alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Diserbu Pengunjung, Menarik Wisatawan Mancanegara

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura — Pantai Pasir Tlangoh, Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjungbumi, dibuka 13 Juli 2020. Meski baru hitungan bulan, jumlah pengunjung tembus puluhan ribu. Wisatawan bukan hanya lintas provinsi. Wisatawan mancanegara juga tertarik.

Kepala Desa (Kades) Tlangoh Kudrotul Hidayat menyampaikan, wisata Pantai Pasir Tlangoh baru tujuh bulan berjalan sehingga saat ini masih perawan. Sejak awal, sebelum dijadikan tempat wisata, pantai ini memang punya potensi. Memang bagus dan alami. Terutama, pasirnya yang halus dan berwarna putih.  

”Sebelum dijadikan tempat wisata, memang sudah ramai. Seperti hari Minggu, warga sekitar dan tetangga desa main ke sini (Pantai Pasir Tlangoh, Red),” katanya saat ditemui di lokasi kemarin (5/1).

Pada hari libur, laut di area wisata ini dijadikan tempat berendam. Dijadikan tempat balapan anak muda dan main voli pantai. Memang berpotensi karena memiliki perbedaan dengan pantai lain di Bangkalan. ”Di sini wisata alam, bukan buatan,” tegasnya. 

Baca Juga :  Dorong Bidan Kian Profesional

Karena potensinya bagus, pihaknya berinisiatif untuk menjadikan tempat wisata. Lalu, berembuk dengan para tokoh masyarakat dan pemuda. Akhirnya, dibuatlah wisata. Pihaknya berani bersaing dengan daerah lain yang wisatanya sudah jadi. ”Selain dari Pemkab Bangkalan, kami juga dibina oleh PHE WMO,” tuturnya.

Setelah dijadikan tempat wisata, ada penghijauan, pembersihan sampah-sampah, dan penjagaan kebersihan di sekitar wisata. Tujuannya, meningkatkan perekonomian masyarakat setempat supaya menjadi desa percontohan. Juga mengurangi angka kemiskinan dan mengurangi pengangguran.  

”Alhamdulillah, kami bisa mengupas pengangguran. Bisa menggali perekonomian. Salah satu contoh, warga yang bekerja lebih kurang 200 orang,” sebutnya. ”Ratusan pekerja itu awalnya memang tidak ada penghasilan sama sekali,” katanya.

Baca Juga :  Pedagang Harus Bayar jika Tempati Rest Area

Pantai Pasir Tlangoh saat ini memiliki berbagai spot foto, motor pantai, payung laut, ayunan, gazebo, dan lain-lain. Pihaknya mengakui fasilitas masih kurang. Ke depan direncanakan ada penambahan. ”Misalnya, jet ski, banana boat, selancar, dan masih banyak lainnya. Insyaallah tahun ini untuk penambahan fasilitas,” ucapnya.

Pihaknya berharap Pemkab Bangkalan ikut serta mendorong dan memberikan bimbingan supaya fasilitas yang masih kurang terpenuhi. ”Pantai Pasir Tlangoh sudah masuk destinasi, termasuk Kuta-nya Bangkalan,” ujarnya.

 Pada hari-hari biasa ada 600 pengunjung. Sementara pada hari-hari besar, misalnya, tahun baru mencapai 6 ribu orang. Tidak hanya wisatawan lolal, tapi juga dari kota lain di Jawa Timur, bahkan antarprovinsi dan wisatawan mancanegara. ”Kalau wisatawan mancanegara pakaiannya tidak bebas. Jadi, harus menyesuaikan dengan kultur budaya di Madura,” tandasnya. 

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura — Pantai Pasir Tlangoh, Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjungbumi, dibuka 13 Juli 2020. Meski baru hitungan bulan, jumlah pengunjung tembus puluhan ribu. Wisatawan bukan hanya lintas provinsi. Wisatawan mancanegara juga tertarik.

Kepala Desa (Kades) Tlangoh Kudrotul Hidayat menyampaikan, wisata Pantai Pasir Tlangoh baru tujuh bulan berjalan sehingga saat ini masih perawan. Sejak awal, sebelum dijadikan tempat wisata, pantai ini memang punya potensi. Memang bagus dan alami. Terutama, pasirnya yang halus dan berwarna putih.  

”Sebelum dijadikan tempat wisata, memang sudah ramai. Seperti hari Minggu, warga sekitar dan tetangga desa main ke sini (Pantai Pasir Tlangoh, Red),” katanya saat ditemui di lokasi kemarin (5/1).


Pada hari libur, laut di area wisata ini dijadikan tempat berendam. Dijadikan tempat balapan anak muda dan main voli pantai. Memang berpotensi karena memiliki perbedaan dengan pantai lain di Bangkalan. ”Di sini wisata alam, bukan buatan,” tegasnya. 

Baca Juga :  Laskar Tjakraningrat Usul Makam Berusia 400 Tahun Jadi Cagar Budaya

Karena potensinya bagus, pihaknya berinisiatif untuk menjadikan tempat wisata. Lalu, berembuk dengan para tokoh masyarakat dan pemuda. Akhirnya, dibuatlah wisata. Pihaknya berani bersaing dengan daerah lain yang wisatanya sudah jadi. ”Selain dari Pemkab Bangkalan, kami juga dibina oleh PHE WMO,” tuturnya.

Setelah dijadikan tempat wisata, ada penghijauan, pembersihan sampah-sampah, dan penjagaan kebersihan di sekitar wisata. Tujuannya, meningkatkan perekonomian masyarakat setempat supaya menjadi desa percontohan. Juga mengurangi angka kemiskinan dan mengurangi pengangguran.  

”Alhamdulillah, kami bisa mengupas pengangguran. Bisa menggali perekonomian. Salah satu contoh, warga yang bekerja lebih kurang 200 orang,” sebutnya. ”Ratusan pekerja itu awalnya memang tidak ada penghasilan sama sekali,” katanya.

Baca Juga :  Dana BOS yang Akan Dikucurkan ke Kota Salak

Pantai Pasir Tlangoh saat ini memiliki berbagai spot foto, motor pantai, payung laut, ayunan, gazebo, dan lain-lain. Pihaknya mengakui fasilitas masih kurang. Ke depan direncanakan ada penambahan. ”Misalnya, jet ski, banana boat, selancar, dan masih banyak lainnya. Insyaallah tahun ini untuk penambahan fasilitas,” ucapnya.

Pihaknya berharap Pemkab Bangkalan ikut serta mendorong dan memberikan bimbingan supaya fasilitas yang masih kurang terpenuhi. ”Pantai Pasir Tlangoh sudah masuk destinasi, termasuk Kuta-nya Bangkalan,” ujarnya.

 Pada hari-hari biasa ada 600 pengunjung. Sementara pada hari-hari besar, misalnya, tahun baru mencapai 6 ribu orang. Tidak hanya wisatawan lolal, tapi juga dari kota lain di Jawa Timur, bahkan antarprovinsi dan wisatawan mancanegara. ”Kalau wisatawan mancanegara pakaiannya tidak bebas. Jadi, harus menyesuaikan dengan kultur budaya di Madura,” tandasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Cipta Menu B2SA Daun Maronggi

PT Garam Utamakan KP1

Nasib Wisata Bahari Kamal Belum Jelas

Artikel Terbaru

/