alexametrics
25.3 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Puluhan Siswa SMA/SMK di Bangkalan Tak Lulus

BANGKALAN – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMA/SMK/MA telah selesai. Pengumuman kelulusan juga sudah dilakukan sekolah. Beberapa siswa yang terdaftar dalam data nominasi tetap (DNT) lulus.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, tahun ini 10.597 siswa yang terdaftar DNT UNBK di Bangkalan. Ada 174 lembaga SMA/SMK/MA yang menyelenggarakan. Untuk SMA/MA 34 siswa tidak lulus. Sedangkan SMK 22 siswa yang tidak lulus. Sebab 56 siswa itu tidak mengikuti ujian nasional (unas) karena mengundurkan diri (lihat grafis).

Kepala Cabang Disdik Jawa Timur Wilayah Bangkalan Arif Khamzah menyampaikan, siswa yang mengundurkan diri dari UNBK otomatis tidak lulus. Sebab, unas merupakan salah satu syarat kelulusan bagi siswa. Beberapa waktu lalu dibuka kesempatan untuk ujian susulan. Kesempatan itu tidak ada yang memanfaatkan. ”Yang susulan tidak ada,” ungkapnya Jumat (4/5).

Baca Juga :  Siswa Konvoi Kelulusan, Sekolah Kecolongan

Puluhan siswa yang tidak mengikuti ujian dikarenakan berbagai faktor. Ada yang menikah. Ada juga yang keluar kota bersama keluarganya. Sedangkan siswa di Bangkalan yang mengikuti UNBK lulus 100 persen. Siswa mampu memenuhi kriteria untuk bisa mendapat gelar kelulusan. ”Alhamdulillah lulus semua yang ikut UNBK,” terangnya.

Mantan kepala Cabang Disdik Jatim Wilayah Mojokerto itu menambahkan, pelaksanaan UNBK tahun ini akan kembali dilakukan evaluasi. Termasuk kelulusan siswa agar penyelenggaraan tahun ajaran 2018-2019 lebih baik.

Kini sekolah bersiap melaksanakan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Sekolah sudah mengajukan usulan pagu. Tinggal menunggu ketentuan dari pemerintah provinsi (pemprov). ”Kami kumpulkan kepala sekolah,” tutupnya.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Bangkalan Kamus mengatakan, ada tiga kriteria kelulusan yang harus dipenuhi. Nilai UNBK tidak menjamin kelulusan peserta didik. Harus tuntas mengikuti masa belajar enam semester. Dibuktikan dengan rapor.

Baca Juga :  Wabup Doakan Semua Peserta Lulus UNBK

Dalam kata lain mampu memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM). Selain itu harus mengikuti ujian nasional. Peserta didik juga dituntut memiliki kualifikasi etika minimal baik (berkelakuan baik) dari sekolah.

”Siswa bisa lulus jika sudah memenuhi kriteria kelulusan. Nilai UNBK tidak menentukan anak itu lulus atau tidak,” ucap kepala SMKN 3 Bangkalan itu.

Meski memiliki nilai tinggi, jika siswa memiliki catatan kelakuan buruk, bisa jadi tidak diluluskan. Ketentuan kelulusan saat ini sudah menjadi wewenang lembaga masing-masing. ”Perilaku keseharian anak diukur berdasarkan penilaian dari guru BK, wali kelas, catatan kriminal, dan sebagainya,” jelas Kamus.

BANGKALAN – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMA/SMK/MA telah selesai. Pengumuman kelulusan juga sudah dilakukan sekolah. Beberapa siswa yang terdaftar dalam data nominasi tetap (DNT) lulus.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, tahun ini 10.597 siswa yang terdaftar DNT UNBK di Bangkalan. Ada 174 lembaga SMA/SMK/MA yang menyelenggarakan. Untuk SMA/MA 34 siswa tidak lulus. Sedangkan SMK 22 siswa yang tidak lulus. Sebab 56 siswa itu tidak mengikuti ujian nasional (unas) karena mengundurkan diri (lihat grafis).

Kepala Cabang Disdik Jawa Timur Wilayah Bangkalan Arif Khamzah menyampaikan, siswa yang mengundurkan diri dari UNBK otomatis tidak lulus. Sebab, unas merupakan salah satu syarat kelulusan bagi siswa. Beberapa waktu lalu dibuka kesempatan untuk ujian susulan. Kesempatan itu tidak ada yang memanfaatkan. ”Yang susulan tidak ada,” ungkapnya Jumat (4/5).

Baca Juga :  Pj Bupati: Anggaran Pendidikan Masih Kecil

Puluhan siswa yang tidak mengikuti ujian dikarenakan berbagai faktor. Ada yang menikah. Ada juga yang keluar kota bersama keluarganya. Sedangkan siswa di Bangkalan yang mengikuti UNBK lulus 100 persen. Siswa mampu memenuhi kriteria untuk bisa mendapat gelar kelulusan. ”Alhamdulillah lulus semua yang ikut UNBK,” terangnya.

Mantan kepala Cabang Disdik Jatim Wilayah Mojokerto itu menambahkan, pelaksanaan UNBK tahun ini akan kembali dilakukan evaluasi. Termasuk kelulusan siswa agar penyelenggaraan tahun ajaran 2018-2019 lebih baik.

Kini sekolah bersiap melaksanakan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Sekolah sudah mengajukan usulan pagu. Tinggal menunggu ketentuan dari pemerintah provinsi (pemprov). ”Kami kumpulkan kepala sekolah,” tutupnya.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Bangkalan Kamus mengatakan, ada tiga kriteria kelulusan yang harus dipenuhi. Nilai UNBK tidak menjamin kelulusan peserta didik. Harus tuntas mengikuti masa belajar enam semester. Dibuktikan dengan rapor.

Baca Juga :  Disdik Siap Gelar UNBK Berintegritas dan Profesional

Dalam kata lain mampu memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM). Selain itu harus mengikuti ujian nasional. Peserta didik juga dituntut memiliki kualifikasi etika minimal baik (berkelakuan baik) dari sekolah.

”Siswa bisa lulus jika sudah memenuhi kriteria kelulusan. Nilai UNBK tidak menentukan anak itu lulus atau tidak,” ucap kepala SMKN 3 Bangkalan itu.

Meski memiliki nilai tinggi, jika siswa memiliki catatan kelakuan buruk, bisa jadi tidak diluluskan. Ketentuan kelulusan saat ini sudah menjadi wewenang lembaga masing-masing. ”Perilaku keseharian anak diukur berdasarkan penilaian dari guru BK, wali kelas, catatan kriminal, dan sebagainya,” jelas Kamus.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/