alexametrics
21.4 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Tol Suramadu Rp 0 Layak Didukung

BANGKALAN – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah merampungkan kajian tarif tol Jembatan Suramadu Rp 0. Kajian tersebut juga telah diajukan kepada presiden oleh Ikatan Keluarga Masyarakat Madura (Ikama).

Tarif tol Jembatan Suramadu Rp 0 mendapat dukungan bupati di Madura. Pertimbangannya, jika tarif menyeberangi Suramadu gratis, perekonomian di Madura akan terdongkrak.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron mendukung tarif tol Suramadu Rp 0. Menurut dia, bila melintasi Jembatan Suramadu gratis, barang-barang dari luar Madura akan lebih murah.

Sebaliknya, pelaku usaha di Madura yang mengirimkan barang ke luar lebih diuntungkan karena lebih hemat biaya transportasi. Selain itu, penggratisan Suramadu akan meringankan biaya warga biasa yang melakukan perjalanan Madura–Surabaya.

Baca Juga :  Alihkan Dana Rp 3 Miliar Gunakan untuk Penanganan Covid-19

”Dampak positifnya, meringankan biaya masyarakat yang biasa melintas di Suramadu. Juga menekan biaya arus barang dan jasa,” katanya.

Yang berwenang menggratiskan Suramadu pemerintah pusat. Menurut bupati yang akrab dipanggil Ra Latif itu, pemerintah pusat tentu melakukan kajian dampak penggratisan Suramadu. Terutama dari aspek pemeliharaan Jembatan Suramadu.

Pihaknya mendukung pemerintah pusat jika menggratiskan Suramadu. Ra Latif menilai, itu sebagai salah satu bentuk kerja nyata pemerintah pusat bagi warga Jawa Timur, khususnya Madura. ”Kami mendukung apa pun keputusan pemerintah pusat,” tukasnya.

Bupati Sumenep KH A. Busyro Karim menghargai upaya beberapa pihak agar tarif Suramadu Rp 0 untuk kemajuan Madura. Namun, jika tarif Suramadu Rp 0, siapa yang akan menanggung biaya pemeliharaan. Sebab, dibutuhkan anggaran besar untuk pemeliharaan Suramadu. ”Pemeliharaannya kan juga harus dipikirkan,” katanya.

Baca Juga :  Jumlah Kasus Covid-19 Bangkalan Kembali Melonjak

Walaupun tidak Rp 0, pemerintah pusat diharapkan menurunkan tarif tol Suramadu. Jika tarif tol Suramadu murah, akan menghemat biaya transportasi sehingga banyak wisatawan datang ke Madura.

Pada gilirannya, banyak wisatawan berkunjung dan berlama-lama di Madura. Mereka akan membeli makanan, minuman, suvenir khas Madura, dan menyewa penginapan. Dengan begitu, jumlah uang beredar (JUB) di Madura meningkat. ”Jadi kalau demi kebaikan, pasti mendukung,” tegas Busyro.

BANGKALAN – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah merampungkan kajian tarif tol Jembatan Suramadu Rp 0. Kajian tersebut juga telah diajukan kepada presiden oleh Ikatan Keluarga Masyarakat Madura (Ikama).

Tarif tol Jembatan Suramadu Rp 0 mendapat dukungan bupati di Madura. Pertimbangannya, jika tarif menyeberangi Suramadu gratis, perekonomian di Madura akan terdongkrak.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron mendukung tarif tol Suramadu Rp 0. Menurut dia, bila melintasi Jembatan Suramadu gratis, barang-barang dari luar Madura akan lebih murah.


Sebaliknya, pelaku usaha di Madura yang mengirimkan barang ke luar lebih diuntungkan karena lebih hemat biaya transportasi. Selain itu, penggratisan Suramadu akan meringankan biaya warga biasa yang melakukan perjalanan Madura–Surabaya.

Baca Juga :  Pasang Portal Otomatis agar Tak Kemalingan Lagi

”Dampak positifnya, meringankan biaya masyarakat yang biasa melintas di Suramadu. Juga menekan biaya arus barang dan jasa,” katanya.

Yang berwenang menggratiskan Suramadu pemerintah pusat. Menurut bupati yang akrab dipanggil Ra Latif itu, pemerintah pusat tentu melakukan kajian dampak penggratisan Suramadu. Terutama dari aspek pemeliharaan Jembatan Suramadu.

Pihaknya mendukung pemerintah pusat jika menggratiskan Suramadu. Ra Latif menilai, itu sebagai salah satu bentuk kerja nyata pemerintah pusat bagi warga Jawa Timur, khususnya Madura. ”Kami mendukung apa pun keputusan pemerintah pusat,” tukasnya.

Bupati Sumenep KH A. Busyro Karim menghargai upaya beberapa pihak agar tarif Suramadu Rp 0 untuk kemajuan Madura. Namun, jika tarif Suramadu Rp 0, siapa yang akan menanggung biaya pemeliharaan. Sebab, dibutuhkan anggaran besar untuk pemeliharaan Suramadu. ”Pemeliharaannya kan juga harus dipikirkan,” katanya.

Baca Juga :  Dua Ribu BPNT Kembali ke Kas Negara

Walaupun tidak Rp 0, pemerintah pusat diharapkan menurunkan tarif tol Suramadu. Jika tarif tol Suramadu murah, akan menghemat biaya transportasi sehingga banyak wisatawan datang ke Madura.

Pada gilirannya, banyak wisatawan berkunjung dan berlama-lama di Madura. Mereka akan membeli makanan, minuman, suvenir khas Madura, dan menyewa penginapan. Dengan begitu, jumlah uang beredar (JUB) di Madura meningkat. ”Jadi kalau demi kebaikan, pasti mendukung,” tegas Busyro.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/