alexametrics
20.6 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Klaim Realisasi PAD Uji Kir 82 Persen

BANGKALAN – Pemilik kendaraan angkutan barang dan penumpang tidak begitu tertib melakukan uji kir. Buktinya, berdasar data di Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan, ada 8.806 unit kendaraan yang wajib uji kir. Akan tetapi, sampai akhir Oktober 2019, baru 5.430 unit kendaraan yang lulus uji kir.

Staf Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Bangkalan Husni menjelaskan, biaya melakukan uji kir bergantung pada jumlah berat bruto (JBB) kendaraan. ”Kendaraan dengan JBB di atas 3.500 kilogram dikenakan biaya Rp 73.000. Sementara kendaraan yang memiliki JBB di bawah 3.500 kilogram dikenakan biaya Rp 66.000,” jelasnya kemarin (1/11).

Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Bangkalan Ariek Moein mengatakan, pihaknya telah bersosialisasi agar pemilik kendaraan angkutan barang dan penumpang tertib melakukan uji kir. ”Tapi, tetap saja kesadaran mereka rendah,” katanya.

Baca Juga :  Dishub Bangkalan Sediakan Dua Bus untuk Pelajar

Pihaknya juga menertibkan para pengemudi angkutan penumpang dan barang yang kendaraannya belum diuji kir. Ariek menyatakan, uji kir dilakukan dua kali dalam setahun. Apabila para tidak mematuhi aturan itu, pemilik kendaraan akan diberi denda. ”Kami bekerja sama dengan kepolisian untuk memberikan teguran,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ariek mengungkapkan, kendaraan yang melakukan uji kir berpengaruh pada pendapatan asli daerah (PAD). Tahun ini Dishub Bangkalan ditarget memperoleh PAD Rp 500 juta dari bidang uji kir kendaraan angkutan barang dan penumpang.

Ariek mengaku optimistis dapat melampaui target PAD tersebut sampai akhir tahun. ”Kami telah melunasi 82 persen dari total PAD sampai Oktober,” jelasnya. Dia menambahkan, tahun depan direncanakan pengadaan smart card pengganti buku uji kir agar lebih praktis. ”Smart card akan dianggarkan pada 2020,” tukasnya. (c4)

Baca Juga :  Dishub Janji Penuhi Target PAD Kendaraan Bermotor

BANGKALAN – Pemilik kendaraan angkutan barang dan penumpang tidak begitu tertib melakukan uji kir. Buktinya, berdasar data di Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan, ada 8.806 unit kendaraan yang wajib uji kir. Akan tetapi, sampai akhir Oktober 2019, baru 5.430 unit kendaraan yang lulus uji kir.

Staf Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Bangkalan Husni menjelaskan, biaya melakukan uji kir bergantung pada jumlah berat bruto (JBB) kendaraan. ”Kendaraan dengan JBB di atas 3.500 kilogram dikenakan biaya Rp 73.000. Sementara kendaraan yang memiliki JBB di bawah 3.500 kilogram dikenakan biaya Rp 66.000,” jelasnya kemarin (1/11).

Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Bangkalan Ariek Moein mengatakan, pihaknya telah bersosialisasi agar pemilik kendaraan angkutan barang dan penumpang tertib melakukan uji kir. ”Tapi, tetap saja kesadaran mereka rendah,” katanya.

Baca Juga :  Pengunjung Minimarket Kena Retribusi Parkir

Pihaknya juga menertibkan para pengemudi angkutan penumpang dan barang yang kendaraannya belum diuji kir. Ariek menyatakan, uji kir dilakukan dua kali dalam setahun. Apabila para tidak mematuhi aturan itu, pemilik kendaraan akan diberi denda. ”Kami bekerja sama dengan kepolisian untuk memberikan teguran,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ariek mengungkapkan, kendaraan yang melakukan uji kir berpengaruh pada pendapatan asli daerah (PAD). Tahun ini Dishub Bangkalan ditarget memperoleh PAD Rp 500 juta dari bidang uji kir kendaraan angkutan barang dan penumpang.

Ariek mengaku optimistis dapat melampaui target PAD tersebut sampai akhir tahun. ”Kami telah melunasi 82 persen dari total PAD sampai Oktober,” jelasnya. Dia menambahkan, tahun depan direncanakan pengadaan smart card pengganti buku uji kir agar lebih praktis. ”Smart card akan dianggarkan pada 2020,” tukasnya. (c4)

Baca Juga :  Dokter Dibyo Resmi Positif Covid-19
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Sutan Nakhoda Baru KONI Sumenep

Rekomendasi PPP Dinilai Multitafsir

Artikel Terbaru

/