alexametrics
25.3 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Bus Seharga Rp 5,3 Miliar Masih Dikandangkan

BANGKALAN – Pengoperasian bus belum jelas. Padahal, pengadaan bus tersebut menelan biaya Rp 5,3 miliar. Hingga kini, sepuluh unit bus di Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan terparkir di garasi.

Sebagaimana diketahui, dana pengadaan empat unit bus bersumber dari APBD Bangkalan. Sementara enam unit bus lainnya dibeli dari dana alokasi khusus (DAK). Proyek pengadaan bus tersebut dianggarkan pada 2015.

Kepala Dishub Bangkalan Ram Halili mengatakan, pihaknya sudah mengajukan pengoperasian bus. Namun, hingga saat ini belum ada persetujuan dari orang nomor satu di pemkab. ”Sudah dua kali kami ajukan. Yang pertama Februari dan kedua Juli,” katanya Selasa (3/10).

Pengoperasian bus sudah dirancang. Tetapi, pelaksanaan tetap menunggu keputusan bupati. ”Kami ajukan bus untuk mengangkut pelajar dan mahasiswa. Kami tidak berani mengoperasikan kalau belum ada petunjuk dari bupati,” ujar Ram.

Baca Juga :  Penanaman Kayu Putih Dipusatkan di Kamal

Dia menambahkan, pengoperasian bus tidak diketahui kapan waktunya. ”Trayek sudah kami atur sedemikian rupa. Tinggal menunggu petunjuk bupati,” tuturnya.

Pengoperasian bus akan berdampak pada pemanfaatan halte. ”Nanti kalau beroprasi, bus akan menjemput pelajar di setiap halte,” tutur mantan kepala Satpol PP Bangkalan itu.

Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan Mahmudi mengaku pernah melakukan evaluasi bersama dishub beberapa waktu lalu. Memang sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai pemanfaatan bus.

”Kami sarankan dibentuk UPT biar lebih fokus dan pelaporannya jelas. Memang disayangkan pengelolaan bus belum ada kejelasan,” katanya.

BANGKALAN – Pengoperasian bus belum jelas. Padahal, pengadaan bus tersebut menelan biaya Rp 5,3 miliar. Hingga kini, sepuluh unit bus di Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan terparkir di garasi.

Sebagaimana diketahui, dana pengadaan empat unit bus bersumber dari APBD Bangkalan. Sementara enam unit bus lainnya dibeli dari dana alokasi khusus (DAK). Proyek pengadaan bus tersebut dianggarkan pada 2015.

Kepala Dishub Bangkalan Ram Halili mengatakan, pihaknya sudah mengajukan pengoperasian bus. Namun, hingga saat ini belum ada persetujuan dari orang nomor satu di pemkab. ”Sudah dua kali kami ajukan. Yang pertama Februari dan kedua Juli,” katanya Selasa (3/10).


Pengoperasian bus sudah dirancang. Tetapi, pelaksanaan tetap menunggu keputusan bupati. ”Kami ajukan bus untuk mengangkut pelajar dan mahasiswa. Kami tidak berani mengoperasikan kalau belum ada petunjuk dari bupati,” ujar Ram.

Baca Juga :  Gudang Terbakar, Perusahaan Ekspedisi Rugi Rp 2,3 Miliar

Dia menambahkan, pengoperasian bus tidak diketahui kapan waktunya. ”Trayek sudah kami atur sedemikian rupa. Tinggal menunggu petunjuk bupati,” tuturnya.

Pengoperasian bus akan berdampak pada pemanfaatan halte. ”Nanti kalau beroprasi, bus akan menjemput pelajar di setiap halte,” tutur mantan kepala Satpol PP Bangkalan itu.

Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan Mahmudi mengaku pernah melakukan evaluasi bersama dishub beberapa waktu lalu. Memang sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai pemanfaatan bus.

”Kami sarankan dibentuk UPT biar lebih fokus dan pelaporannya jelas. Memang disayangkan pengelolaan bus belum ada kejelasan,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/