alexametrics
24 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

BOP PAUD Naik Rp 13 Miliar, Disdik Tunggu Juklak dan Juknis

BANGKALAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan mendapatkan tambahan bantuan operasional pendidikan (BOP) untuk pendidikan anak usia dini (PAUD). Dari yang awalnya Rp 10,8 miliar naik menjadi Rp 13 miliar di tahun ini.

Kabid PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdik Bangkalan Jufri Kora mengatakan, anggaran BOP 2017 mencapai Rp 10,8 miliar. Dana tersebut diproyeksikan untuk 606 lembaga dengan jumlah siswa secara keseluruhan mencapai 18.020 murid.

Sementara jumlah lembaga yang belum mendapatkan program tersebut sebanyak 91 sekolah. Itu terjadi karena terkendala beberapa faktor. Di antaranya, lembaganya belum terdaftar di data pokok pendidikan (dapodik) dan jumlah siswa masih kurang dari 12 anak.

Dia mengklaim, anggaran BOP 2017 sebesar Rp 10,8 miliar terealisasi dengan baik dan bisa dinikmati oleh lembaga penerima. Pencairan dana untuk 606 lembaga itu tidak ada potongan atau pungutan liar (pungli).

Baca Juga :  Bupati Berbelasungkawa dan Bertakziah

”Alhamdulillah BOP 2017 terealisasi dengan baik. Kami pastikan tidak ada pungli,” klaimnya kemarin (4/2).

Bagaimana dengan jatah BOP 2018? Jufri mengaku belum mengetahu secara detail. Informasi yang diterima dirinya dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan, besaran anggarannya Rp 13 miliar.

Dengan demikian, jumlah siswa dan lembaga yang mendapatkan BOP di tahun ini lebih banyak. Tentu lembaga pendidikan yang mengajukan sudah terdaftar di dapodik dan jumlah siswanya lebih dari 12 murid.

Jufri mendorong lembaga segera mendaftarkan sekolahnya di dapodik. Dana tersebut diperuntukkan untuk beberapa kegiatan. Misalnya, pembelian alat bermain siswa, alat peraga belajar, dan alat-alat belajar lainnya. Contohnya, sipol, buku, dan buku gambar.

Baca Juga :  Partisipasi Pendidikan Masyarakat di Bawah Standar

Sayangnya, Jufri mengaku belum bisa memastikan kapan BOP akan dicairkan kepada lembaga penerima. Saat ini masih menunggu petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk tenis (juknis) BOP 2018.

”Masalah realiasinya kapan, kami masih menunggu juknisnya terlebih dahulu. Tapi yang pasti tetap akan direalisasikan,” janjinya.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Moh. Holifi menyayangkan, Disdik Bangkalan belum mengetahui pasti nominal BOP 2018. Dia mendesak disdik intens berkoordinasi dengan BPKAD. ”Dinas terkait harus lebih aktif. Lebih-lebih ini diperuntukkan bagi dunia pendidikan,” desaknya.

BANGKALAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan mendapatkan tambahan bantuan operasional pendidikan (BOP) untuk pendidikan anak usia dini (PAUD). Dari yang awalnya Rp 10,8 miliar naik menjadi Rp 13 miliar di tahun ini.

Kabid PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdik Bangkalan Jufri Kora mengatakan, anggaran BOP 2017 mencapai Rp 10,8 miliar. Dana tersebut diproyeksikan untuk 606 lembaga dengan jumlah siswa secara keseluruhan mencapai 18.020 murid.

Sementara jumlah lembaga yang belum mendapatkan program tersebut sebanyak 91 sekolah. Itu terjadi karena terkendala beberapa faktor. Di antaranya, lembaganya belum terdaftar di data pokok pendidikan (dapodik) dan jumlah siswa masih kurang dari 12 anak.


Dia mengklaim, anggaran BOP 2017 sebesar Rp 10,8 miliar terealisasi dengan baik dan bisa dinikmati oleh lembaga penerima. Pencairan dana untuk 606 lembaga itu tidak ada potongan atau pungutan liar (pungli).

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Beri Penghargaan 54 Kades

”Alhamdulillah BOP 2017 terealisasi dengan baik. Kami pastikan tidak ada pungli,” klaimnya kemarin (4/2).

Bagaimana dengan jatah BOP 2018? Jufri mengaku belum mengetahu secara detail. Informasi yang diterima dirinya dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan, besaran anggarannya Rp 13 miliar.

Dengan demikian, jumlah siswa dan lembaga yang mendapatkan BOP di tahun ini lebih banyak. Tentu lembaga pendidikan yang mengajukan sudah terdaftar di dapodik dan jumlah siswanya lebih dari 12 murid.

Jufri mendorong lembaga segera mendaftarkan sekolahnya di dapodik. Dana tersebut diperuntukkan untuk beberapa kegiatan. Misalnya, pembelian alat bermain siswa, alat peraga belajar, dan alat-alat belajar lainnya. Contohnya, sipol, buku, dan buku gambar.

Baca Juga :  Hanya 22 dari 804 PAUD Terakreditasi

Sayangnya, Jufri mengaku belum bisa memastikan kapan BOP akan dicairkan kepada lembaga penerima. Saat ini masih menunggu petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk tenis (juknis) BOP 2018.

”Masalah realiasinya kapan, kami masih menunggu juknisnya terlebih dahulu. Tapi yang pasti tetap akan direalisasikan,” janjinya.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Moh. Holifi menyayangkan, Disdik Bangkalan belum mengetahui pasti nominal BOP 2018. Dia mendesak disdik intens berkoordinasi dengan BPKAD. ”Dinas terkait harus lebih aktif. Lebih-lebih ini diperuntukkan bagi dunia pendidikan,” desaknya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/