alexametrics
20.6 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Bangkalan Absen Penghargaan Adipura Tiga Tahun

BANGKALAN – Sudah tiga tahun Pemkab Bangkalan absen dari penghargaan Adipura. Kali terakhir pemkab menerima penghargaan bidang tata kelola lingkungan perkotaan tersebut pada 2014.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan optimistis tahun ini bisa meraih penghargaan Adipura. Alasannya, banyak objek-objek penilaian Adipura yang sudah dibenahi dan diperbaiki.

Kepala DLH Bangkalan Ishak Sudibyo mengutarakan, Bangkalan memang sudah lama tidak meraih penghargaan Adipura. Penyebabnya, tempat pembuangan akhir (TPA) sampah masih controlled landfill.  ”Padahal, salah satu syarat untuk mendapat penghargaan Adipura, TPA harus sanitary landfill,” dalihnya.

Menurut dia, sampai saat ini TPA di Bangkalan tetap controlled landfill. DLH mengaku sudah berupaya untuk pindah dan mencari lokasi TPA yang lebih luas. Namun, hingga saat ini belum memperoleh lahan yang diinginkan. ”Luas TPA di Bangkalan belum standar,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Akan Umrahkan Dua Peserta Juara MTQ

Pejabat yang akrab disapa Yoyok itu tetap mengaku optimistis bisa mendapat penghargaan Adipura. Meskipun, TPA di Bangkalan tidak memenuhi standar. ”Saya perbaiki objek penilaian yang lain,” ujarnya.

Misalnya, sambung dia, dilakukan peningkatan kebersihan di sejumlah taman. Kemudian, ada taman edukasi seperti Taman Paseban. Juga tersedianya tempat sampah terpilah di sepanjang jalan Kota Bangkalan. ”Objek penilaian Adipura yang lain jadi pendukung. Meskipun, poin penilaian TPA itu tinggi,” jelasnya.

Pada penilaian Adipura 2018, tim dari Kementerian Lingkungan Hidup sudah dua kali turun ke Bangkalan melakukan penilaian fisik. Selanjutnya penilaian terakhir. ”Mestinya bulan ini sudah dilakukan penilaian akhir,” ujarnya.

Beberapa pekan yang lalu DLH Bangkalan mengirim dokumen nonfisik ke Kementerian Lingkungan Hidup. Di antaranya, peraturan, foto-foto kegiatan lingkungan, data luas ruang terbuka hijau, dan luas jalan Kota Bangkalan. ”Semua kami penuhi, tinggal menunggu tim penilai datang lagi ke Bangkalan,” ucapnya.

Baca Juga :  Hujan Sudah Turun, 82 Desa Masih Kekeringan

Anggota Komisi C DPRD Bangkalan Musawwir mengatakan, sudah saatnya Bangkalan meraih penghargaan Adipura. Sebab, tiap tahun anggaran kegiatan pengembangan pengelolaan sampah dan lingkungan tidak sedikit. ”Kalau tahun ini tidak dapat lagi, perlu dipertanyakan kinerja DLH,” tegasnya.

BANGKALAN – Sudah tiga tahun Pemkab Bangkalan absen dari penghargaan Adipura. Kali terakhir pemkab menerima penghargaan bidang tata kelola lingkungan perkotaan tersebut pada 2014.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan optimistis tahun ini bisa meraih penghargaan Adipura. Alasannya, banyak objek-objek penilaian Adipura yang sudah dibenahi dan diperbaiki.

Kepala DLH Bangkalan Ishak Sudibyo mengutarakan, Bangkalan memang sudah lama tidak meraih penghargaan Adipura. Penyebabnya, tempat pembuangan akhir (TPA) sampah masih controlled landfill.  ”Padahal, salah satu syarat untuk mendapat penghargaan Adipura, TPA harus sanitary landfill,” dalihnya.


Menurut dia, sampai saat ini TPA di Bangkalan tetap controlled landfill. DLH mengaku sudah berupaya untuk pindah dan mencari lokasi TPA yang lebih luas. Namun, hingga saat ini belum memperoleh lahan yang diinginkan. ”Luas TPA di Bangkalan belum standar,” katanya.

Baca Juga :  Pasang Portal Otomatis agar Tak Kemalingan Lagi

Pejabat yang akrab disapa Yoyok itu tetap mengaku optimistis bisa mendapat penghargaan Adipura. Meskipun, TPA di Bangkalan tidak memenuhi standar. ”Saya perbaiki objek penilaian yang lain,” ujarnya.

Misalnya, sambung dia, dilakukan peningkatan kebersihan di sejumlah taman. Kemudian, ada taman edukasi seperti Taman Paseban. Juga tersedianya tempat sampah terpilah di sepanjang jalan Kota Bangkalan. ”Objek penilaian Adipura yang lain jadi pendukung. Meskipun, poin penilaian TPA itu tinggi,” jelasnya.

Pada penilaian Adipura 2018, tim dari Kementerian Lingkungan Hidup sudah dua kali turun ke Bangkalan melakukan penilaian fisik. Selanjutnya penilaian terakhir. ”Mestinya bulan ini sudah dilakukan penilaian akhir,” ujarnya.

Beberapa pekan yang lalu DLH Bangkalan mengirim dokumen nonfisik ke Kementerian Lingkungan Hidup. Di antaranya, peraturan, foto-foto kegiatan lingkungan, data luas ruang terbuka hijau, dan luas jalan Kota Bangkalan. ”Semua kami penuhi, tinggal menunggu tim penilai datang lagi ke Bangkalan,” ucapnya.

Baca Juga :  Bappeda Belum Serahkan RAPBD ke Gubernur

Anggota Komisi C DPRD Bangkalan Musawwir mengatakan, sudah saatnya Bangkalan meraih penghargaan Adipura. Sebab, tiap tahun anggaran kegiatan pengembangan pengelolaan sampah dan lingkungan tidak sedikit. ”Kalau tahun ini tidak dapat lagi, perlu dipertanyakan kinerja DLH,” tegasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Sumenep Tiga Kali Berturut-turut Raih WTP

Gagal Lelang, DAK Rp 1,5 M Hangus

Artikel Terbaru

/