasilitas jalan sempit. Banyak pedagang berjualan menggunakan bahu jalan. ”Bongkar muat pedagang di sembarang tempat. Parkir kendaraan tidak sesuai dengan peruntukannya,” ungkapnya.

Sedangkan penyebab kemacetan di Pasar Galis meliputi belum tersedia lokasi parkir memadai dan lokasi bongkar muat yang cukup. Di Pasar Blega, kesadaran pedagang untuk berjualan di dalam pasar juga rendah. Pedagang banyak menggelar dagangan di area parkir.

”Belum dimanfaatkan secara maksimal lokasi bongkar muatnya. Terus tidak ada lokasi parkir kendaraan pengunjung pasar,” terang mantan kepala Satpol PP Bangkalan itu.

Titik rawan kemacetan di toll gate Suramadu di antaranya disebabkan volume kendaraan yang meningkat. Kemudian, perilaku berkendara tidak tertib. ”Tahun ini pertama kali menggunakan e-tol. Perlu banyak persiapan untuk masa arus mudik,” tuturnya.

BANGKALAN – Hari Raya Idul Fitri 1439 H semakin dekat. Sejumlah persiapan mulai dilakukan menyambut musim mudik. Sepuluh titik di Bangkalan perlu diantisipasi karena sering terjadi kemacetan panjang.

KBO Lantas Polres Bangkalan Ipda Mansur menerangkan, beberapa titik kerap macet. Di antaranya, gerbang Tol Suramadu dan sejumlah pasar tradisional. Misalnya, di Tanah Merah, Galis, Blega, Patemon, Tanjungbumi, Klampis, dan Kwanyar. ”Kami akan lakukan beberapa upaya rekayasa untuk mengurai kemacetan,” ungkapnya Selasa (5/6).

Sepuluh titik itu memang kerap menjadi tempat kemacetan. Terlebih pada hari pasaran. Durasi kemacetan kian parah pada masa mudik hingga arus balik Lebaran. Karena itu, pihaknya sudah mencanangkan pengalihan arus.


Rekayasa arus bakal dilakukan di Pasar Tanah Merah. Kendaraan dari barat, arus akan diarahkan masuk ke utara depan Rumah Makan Bu Rupa. Kemudian, keluar lagi di pertigaan menuju Geger sebelah timur pertigaan Petra. Sedangkan kendaraan dari timur akan diarahkan ke selatan simpang tiga Petra atau mapolsek. Kemudian, keluar lagi di sekitar makoramil.

Baca Juga :  Bupati Akan Survei sebelum Wujudkan Program Insentif

Kemudian, di Pasar Blega kendaraan bermotor dari arah Modung menuju Sampang harus belok kiri dahulu. Menjauhi simpang tiga Pasar Blega. Lalu, putar balik setelah melewati ujung tali pembatas yang dipasang petugas untuk mengurai kemacetan.

Kendaraan dari arah Bangkalan yang akan belok kanan menuju Modung harus lurus dahulu menjauhi simpang tiga Pasar Blega. Kemudian, putar balik setelah melewati ujung tali pembatas. Sedangkan kendaraan dari arah Sampang menuju Bangkalan atau sebaliknya bisa lurus langsung. Bisa juga menggunakan jalur alternatif.

”Jika ini bisa dilakukan, kemungkinan bisa lebih cepat selesai diurai. Ini beberapa upaya yang akan kami lakukan. Selebihnya menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” paparnya.

Kepala Dishub Bangkalan Ram Halili mengatakan, titik kemacetan didominasi jalur yang melalui pasar-pasar tradisional. Misalnya, Pasar Patemon. Kemacetan kerap terjadi karena pedagang menggelar dagangan di jalan. Rendahnya kesadaraan mereka untuk berjualan di dalam pasar menjadi salah satu pemicu.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Ikuti Kegiatan Zikir dan Salawat

Minat pembeli untuk bertransaksi di dalam pasar juga kurang. Permasalahan berikutnya, lokasi bongkar muat belum memadai. Pemicu kemacetan di Pasar Tanah Merah di antaranya fasilitas jalan sempit. Banyak pedagang berjualan menggunakan bahu jalan. ”Bongkar muat pedagang di sembarang tempat. Parkir kendaraan tidak sesuai dengan peruntukannya,” ungkapnya.

Sedangkan penyebab kemacetan di Pasar Galis meliputi belum tersedia lokasi parkir memadai dan lokasi bongkar muat yang cukup. Di Pasar Blega, kesadaran pedagang untuk berjualan di dalam pasar juga rendah. Pedagang banyak menggelar dagangan di area parkir.

”Belum dimanfaatkan secara maksimal lokasi bongkar muatnya. Terus tidak ada lokasi parkir kendaraan pengunjung pasar,” terang mantan kepala Satpol PP Bangkalan itu.

Titik rawan kemacetan di toll gate Suramadu di antaranya disebabkan volume kendaraan yang meningkat. Kemudian, perilaku berkendara tidak tertib. ”Tahun ini pertama kali menggunakan e-tol. Perlu banyak persiapan untuk masa arus mudik,” tuturnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/