alexametrics
21.6 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Hardiknas, Siswa Coret Seragam, Konvoi, Dikejar Polisi

BANGKALAN – Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018 di Bangkalan diwarnai pemandangan kurang elok. Pemerintah menggelar upacara di halaman pemkab. Di tempat lain, para pelajar SMP dan SMA/SMK melakukan konvoi dengan mencoret seragam plus geber motor berknalpot brong.

Di kawasan perkotaan, polisi melakukan pencegahan dan pembubaran aksi konvoi. Itu terlihat di Jalan Asmara, Jalan Raya Martajasah, Jalan Raya Kramat, dan Jalan Raya Sembilangan. Sempat beberapa kali terlihat aksi kejar-kejaran antara peserta konvoi dengan petugas.

Beberapa siswa lari dari kejaran polisi. Ada juga yang memilih bersembunyi di permukiman warga di Kelurahan Martajasah. Aksi siswa itu juga terlihat di sepanjang Jalan Raya Bancaran hingga Arosbaya. Selain mengendarai motor dengan knalpot brong, banyak juga yang tidak mengenakan helm.

Sejumlah siswa di Kecamatan Kwanyar melakukan konvoi hampir menutupi jalan umum. Puluhan pelajar berseragam putih abu-abu penuh dengan coretan itu menumpuk di sisi kanan kiri Jalan Raya Kwanyar.

Baca Juga :  Ketua Dewan Bagikan Paket Sembako

Beberapa siswa juga menggeber motor berknalpot brong. Warga yang melintas tutup telinga. Belum lagi asap yang ditimbulkan oleh knalpot motor memaksa pengendara yang melintas juga harus tutup hidung atau menahan napas.

Konvoi juga terlihat di Kecamatan Labang. Tepatnya di overpass Jembatan Suramadu di Desa Sukolilo Barat. Yang dilakukan juga hampir sama. Membuat kebisingan dengan menggeber motor. Parahnya, beberapa siswa juga menyalakan flare.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur Wilayah Bangkalan Arif Khamzah menyampaikan, pihaknya sudah memberikan surat edaran (SE) pada semua sekolah jenjang SMA/SMK. Tujuannya, agar sekolah bisa mencegah aksi urakan siswa yang hendak merayakan kelulusan. ”Itu tanggung jawab kepala sekolah. Harus bisa mengendalikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Poli RSUD Tutup Total

Dia menyayangkan masih ada aksi konvoi dan coret-coret seragam. Terlebih, aksi siswa mengganggu kenyamanan warga. Padahal, pengumuman kelulusan akan dilaksanakan Kamis (3/5). Rabu (2/5), kepala SMA/SMK dikumpulkan untuk penyerahan hasil ujian siswa.

”Kami bersama MKKS SMA dan SMK mengumpulkan kepala sekolah untuk penyerahan. Lulus tidaknya, ada tiga kriteria penilaian dari sekolah,” ungkap Arif.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin menerangkan, pihaknya juga melakukan upaya mencegah kegiatan tidak menyenangkan siswa merayakan kelulusan. Seperti konvoi yang dapat meresahkan masyarakat. Pihaknya mengamankan kendaraan konvoi yang tidak memenuhi standar, seperti knalpot brong.

Kegiatan penertiban pada momen kelulusan dilakukan hingga polsek jajaran. ”Motor yang tidak sesuai standar kami lakukan penindakan. Pengamanan akan terus dilakukan. Kami monitor,” terangnya. 

BANGKALAN – Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018 di Bangkalan diwarnai pemandangan kurang elok. Pemerintah menggelar upacara di halaman pemkab. Di tempat lain, para pelajar SMP dan SMA/SMK melakukan konvoi dengan mencoret seragam plus geber motor berknalpot brong.

Di kawasan perkotaan, polisi melakukan pencegahan dan pembubaran aksi konvoi. Itu terlihat di Jalan Asmara, Jalan Raya Martajasah, Jalan Raya Kramat, dan Jalan Raya Sembilangan. Sempat beberapa kali terlihat aksi kejar-kejaran antara peserta konvoi dengan petugas.

Beberapa siswa lari dari kejaran polisi. Ada juga yang memilih bersembunyi di permukiman warga di Kelurahan Martajasah. Aksi siswa itu juga terlihat di sepanjang Jalan Raya Bancaran hingga Arosbaya. Selain mengendarai motor dengan knalpot brong, banyak juga yang tidak mengenakan helm.


Sejumlah siswa di Kecamatan Kwanyar melakukan konvoi hampir menutupi jalan umum. Puluhan pelajar berseragam putih abu-abu penuh dengan coretan itu menumpuk di sisi kanan kiri Jalan Raya Kwanyar.

Baca Juga :  RSUD Isolasi Pemudik dari Jakarta

Beberapa siswa juga menggeber motor berknalpot brong. Warga yang melintas tutup telinga. Belum lagi asap yang ditimbulkan oleh knalpot motor memaksa pengendara yang melintas juga harus tutup hidung atau menahan napas.

Konvoi juga terlihat di Kecamatan Labang. Tepatnya di overpass Jembatan Suramadu di Desa Sukolilo Barat. Yang dilakukan juga hampir sama. Membuat kebisingan dengan menggeber motor. Parahnya, beberapa siswa juga menyalakan flare.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur Wilayah Bangkalan Arif Khamzah menyampaikan, pihaknya sudah memberikan surat edaran (SE) pada semua sekolah jenjang SMA/SMK. Tujuannya, agar sekolah bisa mencegah aksi urakan siswa yang hendak merayakan kelulusan. ”Itu tanggung jawab kepala sekolah. Harus bisa mengendalikan,” ujarnya.

Baca Juga :  BPRS Bhakti Sumekar Manjakan Nasabah
- Advertisement -

Dia menyayangkan masih ada aksi konvoi dan coret-coret seragam. Terlebih, aksi siswa mengganggu kenyamanan warga. Padahal, pengumuman kelulusan akan dilaksanakan Kamis (3/5). Rabu (2/5), kepala SMA/SMK dikumpulkan untuk penyerahan hasil ujian siswa.

”Kami bersama MKKS SMA dan SMK mengumpulkan kepala sekolah untuk penyerahan. Lulus tidaknya, ada tiga kriteria penilaian dari sekolah,” ungkap Arif.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin menerangkan, pihaknya juga melakukan upaya mencegah kegiatan tidak menyenangkan siswa merayakan kelulusan. Seperti konvoi yang dapat meresahkan masyarakat. Pihaknya mengamankan kendaraan konvoi yang tidak memenuhi standar, seperti knalpot brong.

Kegiatan penertiban pada momen kelulusan dilakukan hingga polsek jajaran. ”Motor yang tidak sesuai standar kami lakukan penindakan. Pengamanan akan terus dilakukan. Kami monitor,” terangnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/