alexametrics
22.4 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Peserta Konvoi Kelulusan Menangis Motor Diamankan Polisi

BANGKALAN – Konvoi dan coret-coret seragam oleh pelajar yang merayakan kelulusan masih berlangsung hingga Kamis (3/5). Namun, arak-arakan dan geber motor di jalan raya membuat siswa harus berurusan dengan polisi.

Daerah sekitar Pelabuhan Timur Kamal bising bunyi knalpot brong. Baju warna-warni beriringan menunggangi motor. Di beberapa lokasi terlihat polisi. Salah satunya di jalan raya Kamal. Saat konvoi melintas, salah satu kontak motor siswa berhasil dirampas karena mengganggu lalu lintas.

Saat hendak diamankan polisi, motornya dibawa lari. Hingga sekitar pukul 11.15, polisi sudah mengamankan tiga motor peserta konvoi. Rata-rata motor tidak sesuai standar. Knalpot brong, ban kecil, dan tidak dilengkapi spion. Ada juga tanpa nomor polisi (nopol).

Abdul Rosyid, siswa SMK di Labang berboncengan dengan Sukma dari SMA di Surabaya. Motor mereka menjadi salah satu yang diamankan petugas. Saat motor yang ditunggangi diamankan, Sukma menangis, meminta polisi mengembalikan motornya.

Ditanya surat-surat kendaraan, tidak dibawa. Motor merah itu menggunakan ban kecil dan tanpa nopol. ”Itu motor saya, Pak. Jangan dibawa,” ucapnya sembari terisak.

Agar tidak jadi tontonan warga, petugas meminta untuk mengambil motornya ke Polsek Kamal. Lagi-lagi siswi itu meminta agar motornya dikembalikan. Dia tidak mau ikut ke polsek. ”Saya takut polisi,” kata siswi berambut setengah pirang itu.

Baca Juga :  Mahasiswi UTM Jadi Runner Up Miss Nusantara

Sementara Abdul Rosyid sibuk dengan handphone, berkali-kali melakukan panggilan. Di lokasi yang sama, rombongan konvoi kembali datang. Namun, balik kucing saat melihat petugas. Bukannya malu, sejumlah siswa malah menggeber motor.

Kapolsek Kamal AKP Sudaryanto menyampaikan, petugas bersiaga untuk mengantisipasi potensi kecelakaan di jalan raya. Selain itu, mencegah konvoi siswa yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat. Motor yang tidak sesuai standar diamankan.

”Kalau sampai terjadi kecelakaan kan kasihan. Apalagi rata-rata peserta konvoi tidak menggunakan alat keselamatan berkendara, seperti helm,” ungkapnya.

Selain berjaga di sejumlah titik, beberapa petugas juga melakukan penertiban menggunakan mobil patroli. Pada Rabu (2/5), Polsek Kamal mengamankan 12 motor peserta konvoi. ”Demi kenyamanan masyarakat. Kalau geber-geber motor pakai knalpot brong jelas mengganggu,” ujarnya.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin mengutarakan, proses penertiban konvoi kelulusan memang dilakukan di seluruh polsek jajaran. Motor yang diamankan bisa diambil jika membawa surat-surat kendaraan dan mengembalikan kondisi motor sesuai standar.

Baca Juga :  Butuh Tambahan Rp 6 Miliar, Insentif untuk Guru Ngaji dan Madin

”Bisa diambil kembali asal surat-surat motor lengkap,” jelasnya.

Kepala Cabang Disdik Jawa Timur Wilayah Bangkalan Arif Khamzah menegaskan, pihaknya sudah meminta sekolah untuk mencegah para lulusan untuk berkonvoi. Dia mengatakan, setidaknya sekolah bisa memberikan arahan atau kegiatan bagi siswa dalam merayakan kelulusan. ”Kami sudah lakukan upaya untuk menekan pelajar berkonvoi. Kami juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk pengamanan,” pungkasnya.

Konvoi kelulusan dengan mencoret seragam mendapat kecaman Plt Kepala Cabang Disdik Jawa Timur Wilayah Sumenep Slamet Goestiantoko. Menurut dia, konvoi kurang bermanfaat. Pihaknya sudah menyosialisasikan kepada sekolah supaya melarang siswa berkonvoi. ”Kami sudah meminta (kepada kepala sekolah) tolong untuk ditindak tegas,” ujarnya.

Pihaknya menyarankan supaya siswa tidak melakukan kegiatan kurang bermanfaat. Lebih baik seragamnya dikumpulkan dan diberikan kepada siswa yang kurang mampu. ”Kan banyak saudara-saudara kita yang kurang ampu. Tolong kepala sekolah untuk menyikapi itu,” imbaunya.

Kalau misalkan tetap ada konvoi, pihaknya meminta sekolah memanggil wali murid yang bersangkutan. Polisi juga langsung menindak tegas. ”Kegiatan positif saat ini banyak, seperti istighotsah. Konvoi ini kegiatan tidak bermanfaat, mengganggu, dan bebaahaya,” imbuh Slamet.

BANGKALAN – Konvoi dan coret-coret seragam oleh pelajar yang merayakan kelulusan masih berlangsung hingga Kamis (3/5). Namun, arak-arakan dan geber motor di jalan raya membuat siswa harus berurusan dengan polisi.

Daerah sekitar Pelabuhan Timur Kamal bising bunyi knalpot brong. Baju warna-warni beriringan menunggangi motor. Di beberapa lokasi terlihat polisi. Salah satunya di jalan raya Kamal. Saat konvoi melintas, salah satu kontak motor siswa berhasil dirampas karena mengganggu lalu lintas.

Saat hendak diamankan polisi, motornya dibawa lari. Hingga sekitar pukul 11.15, polisi sudah mengamankan tiga motor peserta konvoi. Rata-rata motor tidak sesuai standar. Knalpot brong, ban kecil, dan tidak dilengkapi spion. Ada juga tanpa nomor polisi (nopol).


Abdul Rosyid, siswa SMK di Labang berboncengan dengan Sukma dari SMA di Surabaya. Motor mereka menjadi salah satu yang diamankan petugas. Saat motor yang ditunggangi diamankan, Sukma menangis, meminta polisi mengembalikan motornya.

Ditanya surat-surat kendaraan, tidak dibawa. Motor merah itu menggunakan ban kecil dan tanpa nopol. ”Itu motor saya, Pak. Jangan dibawa,” ucapnya sembari terisak.

Agar tidak jadi tontonan warga, petugas meminta untuk mengambil motornya ke Polsek Kamal. Lagi-lagi siswi itu meminta agar motornya dikembalikan. Dia tidak mau ikut ke polsek. ”Saya takut polisi,” kata siswi berambut setengah pirang itu.

Baca Juga :  Suami ke Malaysia, Istri Lahirkan Bayi Kembar Tiga

Sementara Abdul Rosyid sibuk dengan handphone, berkali-kali melakukan panggilan. Di lokasi yang sama, rombongan konvoi kembali datang. Namun, balik kucing saat melihat petugas. Bukannya malu, sejumlah siswa malah menggeber motor.

- Advertisement -

Kapolsek Kamal AKP Sudaryanto menyampaikan, petugas bersiaga untuk mengantisipasi potensi kecelakaan di jalan raya. Selain itu, mencegah konvoi siswa yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat. Motor yang tidak sesuai standar diamankan.

”Kalau sampai terjadi kecelakaan kan kasihan. Apalagi rata-rata peserta konvoi tidak menggunakan alat keselamatan berkendara, seperti helm,” ungkapnya.

Selain berjaga di sejumlah titik, beberapa petugas juga melakukan penertiban menggunakan mobil patroli. Pada Rabu (2/5), Polsek Kamal mengamankan 12 motor peserta konvoi. ”Demi kenyamanan masyarakat. Kalau geber-geber motor pakai knalpot brong jelas mengganggu,” ujarnya.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin mengutarakan, proses penertiban konvoi kelulusan memang dilakukan di seluruh polsek jajaran. Motor yang diamankan bisa diambil jika membawa surat-surat kendaraan dan mengembalikan kondisi motor sesuai standar.

Baca Juga :  Puluhan Siswa Konvoi, Polisi Keluarkan Tembakan

”Bisa diambil kembali asal surat-surat motor lengkap,” jelasnya.

Kepala Cabang Disdik Jawa Timur Wilayah Bangkalan Arif Khamzah menegaskan, pihaknya sudah meminta sekolah untuk mencegah para lulusan untuk berkonvoi. Dia mengatakan, setidaknya sekolah bisa memberikan arahan atau kegiatan bagi siswa dalam merayakan kelulusan. ”Kami sudah lakukan upaya untuk menekan pelajar berkonvoi. Kami juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk pengamanan,” pungkasnya.

Konvoi kelulusan dengan mencoret seragam mendapat kecaman Plt Kepala Cabang Disdik Jawa Timur Wilayah Sumenep Slamet Goestiantoko. Menurut dia, konvoi kurang bermanfaat. Pihaknya sudah menyosialisasikan kepada sekolah supaya melarang siswa berkonvoi. ”Kami sudah meminta (kepada kepala sekolah) tolong untuk ditindak tegas,” ujarnya.

Pihaknya menyarankan supaya siswa tidak melakukan kegiatan kurang bermanfaat. Lebih baik seragamnya dikumpulkan dan diberikan kepada siswa yang kurang mampu. ”Kan banyak saudara-saudara kita yang kurang ampu. Tolong kepala sekolah untuk menyikapi itu,” imbaunya.

Kalau misalkan tetap ada konvoi, pihaknya meminta sekolah memanggil wali murid yang bersangkutan. Polisi juga langsung menindak tegas. ”Kegiatan positif saat ini banyak, seperti istighotsah. Konvoi ini kegiatan tidak bermanfaat, mengganggu, dan bebaahaya,” imbuh Slamet.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/