alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Pengendara Tewas Terkapar di Gunung Gigir

BANGKALAN – Mengendarai kendaraan di jalan raya tidak hanya dituntut mengoperasikan kendaraan. Tapi, juga harus tertib berlalu lintas. Jika tidak fokus bisa berakibat fatal.

Peristiwa dua kecelakaan lalu lintas di Bangkalan kemarin (4/9) bisa dijadikan pelajaran bagi pengendara. Dua nyawa melayang akibat ketidakfokusan pengendara di jalan.

Peristiwa pertama terjadi di Jalan Raya Gunung Gigir, Desa Lombang Dajah, Kecamatan Blega, sekitar pukul 07.00. Lakalantas tersebut melibatkan Yamaha Vega B 6068 SKQ yang dikendarai Nur Rois, 22, warga Desa Lombang Dajah.

Ceritanya, Nur Rois yang saat itu membonceng Imul Hidayah melaju dari arah barat ke timur. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), Nur Rois hendak mendahului kendaraan lain. Saat itu laju kendaraan terlalu ke kanan.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan ada kendaraan lain. Akhirnya menabrak Honda Vario L 5446 PX yang dikendarai Mad Ruji, 35, warga Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, Sampang. Tabrakan juga melibatkan Honda Vario DA 6586 ZAR yang dikendarai Abdur Rohman, 55, warga Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.

Baca Juga :  Janji Dishub Meleset, Pengadaan Alat Uji Kendaraan Belum Lelang

”Karena jarak terlalu dekat, kecelakaan pun tidak terhindarkan,” kata Kasubbaghumas Polres Bangkalan Iptu Suyitno.

Perwira pertama berpangkat dua balok emas itu menambahkan, akibat kecelakaan tersebut, satu orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya luka berat. Tiga unit kendaraan juga mengalami kerusakan.

Korban Mad Ruji meninggal dunia di TKP. Anggota Satlantas Polres Bangkalan sudah mengamankan barang bukti dan membawa korban ke puskesmas terdekat. ”Kerugian materiel diperkirakan Rp 5 juta,” imbuhnya.

Berselang 15 menit, sekitar pukul 07.15 kecelakaan juga terjadi di jalan raya Desa Maneron, Kecamatan Sepulu. Pengendara Toyota Avanza B 2720 UFL yang dikendarai oleh Moh. Husin Sahroni melaju dari arah barat menuju arah timur. Sesampainya di jalan raya Desa Maneron, mobil itu menabrak pejalan kaki yang sedang membawa argo.

Baca Juga :  Dump Truck Masuk Jurang, Kernet Tewas, Sopir Selamat

Korban pejalan kaki bernama Asmo, 50, warga Desa Maneron. Pengendara Avanza berusia 20 tahun, warga Desa Dupok, Kecamatan Kokop, Bangkalan. ”Korban terpental lebih dari 15 meter. Korban juga dilarikan ke Puskesmas Sepulu,” ucapnya.

Suyitno mengimbau pengendara selalu berhati-hati. Demi keselamatan dirinya sendiri maupun pengguna jalan yang lain. ”Ketika berkendara harus fokus dan mematuhi rambu lalu lintas. Manakala jalanan agak menikung, upayakan tidak mendahului kendaraan lain. Ketika jalanan lurus, jangan ngebut,” katanya.

BANGKALAN – Mengendarai kendaraan di jalan raya tidak hanya dituntut mengoperasikan kendaraan. Tapi, juga harus tertib berlalu lintas. Jika tidak fokus bisa berakibat fatal.

Peristiwa dua kecelakaan lalu lintas di Bangkalan kemarin (4/9) bisa dijadikan pelajaran bagi pengendara. Dua nyawa melayang akibat ketidakfokusan pengendara di jalan.

Peristiwa pertama terjadi di Jalan Raya Gunung Gigir, Desa Lombang Dajah, Kecamatan Blega, sekitar pukul 07.00. Lakalantas tersebut melibatkan Yamaha Vega B 6068 SKQ yang dikendarai Nur Rois, 22, warga Desa Lombang Dajah.


Ceritanya, Nur Rois yang saat itu membonceng Imul Hidayah melaju dari arah barat ke timur. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), Nur Rois hendak mendahului kendaraan lain. Saat itu laju kendaraan terlalu ke kanan.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan ada kendaraan lain. Akhirnya menabrak Honda Vario L 5446 PX yang dikendarai Mad Ruji, 35, warga Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, Sampang. Tabrakan juga melibatkan Honda Vario DA 6586 ZAR yang dikendarai Abdur Rohman, 55, warga Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.

Baca Juga :  Satu Korban Kritis Dilarikan ke RS Surabaya

”Karena jarak terlalu dekat, kecelakaan pun tidak terhindarkan,” kata Kasubbaghumas Polres Bangkalan Iptu Suyitno.

Perwira pertama berpangkat dua balok emas itu menambahkan, akibat kecelakaan tersebut, satu orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya luka berat. Tiga unit kendaraan juga mengalami kerusakan.

Korban Mad Ruji meninggal dunia di TKP. Anggota Satlantas Polres Bangkalan sudah mengamankan barang bukti dan membawa korban ke puskesmas terdekat. ”Kerugian materiel diperkirakan Rp 5 juta,” imbuhnya.

Berselang 15 menit, sekitar pukul 07.15 kecelakaan juga terjadi di jalan raya Desa Maneron, Kecamatan Sepulu. Pengendara Toyota Avanza B 2720 UFL yang dikendarai oleh Moh. Husin Sahroni melaju dari arah barat menuju arah timur. Sesampainya di jalan raya Desa Maneron, mobil itu menabrak pejalan kaki yang sedang membawa argo.

Baca Juga :  SMPN 2 Bangkalan Tanamkan Wawasan Kebangsaan

Korban pejalan kaki bernama Asmo, 50, warga Desa Maneron. Pengendara Avanza berusia 20 tahun, warga Desa Dupok, Kecamatan Kokop, Bangkalan. ”Korban terpental lebih dari 15 meter. Korban juga dilarikan ke Puskesmas Sepulu,” ucapnya.

Suyitno mengimbau pengendara selalu berhati-hati. Demi keselamatan dirinya sendiri maupun pengguna jalan yang lain. ”Ketika berkendara harus fokus dan mematuhi rambu lalu lintas. Manakala jalanan agak menikung, upayakan tidak mendahului kendaraan lain. Ketika jalanan lurus, jangan ngebut,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/