alexametrics
25.8 C
Madura
Friday, August 12, 2022

Pendaftar CPNS Di Bangkalan Kesulitan Akses!

BANGKALAN – Hingga Selasa (2/10) pendaftar CPNS di Bangkalan masih kesulitan untuk mengakses pada pendaftaran online. Akibatnya, jumlah pendaftar yang berhasil mendaftar masih sedikit. Dari formasi 418 hanya sebanyak 210 orang yang berhasil mendaftar.

Data tersebut berdasarkan keterangan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan sumber daya manusia (BKPSDA). Jumlah tersebut masih jauh dari formasi yang ditentukan. Meskipun pendaftaran sudah dibuka sejak pekan terakhir bulan September  2018 lalu.

Hal itu terunkap dalam pertemuan Komisi A DPRD Bangkalan dan pejabat BKPSDA selasa (2/9). Pemanggilan tersebut untuk mengetahui perkembangan rekrutmen CPNS. Sebab, sejak dibuka pada 27 September banyak keluhan.

Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Mohammad Sahri mengutarakan, banyak warga mengaku kesulitan mengakses. Selain itu, forum tersebut untuk mempertegas batasan umur honorer kategori dua (K-2). ”Kenapa itu terjadi? Itu yang kami klarifikasi,” kata Sahri.

Politikus Partai Gerindra itu menyampaikan, setelah mendapat penjelasan BKPSDA, dirinya mengaku sudah bisa menjelaskan kepada masyarakat. Terutama, terhadap konstituen yang ingin mendaftar penerimaan pegawai abdi negara itu. ”Kami juga mengimbau tidak ada titipan. Tapi, sekarang ini memang sulit. Semua melalui online,” terangnya.

Baca Juga :  Peringati HSN, Ratusan Santri di Bangkalan Ikuti Apel Akbar

Kepala Bidang Pegadaan, Pemberhentian, dan Informasi BKPSDA Bangkalan Masyhudunnury mengatakan, masalah kesulitan mengakses itu terjadi hampir di seluruh daerah. Pantauan BKPSDA, peserta yang telah mendaftar formasi umum 32 orang. Sementara, formasi khusus 108 orang. ”Formasi seluruhnya itu 418. Tapi, yang daftar baru 210 orang,” tuturnya.

Batasan umur 35 tahun sudah menjadi ketentuan pemerintah pusat. Termasuk, ketentuan formasi khusus yang mengharuskan ijazah sebelum tahun kelulusan 3 November 2013. ”Kalau sudah tervalidasi, baru dianggap lengkap berkasnya,” terangnya.

Sementara pendaftar CPNS di Pamekasan mencapai 631 peserta. Angka tersebut berada di urutan keempat terbanyak se-Jawa Timur. Kemungkinan karena ada beberapa formasi yang tidak disediakan di daerah lain. Seperti formasi pendidikan guru sekolah dasar (PGSD).

Kasubbid Formasi dan Pengadaan Pegawai BKPSDM Pamekasan Abdul Malik mengatakan, Pamekasan terbanyak pendaftar CPNS di antara empat kabupaten lain di Madura. PGSD merupakan formasi paling banyak di antara kategori pelamar umum.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) menyetujui 134 formasi untuk PGSD. ”Pamekasan mendapat jatah 340 formasi. Formasi tenaga pengajar 299, tenaga kesehatan 68, dan tenaga teknis 43 orang. Paling banyak PGSD,” katanya selasa (2/10).

Baca Juga :  Gempa, BPBD Imbau Masyarakat Tidak Panik

Pelamar tidak dibatasi wilayah. Meski dari luar daerah mempunyai kesempatan untuk mendaftar di Kota Gerbang Salam. Karena itu, pihaknya tidak melarang pelamar dari luar daerah untuk mendaftar di Pamekasan. Apalagi saat ini sudah menggunakan sistem online. Hal itu bisa mempermudah pelamar untuk mendaftar sesuai dengan bidangnya.

”Kemungkinan pada bidang PGSD dari Sampang akan melamar ke sini (Pamekasan). Setelah saya lihat kuota bidang PGSD di Sampang sedikit,” ungkapnya.

Dari 631 pelamar, yang sudah masuk dalam data verifikasi 270. BKPSDM telah membentuk tim khusus untuk memverifikasi data pelamar. ”Kalau ada yang tidak memenuhi syarat, secara otomatis pemberitahuan akan dikirim melalui email masing-masing. Misalnya, ada dokumen yang tidak dilampirkan,” jelasnya.

Kabid Data Pengadaan dan Pembinaan Aparatur BKPSDM Pamekasan Suharto menambahkan, pihaknya menyediakan ruang khusus untuk kolsultasi pendafaran CPNS 2018. Tempat itu difungsikan untuk menampung pendaftar yang kesulitan. ”Kami sengaja membuat posko ini agar mempermudah pelamar. Banyak yang bertanya cara mendaftar. Kadang juga mengeluh karena gangguan jaringan,” tukasnya.

 

BANGKALAN – Hingga Selasa (2/10) pendaftar CPNS di Bangkalan masih kesulitan untuk mengakses pada pendaftaran online. Akibatnya, jumlah pendaftar yang berhasil mendaftar masih sedikit. Dari formasi 418 hanya sebanyak 210 orang yang berhasil mendaftar.

Data tersebut berdasarkan keterangan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan sumber daya manusia (BKPSDA). Jumlah tersebut masih jauh dari formasi yang ditentukan. Meskipun pendaftaran sudah dibuka sejak pekan terakhir bulan September  2018 lalu.

Hal itu terunkap dalam pertemuan Komisi A DPRD Bangkalan dan pejabat BKPSDA selasa (2/9). Pemanggilan tersebut untuk mengetahui perkembangan rekrutmen CPNS. Sebab, sejak dibuka pada 27 September banyak keluhan.


Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Mohammad Sahri mengutarakan, banyak warga mengaku kesulitan mengakses. Selain itu, forum tersebut untuk mempertegas batasan umur honorer kategori dua (K-2). ”Kenapa itu terjadi? Itu yang kami klarifikasi,” kata Sahri.

Politikus Partai Gerindra itu menyampaikan, setelah mendapat penjelasan BKPSDA, dirinya mengaku sudah bisa menjelaskan kepada masyarakat. Terutama, terhadap konstituen yang ingin mendaftar penerimaan pegawai abdi negara itu. ”Kami juga mengimbau tidak ada titipan. Tapi, sekarang ini memang sulit. Semua melalui online,” terangnya.

Baca Juga :  Pemohon Perceraian di Bangkalan Mencapai 5401 Kasus

Kepala Bidang Pegadaan, Pemberhentian, dan Informasi BKPSDA Bangkalan Masyhudunnury mengatakan, masalah kesulitan mengakses itu terjadi hampir di seluruh daerah. Pantauan BKPSDA, peserta yang telah mendaftar formasi umum 32 orang. Sementara, formasi khusus 108 orang. ”Formasi seluruhnya itu 418. Tapi, yang daftar baru 210 orang,” tuturnya.

Batasan umur 35 tahun sudah menjadi ketentuan pemerintah pusat. Termasuk, ketentuan formasi khusus yang mengharuskan ijazah sebelum tahun kelulusan 3 November 2013. ”Kalau sudah tervalidasi, baru dianggap lengkap berkasnya,” terangnya.

Sementara pendaftar CPNS di Pamekasan mencapai 631 peserta. Angka tersebut berada di urutan keempat terbanyak se-Jawa Timur. Kemungkinan karena ada beberapa formasi yang tidak disediakan di daerah lain. Seperti formasi pendidikan guru sekolah dasar (PGSD).

Kasubbid Formasi dan Pengadaan Pegawai BKPSDM Pamekasan Abdul Malik mengatakan, Pamekasan terbanyak pendaftar CPNS di antara empat kabupaten lain di Madura. PGSD merupakan formasi paling banyak di antara kategori pelamar umum.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) menyetujui 134 formasi untuk PGSD. ”Pamekasan mendapat jatah 340 formasi. Formasi tenaga pengajar 299, tenaga kesehatan 68, dan tenaga teknis 43 orang. Paling banyak PGSD,” katanya selasa (2/10).

Baca Juga :  Positif Covid-19 di Bangkalan Tembus 24, Pasien Ke-23 Karyawan Bank

Pelamar tidak dibatasi wilayah. Meski dari luar daerah mempunyai kesempatan untuk mendaftar di Kota Gerbang Salam. Karena itu, pihaknya tidak melarang pelamar dari luar daerah untuk mendaftar di Pamekasan. Apalagi saat ini sudah menggunakan sistem online. Hal itu bisa mempermudah pelamar untuk mendaftar sesuai dengan bidangnya.

”Kemungkinan pada bidang PGSD dari Sampang akan melamar ke sini (Pamekasan). Setelah saya lihat kuota bidang PGSD di Sampang sedikit,” ungkapnya.

Dari 631 pelamar, yang sudah masuk dalam data verifikasi 270. BKPSDM telah membentuk tim khusus untuk memverifikasi data pelamar. ”Kalau ada yang tidak memenuhi syarat, secara otomatis pemberitahuan akan dikirim melalui email masing-masing. Misalnya, ada dokumen yang tidak dilampirkan,” jelasnya.

Kabid Data Pengadaan dan Pembinaan Aparatur BKPSDM Pamekasan Suharto menambahkan, pihaknya menyediakan ruang khusus untuk kolsultasi pendafaran CPNS 2018. Tempat itu difungsikan untuk menampung pendaftar yang kesulitan. ”Kami sengaja membuat posko ini agar mempermudah pelamar. Banyak yang bertanya cara mendaftar. Kadang juga mengeluh karena gangguan jaringan,” tukasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/