alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Ratusan TKI Ilegal Bakal Diusir Selama 2018

BANGKALAN – Masalah tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal tak ada habisnya. Ribuan warga berangkat mencari uang ke luar negeri melalui jalur tikus. Alhasil, banyak yang tertangkap dan tak sedikit dipulangkan dari tempat bekerja.

Mulai 2012 hingga 2017, 2.228 pahlawan devisa dipulangkan paksa. Tahun 2012, 216 TKI ilegal dideportasi. Pada 2013, perantau luar negeri 440 orang dipulangkan. Sementara pada 2014, pemerintah mencatat 540 TKI ilegal juga kembali ke Tanah Air.

Kemudian 2014, ada 540 TKI dideportasi. Sementara di 2015, ada 513 dan 319 TKI ilegal yang dideportasi pada 2016. Pada 2017, pemerintah juga memulangkan 200 TKI ilegal asal Bangkalan.

Plt Kabid Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Disperinaker Bangkalan Tarsa menyampaikan, TKI ini dipulangkan karena tidak memiliki dokumen lengkap. Jalur yang ditempuh melalui tekong yang melayani jasa pengiriman TKI ilegal. ”Itu data dari provinsi. Hampir di setiap daerah itu TKI ilegal. Banyak juga yang sudah dipulangkan,” jelasnya Selasa (2/1).

Baca Juga :  Setahun, Malaysia Deportasi 35 PMIB asal Pamekasan

Pihaknya telah gencar melakukan sosialisasi agar calon pekerja tidak menempuh jalur ilegal. Upaya tersebut tidak menyurutkan angka TKI ilegal. Sekitar ribuan TKI ilegal masih berada di luar negeri. Diperkirakan, 2018 akan ada ratusan pekerja tak resmi akan dideportasi.

”Bisa jadi akan lebih banyak lagi yang dipulangkan. Kebanyakan yang dideportasi itu yang bekerja di Malaysia,” terangnya.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan M. Husni Syakur menyampaikan, angka ratusan TKI ilegal tersebut tidak wajar. Data jumlah TKI yang dideportasi terbilang tinggi. Pihaknya berharap pemerintah tidak sebatas sosialisasi tanpa ada upaya menekan angka TKI ilegal.

”Kami harap ada terobosan lain. Perlu ada pengawasan ketat juga. Kalau perlu, daerah-daerah yang paling banyak warganya menjadi TKI ilegal diberi pembinaan intensif,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Bentuk Satgas PMI Bermasalah

BANGKALAN – Masalah tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal tak ada habisnya. Ribuan warga berangkat mencari uang ke luar negeri melalui jalur tikus. Alhasil, banyak yang tertangkap dan tak sedikit dipulangkan dari tempat bekerja.

Mulai 2012 hingga 2017, 2.228 pahlawan devisa dipulangkan paksa. Tahun 2012, 216 TKI ilegal dideportasi. Pada 2013, perantau luar negeri 440 orang dipulangkan. Sementara pada 2014, pemerintah mencatat 540 TKI ilegal juga kembali ke Tanah Air.

Kemudian 2014, ada 540 TKI dideportasi. Sementara di 2015, ada 513 dan 319 TKI ilegal yang dideportasi pada 2016. Pada 2017, pemerintah juga memulangkan 200 TKI ilegal asal Bangkalan.


Plt Kabid Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Disperinaker Bangkalan Tarsa menyampaikan, TKI ini dipulangkan karena tidak memiliki dokumen lengkap. Jalur yang ditempuh melalui tekong yang melayani jasa pengiriman TKI ilegal. ”Itu data dari provinsi. Hampir di setiap daerah itu TKI ilegal. Banyak juga yang sudah dipulangkan,” jelasnya Selasa (2/1).

Baca Juga :  TKI Korban Ledakan LPG Pulang, Keluarga Senang

Pihaknya telah gencar melakukan sosialisasi agar calon pekerja tidak menempuh jalur ilegal. Upaya tersebut tidak menyurutkan angka TKI ilegal. Sekitar ribuan TKI ilegal masih berada di luar negeri. Diperkirakan, 2018 akan ada ratusan pekerja tak resmi akan dideportasi.

”Bisa jadi akan lebih banyak lagi yang dipulangkan. Kebanyakan yang dideportasi itu yang bekerja di Malaysia,” terangnya.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan M. Husni Syakur menyampaikan, angka ratusan TKI ilegal tersebut tidak wajar. Data jumlah TKI yang dideportasi terbilang tinggi. Pihaknya berharap pemerintah tidak sebatas sosialisasi tanpa ada upaya menekan angka TKI ilegal.

”Kami harap ada terobosan lain. Perlu ada pengawasan ketat juga. Kalau perlu, daerah-daerah yang paling banyak warganya menjadi TKI ilegal diberi pembinaan intensif,” pungkasnya.

Baca Juga :  Butuh Keterlibatan Pemkab Tangani TKI Ilegal
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/