alexametrics
20.8 C
Madura
Tuesday, June 28, 2022

Bukan Penentu Kelulusan, Peserta Unas Tetap Serius

BANGKALAN – Hasil ujian nasional (unas) tetap tidak menjadi patokan peserta didik lulus atau tidak. Ketentuan tersebut sudah berlaku mulai beberapa tahun lalu. Namun, siswa diharapkan tetap bersungguh-sungguh dalam mengikuti ujian.

Kasi Kurikulum SMP Disdik Bangkalan Risman Iriyanto menyampaikan, sejak empat tahun lalu unas sudah tidak dipakai untuk penentu kelulusan siswa. Seperti ujian nasional berbasis komputer (UNBK), tidak ada hubungannya dengan kelulusan. ”Proses pendidikan siswa masak ditentukan oleh ujian yang hanya empat hari?” ungkapnya kemarin (4/2).

Risman menerangkan, kelulusan siswa merupakan kebijakan sekolah. Dia menjamin siswa tidak akan meremehkan unas. Selain itu, dia memastikan sekolah tetap menjaga mutu. Ada kriteria kelulusan siswa yang disusun secara ketat. ”Sekolah pasti tidak akan sembarangan menyusun kriteria kelulusan. Kriteria ini disusun sejak awal tahun pelajaran,” kata Risman.

Baca Juga :  Pj Bupati-Kadisdik Tinjau Pelaksanaan UNBK SMP

Pemerintah provinsi, daerah, dan sekolah, tetap mengacu pada standar kompetensi lulusan untuk meluluskan peserta didiknya. Siswa bisa lulus jika memiliki nilai kepribadian dan nilai akademik minimal kategori baik.

Beberapa penilaian penentu kelulusan di antaranya, perilaku, kedisiplinan, nilai ujian sekolah berstandar nasional (USBN), prestasi serta nilai akademik lainnya. ”Minimal kriteria baik,” paparnya.

Plt Kepala Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika mengatakan, meski tidak menjadi penentu kelulusan, peserta didik harus maksimal mengikuti unas. Sebab, nilai unas juga menjadi pemetaan mutu. Mutu guru, proses pembelajaran, penilaian, standar mata pelajaran (mapel), dan sebagainya.

Tidak hanya itu, nilai unas juga berpengaruh pada proses pe-ranking-an saat penerimaan peserta didik baru (PPDB). Jadi, yang paling berpeluang diterima pada sekolah tujuan yakni lulusan yang memiliki nilai unas tinggi. ”Harus tetap rajin belajar, siapkan diri menghadapi ujian, kerjakan sebaik-baiknya. Tidak menentukan untuk kelulusan, tapi menentukan untuk bidang lain,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Sistem Rujukan Berjenjang BPJSKes Dinilai Sulitkan Pasien

BANGKALAN – Hasil ujian nasional (unas) tetap tidak menjadi patokan peserta didik lulus atau tidak. Ketentuan tersebut sudah berlaku mulai beberapa tahun lalu. Namun, siswa diharapkan tetap bersungguh-sungguh dalam mengikuti ujian.

Kasi Kurikulum SMP Disdik Bangkalan Risman Iriyanto menyampaikan, sejak empat tahun lalu unas sudah tidak dipakai untuk penentu kelulusan siswa. Seperti ujian nasional berbasis komputer (UNBK), tidak ada hubungannya dengan kelulusan. ”Proses pendidikan siswa masak ditentukan oleh ujian yang hanya empat hari?” ungkapnya kemarin (4/2).

Risman menerangkan, kelulusan siswa merupakan kebijakan sekolah. Dia menjamin siswa tidak akan meremehkan unas. Selain itu, dia memastikan sekolah tetap menjaga mutu. Ada kriteria kelulusan siswa yang disusun secara ketat. ”Sekolah pasti tidak akan sembarangan menyusun kriteria kelulusan. Kriteria ini disusun sejak awal tahun pelajaran,” kata Risman.

Baca Juga :  Dewan Pendidikan Tuding Disdik Tebang Pilih

Pemerintah provinsi, daerah, dan sekolah, tetap mengacu pada standar kompetensi lulusan untuk meluluskan peserta didiknya. Siswa bisa lulus jika memiliki nilai kepribadian dan nilai akademik minimal kategori baik.

Beberapa penilaian penentu kelulusan di antaranya, perilaku, kedisiplinan, nilai ujian sekolah berstandar nasional (USBN), prestasi serta nilai akademik lainnya. ”Minimal kriteria baik,” paparnya.

Plt Kepala Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika mengatakan, meski tidak menjadi penentu kelulusan, peserta didik harus maksimal mengikuti unas. Sebab, nilai unas juga menjadi pemetaan mutu. Mutu guru, proses pembelajaran, penilaian, standar mata pelajaran (mapel), dan sebagainya.

Tidak hanya itu, nilai unas juga berpengaruh pada proses pe-ranking-an saat penerimaan peserta didik baru (PPDB). Jadi, yang paling berpeluang diterima pada sekolah tujuan yakni lulusan yang memiliki nilai unas tinggi. ”Harus tetap rajin belajar, siapkan diri menghadapi ujian, kerjakan sebaik-baiknya. Tidak menentukan untuk kelulusan, tapi menentukan untuk bidang lain,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Sistem Rujukan Berjenjang BPJSKes Dinilai Sulitkan Pasien
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/