alexametrics
20.5 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Madura Potensi Lahan Basah Pengembangan Kayu Putih

BANGKALAN – Lahan kering di Madura saat musim panas merupakan lahan basah untuk penanaman pohon kayu putih. Hal itu telah direncanakan dan disepakati oleh Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (BPEE), Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Tandya Tjahjana, Senin (5/11) di ruang rapat Gedung Rektorat UTM.

Rencana itu juga disetujui oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Yus Sudarso dan Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Muh. Syarif. Termasuk Dekan Fakultas Pertanian UTM, Slamet Sobari.

Selain merencanakan penanaman kayu putih, dalam pertemuan itu juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara Direktur BPEE dan KLHK Tandya Tjahjana dengan Dekan Fakultas Pertanian Slamet Sobari. 

Menurut Tandya Tjahjana, pulau Madura sangat berpotensi untuk penanaman kayu putih. “Kami sudah mengkaji. Serta melihat contoh di Dompu dan biak dengan jenis tanah kering seperti Madura. Sangat cocok untuk penanaman kayu putih,” ucapnya. 

Baca Juga :  Massa Masyarakat Bangkalan Minta Usut Dalang Mutasi

Pihaknya berharap rencana penanaman ini dapat menaikkan taraf hidup masyarakat setempat. Sehingga saat musim panas tidak hanya garam yang menjadi mata pencaharian masyarakat. “Karena setiap musim panas petani tidak bisa berproduksi. Maka kita harus berani memulai untuk meningkatkan perekonomian di Madura,” tambahnya. 

Rektor UTM Muh. Syarif mengaku menyetujui rencana tersebut. Sebab akan menopang pembangunan di Madura. “Dengan adanya rencana pengembangan tanam pohon kayu putih ini diharapkan agar madura bisa melakukan percepatan pembangunan,” katanya. 

Dia mengutarakan jika pembangunan di Madura masih minim. Meskipun akses sangat mudah. Padahal menurutnya, adanya akses Suramadu sudah seharusnya Madura terutama Bangkalan memiliki pembangunan dan tingkat ekonomi yang meningkat.

Baca Juga :  Upaya Pemerintah Dukung Pengembangan Ekonomi Syariah

Sementara Anggota Komisi IV DPR RI Yus Sudarso menegaskan jika rencana ini telah didiskusikan sejak 4 bulan yang lalu dengan Radar Madura. Dengan membentuk konsep untuk mengisi Madura dimasa mendatang.

Sebab menurutnya, untuk penanaman kayu putih dibutuhkan lahan 100 hektar. Dengan waktu panen pertama 1,3 tahun dan untuk selanjutnya setiap 9 bulan. Dalam satu kali penanaman ini akan bertahan selama 25 tahun. 

“Supaya rencana ini bisa berjalan lancar, kami perlu dukungan semua pihak terutama pemerintah dan masyarakat Madura,” imbuhnya. (rm2)

BANGKALAN – Lahan kering di Madura saat musim panas merupakan lahan basah untuk penanaman pohon kayu putih. Hal itu telah direncanakan dan disepakati oleh Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (BPEE), Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Tandya Tjahjana, Senin (5/11) di ruang rapat Gedung Rektorat UTM.

Rencana itu juga disetujui oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Yus Sudarso dan Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Muh. Syarif. Termasuk Dekan Fakultas Pertanian UTM, Slamet Sobari.

Selain merencanakan penanaman kayu putih, dalam pertemuan itu juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara Direktur BPEE dan KLHK Tandya Tjahjana dengan Dekan Fakultas Pertanian Slamet Sobari. 


Menurut Tandya Tjahjana, pulau Madura sangat berpotensi untuk penanaman kayu putih. “Kami sudah mengkaji. Serta melihat contoh di Dompu dan biak dengan jenis tanah kering seperti Madura. Sangat cocok untuk penanaman kayu putih,” ucapnya. 

Baca Juga :  Motor Jadi Arang, Dua Pemudi Tewas

Pihaknya berharap rencana penanaman ini dapat menaikkan taraf hidup masyarakat setempat. Sehingga saat musim panas tidak hanya garam yang menjadi mata pencaharian masyarakat. “Karena setiap musim panas petani tidak bisa berproduksi. Maka kita harus berani memulai untuk meningkatkan perekonomian di Madura,” tambahnya. 

Rektor UTM Muh. Syarif mengaku menyetujui rencana tersebut. Sebab akan menopang pembangunan di Madura. “Dengan adanya rencana pengembangan tanam pohon kayu putih ini diharapkan agar madura bisa melakukan percepatan pembangunan,” katanya. 

Dia mengutarakan jika pembangunan di Madura masih minim. Meskipun akses sangat mudah. Padahal menurutnya, adanya akses Suramadu sudah seharusnya Madura terutama Bangkalan memiliki pembangunan dan tingkat ekonomi yang meningkat.

Baca Juga :  Dukung Pengembangan Pendidikan

Sementara Anggota Komisi IV DPR RI Yus Sudarso menegaskan jika rencana ini telah didiskusikan sejak 4 bulan yang lalu dengan Radar Madura. Dengan membentuk konsep untuk mengisi Madura dimasa mendatang.

Sebab menurutnya, untuk penanaman kayu putih dibutuhkan lahan 100 hektar. Dengan waktu panen pertama 1,3 tahun dan untuk selanjutnya setiap 9 bulan. Dalam satu kali penanaman ini akan bertahan selama 25 tahun. 

“Supaya rencana ini bisa berjalan lancar, kami perlu dukungan semua pihak terutama pemerintah dan masyarakat Madura,” imbuhnya. (rm2)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/