alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Teken Sekretaris Komisi Dipalsukan

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Internal DPRD Bangkalan semakin bergejolak. Paripurna penetapan susunan keanggotaan pansus perubahan mitra komisi pada tata tertib (tatib) kemarin (3/9) disoal. Penyebabnya, tanda tangan kehadiran (presensi) sekretaris komisi A diduga dipalsukan.

Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan Agus Kurniawan merasa tidak membubuhkan tanda tangan di daftar hadir tersebut. Namun, di kolom teken nomor 34 yang tertulis namanya sudah terisi.

Agus mengatakan, rapat paripurna kali ini terkesan dipaksakan.”Tidak dipaksakan gimana, tanda tangan saya ini dipalsukan,” kata dia.

Politikus Partai Demokrat itu mengaku datang ke kantor DPRD untuk mengikuti rapat paripurna. Namun, ketika sampai di kantor dewan, rapat paripurna sudah selesai. ”Ketika saya lihat di presensi, tanda tangan saya sudah terisi,” ungkapnya.

Dia menyatakan, tindakan semacam ini tidak ubahnya dengan pemalsuan tanda tangan. Sebagai anggota yang dirugikan, Agus merasa tidak terima. ”Kalau soal kuorum, kata teman, kuorum. Tapi, yang bikin saya keberatan, pemalsuan tanda tangannya itu,” sebutnya.

Baca Juga :  Tiga Bulan, SPAM Rp 37 M Baru Terealisasi 15 Persen

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Hotib Marzuki mengaku tidak tahu jika ada anggota dewan yang tanda tangannya dipalsukan. Namun, pimpinan membacakan kehadiran anggota dewan berdasarkan presensi yang disodorkan bagian sekretariat DPRD.

”Kami melanjutkan sidang paripurna karena sesuai absensi yang dilaporkan pihak sekretariat DPRD,” katanya.

Berdasarkan persensi itu, tingkat kehadiran anggota dewan sudah memenuhi kuorum. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan sidang paripurna. ”Kuorum tidaknya kan bergantung presensi,” sebutnya.

Pihaknya meyakini tidak mungkin ada tanda tangan yang dipalsukan. Kalaupun ada, itu paling hanya ketelisut saja. ”Kolom tanda tangan kan kecil, mungkin hanya salah menempatkan tanda tangan,” ucapnya.

Kolom tanda tangan kehadiran Agus Kurniawan berada di nomor 34. Tanda tangan Asis nomor 33 dan Abdurrachman nomor 35 kosong. Dua kolom tanda tangan dua legislator itu juga kosong pada agenda paripurna sehari sebelumnya, Rabu (2/9).

Baca Juga :  Terus Kembangkan Varietas Unggulan

Hari itu DPRD Bangkalan menggelar dua agenda paripurna. Yakni, penetapan perubahan susunan keanggotaan alat kelengkapan DPRD Bangkalan. Juga penetapan susunan keanggotaan panitia khusus (pansus) tujuh raperda usulan eksekutif. Di dua lembar daftar hadir itu tertulis tanggal 2 Agustus 2020.

Tanda tangan Agus di dua lembar presensi itu sama. Namun, berbeda dengan yang tercantum di daftar hadir paripurna kemarin.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Bangkalan Ahmad Roniun Hamid menegaskan tidak ada tanda tangan yang dipalsukan. Dia memastikan yang membubuhkan teken itu orangnya sendiri.

Kalaupun ada dan ketahuan dipalsukan, akan dibahas di Badan Kehormatan (BK) dan pimpinan dewan. Termasuk, mengenai sanksinya. ”Kami pastikan tidak ada tanda tangan yang dipalsukan,” tandasnya.

- Advertisement -

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Internal DPRD Bangkalan semakin bergejolak. Paripurna penetapan susunan keanggotaan pansus perubahan mitra komisi pada tata tertib (tatib) kemarin (3/9) disoal. Penyebabnya, tanda tangan kehadiran (presensi) sekretaris komisi A diduga dipalsukan.

Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan Agus Kurniawan merasa tidak membubuhkan tanda tangan di daftar hadir tersebut. Namun, di kolom teken nomor 34 yang tertulis namanya sudah terisi.

Agus mengatakan, rapat paripurna kali ini terkesan dipaksakan.”Tidak dipaksakan gimana, tanda tangan saya ini dipalsukan,” kata dia.


Politikus Partai Demokrat itu mengaku datang ke kantor DPRD untuk mengikuti rapat paripurna. Namun, ketika sampai di kantor dewan, rapat paripurna sudah selesai. ”Ketika saya lihat di presensi, tanda tangan saya sudah terisi,” ungkapnya.

Dia menyatakan, tindakan semacam ini tidak ubahnya dengan pemalsuan tanda tangan. Sebagai anggota yang dirugikan, Agus merasa tidak terima. ”Kalau soal kuorum, kata teman, kuorum. Tapi, yang bikin saya keberatan, pemalsuan tanda tangannya itu,” sebutnya.

Baca Juga :  Janji Lelang Aset Meleset Pemkab Kesulitan Kumpulkan Kendaraan

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Hotib Marzuki mengaku tidak tahu jika ada anggota dewan yang tanda tangannya dipalsukan. Namun, pimpinan membacakan kehadiran anggota dewan berdasarkan presensi yang disodorkan bagian sekretariat DPRD.

”Kami melanjutkan sidang paripurna karena sesuai absensi yang dilaporkan pihak sekretariat DPRD,” katanya.

Berdasarkan persensi itu, tingkat kehadiran anggota dewan sudah memenuhi kuorum. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan sidang paripurna. ”Kuorum tidaknya kan bergantung presensi,” sebutnya.

Pihaknya meyakini tidak mungkin ada tanda tangan yang dipalsukan. Kalaupun ada, itu paling hanya ketelisut saja. ”Kolom tanda tangan kan kecil, mungkin hanya salah menempatkan tanda tangan,” ucapnya.

Kolom tanda tangan kehadiran Agus Kurniawan berada di nomor 34. Tanda tangan Asis nomor 33 dan Abdurrachman nomor 35 kosong. Dua kolom tanda tangan dua legislator itu juga kosong pada agenda paripurna sehari sebelumnya, Rabu (2/9).

Baca Juga :  Dua Dusun Tergenang Banjir

Hari itu DPRD Bangkalan menggelar dua agenda paripurna. Yakni, penetapan perubahan susunan keanggotaan alat kelengkapan DPRD Bangkalan. Juga penetapan susunan keanggotaan panitia khusus (pansus) tujuh raperda usulan eksekutif. Di dua lembar daftar hadir itu tertulis tanggal 2 Agustus 2020.

Tanda tangan Agus di dua lembar presensi itu sama. Namun, berbeda dengan yang tercantum di daftar hadir paripurna kemarin.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Bangkalan Ahmad Roniun Hamid menegaskan tidak ada tanda tangan yang dipalsukan. Dia memastikan yang membubuhkan teken itu orangnya sendiri.

Kalaupun ada dan ketahuan dipalsukan, akan dibahas di Badan Kehormatan (BK) dan pimpinan dewan. Termasuk, mengenai sanksinya. ”Kami pastikan tidak ada tanda tangan yang dipalsukan,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/