alexametrics
21.6 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Dinsos Sulit Entaskan Kasus Pasung

BANGKALAN – Pemasungan masih saja dialami sejumlah warga di Bangkalan. Yaitu, warga yang mengalami gangguan kejiwaan. Mereka dipasung biasanya karena mengamuk dan dianggap meresahkan.

Pada 2016, tercatat 28 orang masuk dalam daftar pasung di Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan. Bentuk pemasungan variatif. Mulai dari pasung rantai, pasung kayu, dan pasung dalam kamar.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Bangkalan Ahmad Riady mengatakan, tahun ini jumlah penderita gangguan jiwa yang dipasung 32 orang. Sebanyak 15 orang di antaranya sedang menjalani proses rehabilitasi di rumah sakit jiwa (RSJ).

”Kami kirim 15 orang. Kami harus mendapatkan persetujuan dari keluarganya. Kalau tidak, kami tidak bisa kirim,” ucapnya Rabu  (1/11).

Baca Juga :  Ribuan Anak dan Lansia di Bangkalan Telantar

Upaya membujuk keluarga pasien yang dipasung membutuhkan pendekatan persuasif. Banyak yang tidak menyetujui pasien pasung dibawa untuk menjalani proses penyembuhan.

”Pendamping pasien pasung harus bisa membujuk pihak keluarga. Yang sembuh sudah lima orang. Tinggal sepuluh yang direhabilitasi. Kami berusaha agar yang lain juga mau menjalani proses penyembuhan,” tuturnya.

Ada dua RSJ yang dijadikan tempat merawat pasien yang dipasung. Yaitu RSJ Menur Surabaya dan di Lawang, Malang. Dia mengakui kasus pasung di Bangkalan tergolong banyak. ”Perlahan sudah mulai banyak yang masuk kategori dalam masa perawatan. Kalau setuju, kami akan kirim ke RSJ Menur atau Lawang. Dinsos siap memberikan surat rekomendasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Kumpulkan 29 Kepala Pasar Tradisional

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman menyayangkan tingginya kasus pasung di kabupaten ujung barat Pulau Madura ini. Dia berharap pemerintah menekan tindakan pasung yang terlalu ekstrem kepada penderita gangguan jiwa.

Hingga saat ini memang belum tersedia penampungan rumah sakit jiwa di Bangkalan. Itu yang menyebabkan masyarakat lebih memilih cara pasung. ”Sekiranya tidak menyakiti, dikunci dalam rumah lebih bagus,” usulnya.

BANGKALAN – Pemasungan masih saja dialami sejumlah warga di Bangkalan. Yaitu, warga yang mengalami gangguan kejiwaan. Mereka dipasung biasanya karena mengamuk dan dianggap meresahkan.

Pada 2016, tercatat 28 orang masuk dalam daftar pasung di Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan. Bentuk pemasungan variatif. Mulai dari pasung rantai, pasung kayu, dan pasung dalam kamar.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Bangkalan Ahmad Riady mengatakan, tahun ini jumlah penderita gangguan jiwa yang dipasung 32 orang. Sebanyak 15 orang di antaranya sedang menjalani proses rehabilitasi di rumah sakit jiwa (RSJ).


”Kami kirim 15 orang. Kami harus mendapatkan persetujuan dari keluarganya. Kalau tidak, kami tidak bisa kirim,” ucapnya Rabu  (1/11).

Baca Juga :  Ribuan Anak dan Lansia di Bangkalan Telantar

Upaya membujuk keluarga pasien yang dipasung membutuhkan pendekatan persuasif. Banyak yang tidak menyetujui pasien pasung dibawa untuk menjalani proses penyembuhan.

”Pendamping pasien pasung harus bisa membujuk pihak keluarga. Yang sembuh sudah lima orang. Tinggal sepuluh yang direhabilitasi. Kami berusaha agar yang lain juga mau menjalani proses penyembuhan,” tuturnya.

Ada dua RSJ yang dijadikan tempat merawat pasien yang dipasung. Yaitu RSJ Menur Surabaya dan di Lawang, Malang. Dia mengakui kasus pasung di Bangkalan tergolong banyak. ”Perlahan sudah mulai banyak yang masuk kategori dalam masa perawatan. Kalau setuju, kami akan kirim ke RSJ Menur atau Lawang. Dinsos siap memberikan surat rekomendasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Bangkalan Apresiasi Deklarasi KMM 18+

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman menyayangkan tingginya kasus pasung di kabupaten ujung barat Pulau Madura ini. Dia berharap pemerintah menekan tindakan pasung yang terlalu ekstrem kepada penderita gangguan jiwa.

Hingga saat ini memang belum tersedia penampungan rumah sakit jiwa di Bangkalan. Itu yang menyebabkan masyarakat lebih memilih cara pasung. ”Sekiranya tidak menyakiti, dikunci dalam rumah lebih bagus,” usulnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/