alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Subsidi BPOPP SMA-SMK Swasta Belum Cair

BANGKALAN – Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuat program pendidikan gratis dan berkualitas (tistas). Di Bangkalan, hampir semua SMA dan SMK negeri sudah mendapatkan dana program tersebut.

Namun, SMA dan SMK swasta belum menerima pencairan dana (biaya penunjang operasional penyelenggaraan pendidikan) BPOPP tersebut. Sebab, persyaratan yang dibutuhkan SMA dan SMK swasta jauh lebih banyak dibandingkan SMA dan SMK negeri. Di antaranya, rencana kerja anggaran sekolah (RKAS) dan rekening giro Bank Jatim.

Cabang Dinas Pendidikan Bangkalan mendapat kucuran dana BPOPP dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebanyak Rp 6.278.610.00 untuk SMA dan Rp 9.598.140.000 untuk SMK.

Kasubag Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Bangkalan Wahyu Endharto menyampaikan, program BPOPP terealisasi pada September lalu. ”Untuk SMA dan SMK swasta belum. Sebab, lembaga swasta sifatnya hibah. Makanya yang swasta syaratnya lebih banyak. Selain RKAS dan rekening giro Bank Jatim, ada syarat naskah perjanjian hibah daerah (NPHD),” urainya.

Baca Juga :  Kelanjutan Program BPOPP Tak Jelas

Menurut Wahyu, selain persyaratan tersebut, pihak sekolah swasta harus melampirkan fotokopi KTP kepala sekolah dan rekening giro Bank Jatim khusus BPOPP sejumlah empat rangkap. Juga, surat keputusan gubernur tentang penerima calon hibah BPOPP. ”Syarat terakhir diverifikasi oleh tim provinsi setelah mendapatkan data dari tim cabang dinas kabupaten,” jelasnya.

Dia menambahkan, sekolah swasta diharapkan lebih bersabar. Pencairan BPOPP tidak akan lama lagi. ”Paling lambat pertengahan bulan ini. Tidak sampai akhir bulan,” imbuhnya.

Pengawas SMK Se-Bangkalan Adi Suryanto menerangkan, Pemprov Jatim telah menyubsidi per siswa SMA Rp 65.000. Siswa SMK teknik disubsidi Rp 125.000. Siswa SMK nonteknik Rp 95.000.

Baca Juga :  BOS MI-MTs Belum Cair

”SMK mendapatkan subsidi lebih banyak karena 60 persen mata pelajaran berupa praktik langsung sehingga operasional yang dibutuhkan lebih banyak. Jadi berbeda dengan SMA yang tidak banyak praktik langsung. Praktiknya hanya 40 persen,” terangnya. (c1)

BANGKALAN – Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuat program pendidikan gratis dan berkualitas (tistas). Di Bangkalan, hampir semua SMA dan SMK negeri sudah mendapatkan dana program tersebut.

Namun, SMA dan SMK swasta belum menerima pencairan dana (biaya penunjang operasional penyelenggaraan pendidikan) BPOPP tersebut. Sebab, persyaratan yang dibutuhkan SMA dan SMK swasta jauh lebih banyak dibandingkan SMA dan SMK negeri. Di antaranya, rencana kerja anggaran sekolah (RKAS) dan rekening giro Bank Jatim.

Cabang Dinas Pendidikan Bangkalan mendapat kucuran dana BPOPP dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebanyak Rp 6.278.610.00 untuk SMA dan Rp 9.598.140.000 untuk SMK.

Kasubag Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Bangkalan Wahyu Endharto menyampaikan, program BPOPP terealisasi pada September lalu. ”Untuk SMA dan SMK swasta belum. Sebab, lembaga swasta sifatnya hibah. Makanya yang swasta syaratnya lebih banyak. Selain RKAS dan rekening giro Bank Jatim, ada syarat naskah perjanjian hibah daerah (NPHD),” urainya.

Baca Juga :  Dana Pendidikan Berkualitas Rp 12 Miliar Lebih

Menurut Wahyu, selain persyaratan tersebut, pihak sekolah swasta harus melampirkan fotokopi KTP kepala sekolah dan rekening giro Bank Jatim khusus BPOPP sejumlah empat rangkap. Juga, surat keputusan gubernur tentang penerima calon hibah BPOPP. ”Syarat terakhir diverifikasi oleh tim provinsi setelah mendapatkan data dari tim cabang dinas kabupaten,” jelasnya.

Dia menambahkan, sekolah swasta diharapkan lebih bersabar. Pencairan BPOPP tidak akan lama lagi. ”Paling lambat pertengahan bulan ini. Tidak sampai akhir bulan,” imbuhnya.

Pengawas SMK Se-Bangkalan Adi Suryanto menerangkan, Pemprov Jatim telah menyubsidi per siswa SMA Rp 65.000. Siswa SMK teknik disubsidi Rp 125.000. Siswa SMK nonteknik Rp 95.000.

Baca Juga :  BOS MI-MTs Belum Cair

”SMK mendapatkan subsidi lebih banyak karena 60 persen mata pelajaran berupa praktik langsung sehingga operasional yang dibutuhkan lebih banyak. Jadi berbeda dengan SMA yang tidak banyak praktik langsung. Praktiknya hanya 40 persen,” terangnya. (c1)

Artikel Terkait

Komitmen Tekan AKI-AKB

Menjaga Kesehatan Tulang

Pasar Tumpah Picu Kemacetan

Most Read

Amankan 12 Motor, Tegur 40 Pengendara

Sapu Bersih Seluruh Laga

Belum Usulkan Kuota PPPK

Artikel Terbaru

/