alexametrics
21.5 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Ribuan Angkutan di Kota Salak Tak Layak Beroperasi

BANGKALAN – Di Bangkalan ada 7.217 kendaraan, baik angkutan umum atau barang yang wajib uji kir. Sayangnya, 1.038 angkutan di antaranya belum melakukan uji kelayakan beroperasi tersebut.

Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Inggit Prasetiyanto mengaku rutin menggelar operasi kendaraan bersama dinas perhubungan (dishub) setempat. Soal uji kir sebenarnya kewenangan dishub. Namun, pihaknya termasuk dalam forum lalu lintas yang fokus membahas dan mencari solusi pada setiap persoalan lalu-lalang kendaraan di jalan raya.

Jika angkutan umum maupun barang tidak melakukan uji kelayakan, kata Inggit, bisa berdampak pada terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Diakui, faktor terjadinya kecelakaan lalu lintas banyak. Salah satunya tidak pernah uji kir.

”Kalau kecelakaan bisa dilihat, apa kendaraan itu belum diuji kir atau karena yang lain. Kami dengan dishub rutin menggelar operasi,” klaim Inggit Kamis (5/4).

Kepala Dishub Bangkalan Ram Halili menerangkan, lembaganya mencatat masih ada sekitar 1.038 angkutan di Bangkalan yang belum melakukan uji kir. Sejauh ini 6.179 unit kendaraan yang sudah melakukan uji kelayakan.

Baca Juga :  Operasi Kestib Wajibkan MPU Masuk Terminal

”Seperti mobil penumpang umum (MPU), bus, dan pikap. Kalau truk, itu ada jenis dump truck, truk tangki, angkutan tandem, dan fuso,” terangnya.

Ram Halili menerangkan, sesuai ketentuan, angkutan umum wajib melakukan uji kelaikan untuk keselamatan berkendara di jalan raya. Itu jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Kemudian dipertegas dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 133 Tahun 2015 tentang Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor (PBKB).

Pihaknya mengaku rutin melakukan operasi uji kelayakan angkutan. Seperti pada akhir 2017 lalu, dishub menggelar empat kali operasi gabungan. ”Selain penindakan, kami juga sosialisasi mengenai keharusan melakukan uji kelayakan angkutan umum,” katanya.

Baca Juga :  Tambahan Gaji 5 Persen Tertahan Tiga Bulan

Menurut dia, para pemilik angkutan belum sepenuhnya memiliki kesadaran untuk melakukan uji kir. Padahal, pemeriksaan kelayakan bagi angkutan tersebut sangat penting. ”Kami akan lebih intensifkan operasi ke depan,” janjinya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan Mahmudi mengatakan, ribuan angkutan umum yang tak kunjung melakukan uji kir bisa jadi karena kendaraan tua, alias sudah tidak beroperasi. Namun, dia meminta dishub lebih bekerja keras. Sebab, 1.038 unit kendaraan tersebut juga masih berpotensi untuk menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).

”Kalau memang ada seribu lebih belum uji kir dan berpotensi PAD, dishub harus bekerja keras,” desak politikus Partai Hanura itu.

Mahmudi mengaku akan mempertanyakan alasan banyaknya kendaraan yang belum melakukan uji kir. ”Kami akan panggil atau mendatangi dishub, kenapa tidak uji kir, kami akan tanyakan alasannya,” tukasnya.

- Advertisement -

BANGKALAN – Di Bangkalan ada 7.217 kendaraan, baik angkutan umum atau barang yang wajib uji kir. Sayangnya, 1.038 angkutan di antaranya belum melakukan uji kelayakan beroperasi tersebut.

Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Inggit Prasetiyanto mengaku rutin menggelar operasi kendaraan bersama dinas perhubungan (dishub) setempat. Soal uji kir sebenarnya kewenangan dishub. Namun, pihaknya termasuk dalam forum lalu lintas yang fokus membahas dan mencari solusi pada setiap persoalan lalu-lalang kendaraan di jalan raya.

Jika angkutan umum maupun barang tidak melakukan uji kelayakan, kata Inggit, bisa berdampak pada terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Diakui, faktor terjadinya kecelakaan lalu lintas banyak. Salah satunya tidak pernah uji kir.


”Kalau kecelakaan bisa dilihat, apa kendaraan itu belum diuji kir atau karena yang lain. Kami dengan dishub rutin menggelar operasi,” klaim Inggit Kamis (5/4).

Kepala Dishub Bangkalan Ram Halili menerangkan, lembaganya mencatat masih ada sekitar 1.038 angkutan di Bangkalan yang belum melakukan uji kir. Sejauh ini 6.179 unit kendaraan yang sudah melakukan uji kelayakan.

Baca Juga :  Penyegaran, Bupati Ra Latif Mutasi 134 Pejabat

”Seperti mobil penumpang umum (MPU), bus, dan pikap. Kalau truk, itu ada jenis dump truck, truk tangki, angkutan tandem, dan fuso,” terangnya.

Ram Halili menerangkan, sesuai ketentuan, angkutan umum wajib melakukan uji kelaikan untuk keselamatan berkendara di jalan raya. Itu jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Kemudian dipertegas dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 133 Tahun 2015 tentang Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor (PBKB).

Pihaknya mengaku rutin melakukan operasi uji kelayakan angkutan. Seperti pada akhir 2017 lalu, dishub menggelar empat kali operasi gabungan. ”Selain penindakan, kami juga sosialisasi mengenai keharusan melakukan uji kelayakan angkutan umum,” katanya.

Baca Juga :  Pembayaran Lahan SMA PGRI, Tunggu Peralihan Hak Kepemilikan Tanah

Menurut dia, para pemilik angkutan belum sepenuhnya memiliki kesadaran untuk melakukan uji kir. Padahal, pemeriksaan kelayakan bagi angkutan tersebut sangat penting. ”Kami akan lebih intensifkan operasi ke depan,” janjinya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan Mahmudi mengatakan, ribuan angkutan umum yang tak kunjung melakukan uji kir bisa jadi karena kendaraan tua, alias sudah tidak beroperasi. Namun, dia meminta dishub lebih bekerja keras. Sebab, 1.038 unit kendaraan tersebut juga masih berpotensi untuk menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).

”Kalau memang ada seribu lebih belum uji kir dan berpotensi PAD, dishub harus bekerja keras,” desak politikus Partai Hanura itu.

Mahmudi mengaku akan mempertanyakan alasan banyaknya kendaraan yang belum melakukan uji kir. ”Kami akan panggil atau mendatangi dishub, kenapa tidak uji kir, kami akan tanyakan alasannya,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/