alexametrics
28.9 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Sembilan Penyandang Disabilitas Tak Dapat Bantuan

BANGKALAN – Bantuan sosial (bansos) bagi orang dengan kecacatan berat (ODKB) belum merata. Terungkap, sembilan disabilitas di Bangkalan tidak mendapatkan bantuan.

Kabid Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan Ahmad Riady menerangkan, untuk 2018 pihaknya mengusulkan sebanyak 29 ODKB ke Kementerian Sosial. Namun, hanya 20 orang yang mendapat bantuan. Sembilan sisanya tidak disetujui untuk menerima bansos.

”Karena ini program bantuan dari kementerian. Usulan kami 29 orang. Yang disetujui hanya 20. Bukan kami yang menentukan,” ujarnya Selasa (3/7).

Dia menjelaskan, dari 20 penerima bansos disabilitas, dua orang meninggal dunia. Dengan demikian, tersisa 18 penerima bantuan. ”Tidak bisa digantikan pada yang lain. Jadi kembali ke kas negara,” jelasnya.

Baca Juga :  Menko Airlangga Dukung Penyandang Disabilitas Terus Produktif dan Berkreasi

Bantuan yang diberikan pada para ODKB berupa uang sebesar Rp 2 juta dalam setahun. Pencairannya dilakukan dengan cara nontunai dan ditransfer ke masing-masing rekening penerima.

”Dicairkan empat kali dalam setahun. Setiap tahap Rp 500 ribu. Bantuan langsung disalurkan pada ODKB melalui keluarganya,” terang Ahmad.

Terpisah, anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Thohir menyampaikan, meski sudah dilaksanakan penyaluran nontunai, pemerintah tetap harus memastikan bantuan tersebut tepat sasaran. ”Sampai atau tidak bantuan itu perlu dikawal. Agar benar-benar sampai di tangan yang berhak. Pastinya bantuan ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.

 

BANGKALAN – Bantuan sosial (bansos) bagi orang dengan kecacatan berat (ODKB) belum merata. Terungkap, sembilan disabilitas di Bangkalan tidak mendapatkan bantuan.

Kabid Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan Ahmad Riady menerangkan, untuk 2018 pihaknya mengusulkan sebanyak 29 ODKB ke Kementerian Sosial. Namun, hanya 20 orang yang mendapat bantuan. Sembilan sisanya tidak disetujui untuk menerima bansos.

”Karena ini program bantuan dari kementerian. Usulan kami 29 orang. Yang disetujui hanya 20. Bukan kami yang menentukan,” ujarnya Selasa (3/7).


Dia menjelaskan, dari 20 penerima bansos disabilitas, dua orang meninggal dunia. Dengan demikian, tersisa 18 penerima bantuan. ”Tidak bisa digantikan pada yang lain. Jadi kembali ke kas negara,” jelasnya.

Baca Juga :  Ribuan Anak dan Lansia di Bangkalan Telantar

Bantuan yang diberikan pada para ODKB berupa uang sebesar Rp 2 juta dalam setahun. Pencairannya dilakukan dengan cara nontunai dan ditransfer ke masing-masing rekening penerima.

”Dicairkan empat kali dalam setahun. Setiap tahap Rp 500 ribu. Bantuan langsung disalurkan pada ODKB melalui keluarganya,” terang Ahmad.

Terpisah, anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Thohir menyampaikan, meski sudah dilaksanakan penyaluran nontunai, pemerintah tetap harus memastikan bantuan tersebut tepat sasaran. ”Sampai atau tidak bantuan itu perlu dikawal. Agar benar-benar sampai di tangan yang berhak. Pastinya bantuan ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/