alexametrics
21.7 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Perjuangan Satgas Covid-19 Tekan Laju Persebaran Covid-19 di Bangkalan

Kabupaten Bangkalan sempat menjadi sorotan nasional karena tingginya laju persebaran Covid-19. Namun, secara perlahan, kabupaten di ujung barat Pulau Garam ini membuktikan bisa mengatasi sebaran virus korona.

JUPRI, Bangkalan, Jaws Pos Radar Madura

LONJAKAN kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan terjadi setelah Lebaran Idul Fitri. Ledakan pertama muncul dari Kecamatan Arosbaya dengan persebaran klaster keluarga. Kemudian, merembet ke beberapa kecamatan lainnya seperti Klampis, Kota, dan Geger.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan berhasil menekan laju persebaran Covid-19 di Kota Salak. Jika sebelumnya 18 kecamatan zona merah, saat ini persebarannya mulai melandai.

Buktinya, hanya dua kecamatan yang statusnya zona merah. Yakni, Kecamatan Galis dan Kamal. Sedangkan sisanya sudah berubah menjadi zona oranye karena tren persebaran Covid-19 terus melandai.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Bangkalan Agus Zein mengutarakan, banyak langkah yang dilakukan pemerintah untuk menekan laju persebaran Covid-19. Salah satunya dengan pemberlakuan Operasi Yustisi kepada pengguna jalan. Kegiatan yang melibatkan TNI-Polri tersebut menunjukkan progres yang sangat baik. 

Buktinya, sudah sangat sulit ditemukan pengguna kendaraan yang tidak menggunakan masker. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) semakin meningkat. 

Baca Juga :  TP4D Bakal Tinjau Proyek SPAM Belasan Miliar

”Ini adalah buah dari kerja keras bersama yang dilakukan oleh satgas dengan seluruh stakeholder,” ungkap kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bangkalan itu, Selasa (3/8).

Menurut Agus, melandainya laju persebaran Covid-19 di Bangkalan juga tidak lepas dari imbauan dan sosialisasi penerapan prokes kepada masyarakat. Itu tidak lepas dari kegigihan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron dalam mengedukasi masyarakat. 

Bahkan, Kamis (10/6) bupati pernah melakukan sosialisasi secara langsung menggunakan mobil operasional Polsek Arosbaya dengan berkeliling di dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Arosbaya dan Geger. 

”Hal ini harus kita pertahankan bersama karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu peran serta semua pihak,” tutur pria bekacamata itu.

Sebelumnya, sambung Agus, pemerintah sempat kesulitan mendorong masyarakat untuk disiplin menerapkan prokes. Itu semua tidak lepas dari derasnya hoaks yang memengaruhi sikap masyarakat selama ini. 

Dengan capaian kasus yang semakin rendah tersebut, Pemkab Bangkalan akan terus mempertahakan langkah-langkah yang telah dilakukan. Selain itu, satgas Covid-19 Bangkalan akan terus memasifkan pelaksanaan vaksinasi. Tujuannya, supaya terwujud kekebalan komunal. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membuka pelayanan vaksinasi gratis di berbagai lokasi setiap hari. 

Baca Juga :  Kian Sedikit, Kebun Salak Terancam Punah

Di antaranya, di Gedung Serbaguna Rato Ebuh, Pos Kesdim, Klinik Pratama, dan di 22 puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan di Bangkalan. Pelaksanaan percepatan vaksinasi itu merupakan inisiasi tiga pilar. Yaitu, Pemkab Bangkalan, TNI, dan Polri.

Meski berbagai upaya untuk menekan laju persebaran Covid-19 dimaksimalkan, ada satu hal yang sampai saat ini belum optimal. Yakni, testing, tracing, dan treatment (3T). Padahal, tiga langkah penting itu adalah kunci utama untuk melacak keberadaan orang yang terpapar Covid-19 sehingga tidak bisa menekan kasus baru.

”Langkah 3T penting untuk mengetahui masyarakat yang terkonfirmasi. Dengan demikian, kita bisa mengarahkan kalau ringan cukup ke puskesmas, sedang dan berat harus ke rumah sakit,” imbuhnya.

Dua kecamatan yang sampai saat ini masih zona merah akan diberi perhatian khsus. Namun yang jelas, Satgas Covid-19 Bangkalan sudah megantongi alasan-alasan mengapa Kecamatan Galis dan Kamal masih menyandang zona merah. 

”Rumusannya sudah ada mengapa masih zona merah, sudah kita pahami, dan sudah ada apa yang kita lakukan. Tinggal partisipasi dan tingkat kesadaran masyarakat yang akan menentukan,” pungkasnya. (*/onk)

- Advertisement -

Kabupaten Bangkalan sempat menjadi sorotan nasional karena tingginya laju persebaran Covid-19. Namun, secara perlahan, kabupaten di ujung barat Pulau Garam ini membuktikan bisa mengatasi sebaran virus korona.

JUPRI, Bangkalan, Jaws Pos Radar Madura

LONJAKAN kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan terjadi setelah Lebaran Idul Fitri. Ledakan pertama muncul dari Kecamatan Arosbaya dengan persebaran klaster keluarga. Kemudian, merembet ke beberapa kecamatan lainnya seperti Klampis, Kota, dan Geger.


Pemerintah Kabupaten Bangkalan berhasil menekan laju persebaran Covid-19 di Kota Salak. Jika sebelumnya 18 kecamatan zona merah, saat ini persebarannya mulai melandai.

Buktinya, hanya dua kecamatan yang statusnya zona merah. Yakni, Kecamatan Galis dan Kamal. Sedangkan sisanya sudah berubah menjadi zona oranye karena tren persebaran Covid-19 terus melandai.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Bangkalan Agus Zein mengutarakan, banyak langkah yang dilakukan pemerintah untuk menekan laju persebaran Covid-19. Salah satunya dengan pemberlakuan Operasi Yustisi kepada pengguna jalan. Kegiatan yang melibatkan TNI-Polri tersebut menunjukkan progres yang sangat baik. 

Buktinya, sudah sangat sulit ditemukan pengguna kendaraan yang tidak menggunakan masker. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) semakin meningkat. 

Baca Juga :  Disbudpar Gandeng Juri Berkompeten-Independen

”Ini adalah buah dari kerja keras bersama yang dilakukan oleh satgas dengan seluruh stakeholder,” ungkap kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bangkalan itu, Selasa (3/8).

Menurut Agus, melandainya laju persebaran Covid-19 di Bangkalan juga tidak lepas dari imbauan dan sosialisasi penerapan prokes kepada masyarakat. Itu tidak lepas dari kegigihan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron dalam mengedukasi masyarakat. 

Bahkan, Kamis (10/6) bupati pernah melakukan sosialisasi secara langsung menggunakan mobil operasional Polsek Arosbaya dengan berkeliling di dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Arosbaya dan Geger. 

”Hal ini harus kita pertahankan bersama karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu peran serta semua pihak,” tutur pria bekacamata itu.

Sebelumnya, sambung Agus, pemerintah sempat kesulitan mendorong masyarakat untuk disiplin menerapkan prokes. Itu semua tidak lepas dari derasnya hoaks yang memengaruhi sikap masyarakat selama ini. 

Dengan capaian kasus yang semakin rendah tersebut, Pemkab Bangkalan akan terus mempertahakan langkah-langkah yang telah dilakukan. Selain itu, satgas Covid-19 Bangkalan akan terus memasifkan pelaksanaan vaksinasi. Tujuannya, supaya terwujud kekebalan komunal. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membuka pelayanan vaksinasi gratis di berbagai lokasi setiap hari. 

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Kukuhkan Paskibraka

Di antaranya, di Gedung Serbaguna Rato Ebuh, Pos Kesdim, Klinik Pratama, dan di 22 puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan di Bangkalan. Pelaksanaan percepatan vaksinasi itu merupakan inisiasi tiga pilar. Yaitu, Pemkab Bangkalan, TNI, dan Polri.

Meski berbagai upaya untuk menekan laju persebaran Covid-19 dimaksimalkan, ada satu hal yang sampai saat ini belum optimal. Yakni, testing, tracing, dan treatment (3T). Padahal, tiga langkah penting itu adalah kunci utama untuk melacak keberadaan orang yang terpapar Covid-19 sehingga tidak bisa menekan kasus baru.

”Langkah 3T penting untuk mengetahui masyarakat yang terkonfirmasi. Dengan demikian, kita bisa mengarahkan kalau ringan cukup ke puskesmas, sedang dan berat harus ke rumah sakit,” imbuhnya.

Dua kecamatan yang sampai saat ini masih zona merah akan diberi perhatian khsus. Namun yang jelas, Satgas Covid-19 Bangkalan sudah megantongi alasan-alasan mengapa Kecamatan Galis dan Kamal masih menyandang zona merah. 

”Rumusannya sudah ada mengapa masih zona merah, sudah kita pahami, dan sudah ada apa yang kita lakukan. Tinggal partisipasi dan tingkat kesadaran masyarakat yang akan menentukan,” pungkasnya. (*/onk)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Desa Jambu Dikepung Banjir

Caleg Jadi Pimpinan BUMD Disoal

CSR Migas Perbaiki Ekonomi Masyarakat

Artikel Terbaru

/