alexametrics
23.4 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Nasib Wisata Bahari Kamal Belum Jelas

BANGKALAN – Perekonomian masyarakat Kamal mati suri sejak Jembatan Suramadu dioperasikan pada 2009. Kondisi ini membuat Kepala Desa Kamal Sulistiyono berupaya memanfaatkan lokasi Pelabuhan Timur yang telah terbengkalai itu.

Sulistiyono mengatakan, pihaknya terus berusaha mengembalikan kejayaan Pelabuhan Kamal. Bahkan, sudah dilakukan uji coba menggunakan perahu melewati sisi pantai Kamal menuju bawah Jembatan Suramadu. ”Trip itu memakan waktu sekitar 2 jam pulang pergi. Dua jam perjalanan itu tidak kerasa karena suasananya asyik sekali,” terangnya.

Sulistiyono berharap dukungan Pemkab Bangkalan untuk menyukseskan program Wisata Bahari Kamal. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan badan usaha milik desa (BUMDes) dan camat Kamal. Tinggal pengajuan proposal pembuatan Wisata Bahari Kamal kepada pemkab. ”Mudah-mudahan dengan ini perekonomian di Kamal hidup kembali,” harapnya.

Camat Kamal Akhmad Ahadiyan Hamit mengatakan, untuk membuat wisata bahari, perlu koordinasi dengan pihak angkutan sungai danau dan pelabuhan (ASDP). Sebab, wilayah tersebut berkaitan erat dengan ASDP. Karena itu, perlu izin dari ASDP biar ke depan tidak tersangkut hukum. 

Baca Juga :  Tiga Perusahaan Dapat Izin Kemendagri

”Kalau sudah dibangun, tiba-tiba ada masalah kan repot. Jadi, untuk itu, kami mengirim surat kepada pihak ASDP terkait pembuatan Wisata Bahari Kamal. Namun, sampai sekarang dari ASDP belum ada tanggapan,” terangnya.

Supervisi ASDP Kamal–Ujung Agusman mengungkapkan, selama ini pihaknya belum menerima surat dari pihak mana pun terkait wacana pembuatan destinasi Wisata Bahari Kamal. Namun, dia mengaku ASDP menyambut baik jika akan membuat wisata bahari.

”Kami malah menunggu ide-ide masyarakat terkait kelanjutan wacana ini. Tapi, ya itu kalau mau dibangun, yang jelas harus ada koordinasi dengan kami. Kami kan juga ada pimpinan,” jelasnya kemarin (2/9).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Mohammad Hasan Faisol menyampaikan, pembuatan destinasi Wisata Bahari Kamal memang sudah ada dalam rencana. Bahkan, sudah masuk target disbudpar. ”Tapi, kami masih mempertimbangkan mana yang harus didahulukan, potensi wisata alam mana yang perlu diprioritaskan,” ujarnya.

Baca Juga :  Premi PNS Pemkab Bangkalan Capai Rp 14,7 Miliar

Selain itu, sampai saat ini pihaknya perlu melihat keadaan dan situasi keuangan pemkab. Sebab, pembangunan wisata bahari itu butuh anggaran besar. ”Kami juga menunggu pihak Desa Kamal. Kalau kepala desanya mau menyisihkan dana desanya untuk itu, nanti kami support. Tapi, kalau tahun ini kami tidak bisa. Mungkin tahun depan, insyaallah,” pungkas Fisol. (c1)

- Advertisement -

BANGKALAN – Perekonomian masyarakat Kamal mati suri sejak Jembatan Suramadu dioperasikan pada 2009. Kondisi ini membuat Kepala Desa Kamal Sulistiyono berupaya memanfaatkan lokasi Pelabuhan Timur yang telah terbengkalai itu.

Sulistiyono mengatakan, pihaknya terus berusaha mengembalikan kejayaan Pelabuhan Kamal. Bahkan, sudah dilakukan uji coba menggunakan perahu melewati sisi pantai Kamal menuju bawah Jembatan Suramadu. ”Trip itu memakan waktu sekitar 2 jam pulang pergi. Dua jam perjalanan itu tidak kerasa karena suasananya asyik sekali,” terangnya.

Sulistiyono berharap dukungan Pemkab Bangkalan untuk menyukseskan program Wisata Bahari Kamal. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan badan usaha milik desa (BUMDes) dan camat Kamal. Tinggal pengajuan proposal pembuatan Wisata Bahari Kamal kepada pemkab. ”Mudah-mudahan dengan ini perekonomian di Kamal hidup kembali,” harapnya.


Camat Kamal Akhmad Ahadiyan Hamit mengatakan, untuk membuat wisata bahari, perlu koordinasi dengan pihak angkutan sungai danau dan pelabuhan (ASDP). Sebab, wilayah tersebut berkaitan erat dengan ASDP. Karena itu, perlu izin dari ASDP biar ke depan tidak tersangkut hukum. 

Baca Juga :  Ratusan Juta untuk Pelatihan Kerja

”Kalau sudah dibangun, tiba-tiba ada masalah kan repot. Jadi, untuk itu, kami mengirim surat kepada pihak ASDP terkait pembuatan Wisata Bahari Kamal. Namun, sampai sekarang dari ASDP belum ada tanggapan,” terangnya.

Supervisi ASDP Kamal–Ujung Agusman mengungkapkan, selama ini pihaknya belum menerima surat dari pihak mana pun terkait wacana pembuatan destinasi Wisata Bahari Kamal. Namun, dia mengaku ASDP menyambut baik jika akan membuat wisata bahari.

”Kami malah menunggu ide-ide masyarakat terkait kelanjutan wacana ini. Tapi, ya itu kalau mau dibangun, yang jelas harus ada koordinasi dengan kami. Kami kan juga ada pimpinan,” jelasnya kemarin (2/9).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Mohammad Hasan Faisol menyampaikan, pembuatan destinasi Wisata Bahari Kamal memang sudah ada dalam rencana. Bahkan, sudah masuk target disbudpar. ”Tapi, kami masih mempertimbangkan mana yang harus didahulukan, potensi wisata alam mana yang perlu diprioritaskan,” ujarnya.

Baca Juga :  Tiga Perusahaan Dapat Izin Kemendagri

Selain itu, sampai saat ini pihaknya perlu melihat keadaan dan situasi keuangan pemkab. Sebab, pembangunan wisata bahari itu butuh anggaran besar. ”Kami juga menunggu pihak Desa Kamal. Kalau kepala desanya mau menyisihkan dana desanya untuk itu, nanti kami support. Tapi, kalau tahun ini kami tidak bisa. Mungkin tahun depan, insyaallah,” pungkas Fisol. (c1)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/