alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Polisi Bergerak jika Picu Tindak Pidana

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Kegiatan penggalangan dana di jalan raya yang ada di Kota Salak menjamur. Bahkan, ada yang melakukan aksi pengumpulan uang atau barang tersebut hingga belasan tahun. Hanya, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bangkalan tidak bisa menindak. Kecuali, aktivitas tersebut mengakibatkan kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

Berdasar pantauan koran ini di lapangan, kegiatan penggalangan dana terlihat mulai Jalan Raya Lomaer hingga Jalan Raya Junok. Sedikitnya ada sembilan titik penggalangan dana. Tidak hanya di jalur selatan. Jalur pantura juga ada penggalangan dana untuk pembangunan masjid. Mulai jalan raya Kecamatan Kota Bangkalan hingga Kecamatan Tanjungbumi.

Aksi penggalangan dana juga dilengkapi dengan beberapa sarana dan prasarana yang terpasang di tengah jalan. Hal itu dilakukan agar pengendara mengurangi kecepatannya saat berada di jalur tersebut. Itu demi keselamatan petugas yang menghimpun dana. Bahkan, petugas penggalang dana sebagian mengenakan rompi.

Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Abdul Aziz Sholahuddin mengatakan, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada masyarakat yang bertugas menggalang dana di jalan raya? ”Selanjutnya, manakala masih ada aksi penggalangan dana, kami tidak bisa melakukan penindakan. Sebab, bukan ranah kita,” ujarnya.

Baca Juga :  Komisioner Baru Langsung Hadapi PHPU

Yang pasti, lanjut Aziz, manakala terjadi laka lantas, pihaknya bisa bertindak. Artinya, menyelidiki kasus laka lantas tersebut. Jika tidak ada insiden laka lantas, institusinya tidak bisa melakukan tindakan. ”Bukan ranah satlantas. Tidak ada regulasi yang mengatur tentang itu (penindakan terhadap penggalang dana, Red),” imbuhnya.

Aziz menjelaskan, dalam undang-undang yang berkaitan dengan laka lantas diterangkan, barang siapa yang menyebabkan terjadinya laka lantas, bukan mengganggu fungsi jalan. ”Dikategorikan mengganggu fungsi jalan manakala sudah terjadi laka lantas,” ujarnya lagi.

Ditambahkan, kegiatan penggalangan dana di jalan yang dilakukan oleh masyarakat sebagian tidak untuk pembangunan masjid. Tapi, murni dijadikan mata pencarian. ”Jadi, bukan murni amal-amal. Di situ ada persentase. Makanya, mereka ngotot. Diberi imbauan pun nggak ngaruh,” tuturnya.

Aziz menuturkan, selama bertugas di Bangkalan, belum pernah ada insiden laka lantas yang disebabkan aktivitas penggalangan dana di jalan raya. Tapi, dia berharap masyarakat untuk tetap waspada saat berkendara. Patuhi aturan dan rambu lalu lintas. ”Kecelakaan terjadi karena diawali pelanggaran. Makanya, demi keamanan dan kenyamanan berkendara, harus ekstra hati-hati saat mengemudi,” imbaunya.

Baca Juga :  Kapolres Bangkalan Tugasi Kasatlantas Anyar Tekan Angka Lakalantas

Moh. Hayan, salah seorang pengendara asal Sampang mengatakan, penggalangan dana di jalan raya sudah jelas mengganggu pengendara. Sebab, petugas penggalang dana kadang memasang pembatas berupa drum kosong. Selain itu, ada juga yang rebutan mengambil uang di jalan. ”Biasanya, anak-anak yang bertugas memungut uang pemberian pengguna jalan tersebut. Rebutan mengambil uang tapi mengabaikan keselamatan jiwanya,” ujarnya.

Pria berusia 26 tahun itu menceritakan, suatu ketika, saat dirinya melintas di lokasi penggalangan dana, dia berusaha menyalip bus antarkota. Namun karena ada drum kosong yang terpasang di tengah jalan, setir motornya menyentuh drum kosong itu. Akhirnya dia terjatuh. ”Seandainya tidak ada penghalang, kemungkinan saya tidak akan terjatuh,” ceritanya.

Hayan mengaku heran, karena kegiatan penggalangan dana di jalan itu berlangsung lama. Bahkan, dimulai saat dia masih duduk di bangku SMA dan berlanjut sampai sekarang. ”Saya jadi bertanya-tanya. Sebab, sudah berlangsung belasan tahun dan terus berlanjut sampai sekarang,” tandasnya. (rul/yan)

- Advertisement -

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Kegiatan penggalangan dana di jalan raya yang ada di Kota Salak menjamur. Bahkan, ada yang melakukan aksi pengumpulan uang atau barang tersebut hingga belasan tahun. Hanya, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bangkalan tidak bisa menindak. Kecuali, aktivitas tersebut mengakibatkan kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

Berdasar pantauan koran ini di lapangan, kegiatan penggalangan dana terlihat mulai Jalan Raya Lomaer hingga Jalan Raya Junok. Sedikitnya ada sembilan titik penggalangan dana. Tidak hanya di jalur selatan. Jalur pantura juga ada penggalangan dana untuk pembangunan masjid. Mulai jalan raya Kecamatan Kota Bangkalan hingga Kecamatan Tanjungbumi.

Aksi penggalangan dana juga dilengkapi dengan beberapa sarana dan prasarana yang terpasang di tengah jalan. Hal itu dilakukan agar pengendara mengurangi kecepatannya saat berada di jalur tersebut. Itu demi keselamatan petugas yang menghimpun dana. Bahkan, petugas penggalang dana sebagian mengenakan rompi.


Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Abdul Aziz Sholahuddin mengatakan, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada masyarakat yang bertugas menggalang dana di jalan raya? ”Selanjutnya, manakala masih ada aksi penggalangan dana, kami tidak bisa melakukan penindakan. Sebab, bukan ranah kita,” ujarnya.

Baca Juga :  Galang Dana Kemanusiaan untuk Rohingya

Yang pasti, lanjut Aziz, manakala terjadi laka lantas, pihaknya bisa bertindak. Artinya, menyelidiki kasus laka lantas tersebut. Jika tidak ada insiden laka lantas, institusinya tidak bisa melakukan tindakan. ”Bukan ranah satlantas. Tidak ada regulasi yang mengatur tentang itu (penindakan terhadap penggalang dana, Red),” imbuhnya.

Aziz menjelaskan, dalam undang-undang yang berkaitan dengan laka lantas diterangkan, barang siapa yang menyebabkan terjadinya laka lantas, bukan mengganggu fungsi jalan. ”Dikategorikan mengganggu fungsi jalan manakala sudah terjadi laka lantas,” ujarnya lagi.

Ditambahkan, kegiatan penggalangan dana di jalan yang dilakukan oleh masyarakat sebagian tidak untuk pembangunan masjid. Tapi, murni dijadikan mata pencarian. ”Jadi, bukan murni amal-amal. Di situ ada persentase. Makanya, mereka ngotot. Diberi imbauan pun nggak ngaruh,” tuturnya.

Aziz menuturkan, selama bertugas di Bangkalan, belum pernah ada insiden laka lantas yang disebabkan aktivitas penggalangan dana di jalan raya. Tapi, dia berharap masyarakat untuk tetap waspada saat berkendara. Patuhi aturan dan rambu lalu lintas. ”Kecelakaan terjadi karena diawali pelanggaran. Makanya, demi keamanan dan kenyamanan berkendara, harus ekstra hati-hati saat mengemudi,” imbaunya.

Baca Juga :  BKPRMI: Penggalangan Dana Sisakan Pro-Kontra

Moh. Hayan, salah seorang pengendara asal Sampang mengatakan, penggalangan dana di jalan raya sudah jelas mengganggu pengendara. Sebab, petugas penggalang dana kadang memasang pembatas berupa drum kosong. Selain itu, ada juga yang rebutan mengambil uang di jalan. ”Biasanya, anak-anak yang bertugas memungut uang pemberian pengguna jalan tersebut. Rebutan mengambil uang tapi mengabaikan keselamatan jiwanya,” ujarnya.

Pria berusia 26 tahun itu menceritakan, suatu ketika, saat dirinya melintas di lokasi penggalangan dana, dia berusaha menyalip bus antarkota. Namun karena ada drum kosong yang terpasang di tengah jalan, setir motornya menyentuh drum kosong itu. Akhirnya dia terjatuh. ”Seandainya tidak ada penghalang, kemungkinan saya tidak akan terjatuh,” ceritanya.

Hayan mengaku heran, karena kegiatan penggalangan dana di jalan itu berlangsung lama. Bahkan, dimulai saat dia masih duduk di bangku SMA dan berlanjut sampai sekarang. ”Saya jadi bertanya-tanya. Sebab, sudah berlangsung belasan tahun dan terus berlanjut sampai sekarang,” tandasnya. (rul/yan)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/