alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Gelar ANBK SMP dan MTs di Sekolah Lain

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Tanggung jawab pengelola lembaga pendidikan tidak mudah. Termasuk dalam pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras). Pasalnya, hingga saat ini, masih ada ratusan sekolah yang belum mandiri melaksanakan asesmen nasional.

Data tersebut terungkap dalam pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) SMP dan MTs yang dimulai kemarin (4/10). Pada hari pertama, ada 106 lembaga yang bergabung ke sekolah lain demi bisa melakukan ANBK. Perinciannya, 89 sekolah menengah pertama (SMP) dan 17 madrasah tsanawiyah (MTs).

Kasipendma Kementerian Agama Bangkalan Abd. Hamid membenarkan terdapat belasan MTs yang menumpang ke lembaga lain untuk melaksanakan ANBK serentak. Alasannya, keterbatasan sarpras pendidikan. Terutama terkait ketersediaan perangkat komputer.

”Juga ada yang terkendala SDM (sumber daya manusia). Sebab, untuk melaksanakan ANBK sekolah harus mempersiapkan proktor,” ucapnya kemarin (4/10).

Baca Juga :  Kelemahan Sesungguhnya ketika Kehilangan Semangat

Ada beberapa alasan MTs belum memiliki sarpras pendidikan yang memadai. Salah satunya, keterbatasan anggaran. Dengan demikian, pihaknya selama ini mendorong agar sarana dan prasarana digital itu segera dilengkapi.

”Masih banyak sekolah yang belum mengerti pentingnya sarpras. Yang seperti ini kami minta dalam satu semester harus melakukan penambahan sarana, salah satunya komputer,” katanya.

Hamid mengungkapkan, lembaga swasta berada di bawah naungan yayasan. Karena itu, yayasan seharusnya juga ikut andil dalam pemenuhan sarpras. ”Kepala madrasah itu tidak bisa berbuat apa-apa. Yang memiliki kewenangan semuanya ketua yayasan,” imbuhnya.

Kasi Penilaian Kurikulum Bidang Pembinaan SMP Disdik Bangkalan Risman Irianto juga tidak memungkiri banyak sekolah di bawah naungannya bergabung untuk melaksanakan ANBK. Dari 244 SMP di Bangkalan, 89 lembaga di antaranya menumpang. ”Kendalanya masalah keterbatasan sarana,” katanya.

Baca Juga :  Belasan Tahun Belajar dengan Ruang Kelas Terbatas

Pada hari pertama ANBK, Risman mengklaim tidak ada kendala. Itu tidak lepas dari rangkaian uji coba yang dilakukan sebelumnya. ”Alhamdulillah lancar. Semoga lancar sampai selesai,” imbuhnya.

Ketua Dewan Pendidikan Bangkalan Mustahal Rasyid mengatakan, banyaknya lembaga pendidikan yang mengalami keterbatasan sarpras harus menjadi perhatian serius satuan kerja masing-masing. Dengan begitu, sarpras di semua lembaga merata. ”Upayakan yang swasta diajukan atau diberi bantuan,” katanya.

ANBK tingkat SMP dan MTs diikuti siswa kelas VIII. Tiap sekolah maksimal 45 siswa. Bagi sekolah yang jumlah siswa kelas VIII tidak sampai 45 orang otomatis ikut semua. Pelaksanaan ANBK yang dimulai Senin (4/10) itu akan berakhir Kamis (7/10).

- Advertisement -

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Tanggung jawab pengelola lembaga pendidikan tidak mudah. Termasuk dalam pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras). Pasalnya, hingga saat ini, masih ada ratusan sekolah yang belum mandiri melaksanakan asesmen nasional.

Data tersebut terungkap dalam pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) SMP dan MTs yang dimulai kemarin (4/10). Pada hari pertama, ada 106 lembaga yang bergabung ke sekolah lain demi bisa melakukan ANBK. Perinciannya, 89 sekolah menengah pertama (SMP) dan 17 madrasah tsanawiyah (MTs).

Kasipendma Kementerian Agama Bangkalan Abd. Hamid membenarkan terdapat belasan MTs yang menumpang ke lembaga lain untuk melaksanakan ANBK serentak. Alasannya, keterbatasan sarpras pendidikan. Terutama terkait ketersediaan perangkat komputer.


”Juga ada yang terkendala SDM (sumber daya manusia). Sebab, untuk melaksanakan ANBK sekolah harus mempersiapkan proktor,” ucapnya kemarin (4/10).

Baca Juga :  Pesimistis Rampung Tepat Waktu

Ada beberapa alasan MTs belum memiliki sarpras pendidikan yang memadai. Salah satunya, keterbatasan anggaran. Dengan demikian, pihaknya selama ini mendorong agar sarana dan prasarana digital itu segera dilengkapi.

”Masih banyak sekolah yang belum mengerti pentingnya sarpras. Yang seperti ini kami minta dalam satu semester harus melakukan penambahan sarana, salah satunya komputer,” katanya.

Hamid mengungkapkan, lembaga swasta berada di bawah naungan yayasan. Karena itu, yayasan seharusnya juga ikut andil dalam pemenuhan sarpras. ”Kepala madrasah itu tidak bisa berbuat apa-apa. Yang memiliki kewenangan semuanya ketua yayasan,” imbuhnya.

Kasi Penilaian Kurikulum Bidang Pembinaan SMP Disdik Bangkalan Risman Irianto juga tidak memungkiri banyak sekolah di bawah naungannya bergabung untuk melaksanakan ANBK. Dari 244 SMP di Bangkalan, 89 lembaga di antaranya menumpang. ”Kendalanya masalah keterbatasan sarana,” katanya.

Baca Juga :  Perawatan Pasca Operasi Hernia

Pada hari pertama ANBK, Risman mengklaim tidak ada kendala. Itu tidak lepas dari rangkaian uji coba yang dilakukan sebelumnya. ”Alhamdulillah lancar. Semoga lancar sampai selesai,” imbuhnya.

Ketua Dewan Pendidikan Bangkalan Mustahal Rasyid mengatakan, banyaknya lembaga pendidikan yang mengalami keterbatasan sarpras harus menjadi perhatian serius satuan kerja masing-masing. Dengan begitu, sarpras di semua lembaga merata. ”Upayakan yang swasta diajukan atau diberi bantuan,” katanya.

ANBK tingkat SMP dan MTs diikuti siswa kelas VIII. Tiap sekolah maksimal 45 siswa. Bagi sekolah yang jumlah siswa kelas VIII tidak sampai 45 orang otomatis ikut semua. Pelaksanaan ANBK yang dimulai Senin (4/10) itu akan berakhir Kamis (7/10).

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/