alexametrics
20 C
Madura
Monday, August 8, 2022

BPN Klaim Tak Ada Pungli dalam Pelaksanaan PTSL

BANGKALAN – Realisasi program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) masih minim. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bangkalan menargetkan 40.000 bidang tanah tersertifkat melalui program tersebut. Namun, hingga Senin (1/10) baru 12.072 atau 30,18 persen sertifikat tanah yang berhasil diterbitkan BPN.

Sisanya, 868 bidang tanah dalam proses pencetakan sertifikat (potensi K1), terjadi sengketa (K2) tanah satu kasus, serta sudah survei, pemetaan, dan puldadis, tapi dokumen pemilik tanah tidak connect dengan NIK (K3) 23.178 kasus. Kemudian 104 dalam penyempurnaan peta pendaftaran tanah (K4) atau sudah ada sertifikat dan akan dimasukkan ke data baru.

Program PTSL di Bangkalan tahun ini dilaksanakan di 12 desa. Meliputi Desa Alas Raja; Kajan; dan Lombang Dajah, Kecamatan Blega. Desa Bandung; Durin Barat; dan Pakes, Kecamatan Konang. Desa Gligis dan Pakong, Kecamatan Modung. Desa Kranggan Timur dan Pakaan Laok, kecamatan Galis. Desa Tramok, Kecamatan Kokop. Juga Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis.

Baca Juga :  Hari Terakhir, 101 Honorer K-2 Lolos SKD

Penerima program PTSL hanya dibebani biaya meterai serta pembuatan dan pemasangan patok tanda batas tanah. Juga ada biaya bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) serta pajak penghasilan (PPh) dari pengalihan hak atas tanah dan bangunan bagi yang terkena ketentuan perpajakan.

Kepala BPN Bangkalan Asrofil mengatakan, realiasi hasil produk PTSL dari potensi K1, K2, K2, K3, hingga K4 sudah mencapai 36.178 bidang tanah. Dengan demikian, tinggal memproses 3.822 untuk mencapai target 40.000 bidang tanah.

Dia mengungkapkan, K2 hingga K4 tinggal selangkah lagi. Jika sudah dilakukan pembenahan, sertifikat tanah langsung dicetak. Pihaknya mendorong penerima PTSL yang sudah Memasuki K2 dan K3 untuk merampungkan kekurangan. Pihak BPN memperbaiki K4 sehingga tinggal mencetak sertifikat.

Baca Juga :  Song-osong Lombung Bantu Masyarakat

BPN terus menggarap 3.822 sertifikat tanah sehingga nanti bisa memenuhi target 40.000. Menurut Asrofil, realiasi PTSL di Bangkalan tahun ini paling tinggi di Jawa Timur. Dia mengklaim tidak ada pungli pada realiasi PTSL.

Dia menyatakan, BPN telah menggandeng Polres dan Kejari Bangkalan untuk mencegah terjadinya pungli pembuatan sertifikat tanah tersebut. BPN juga mewanti-wanti pemerintah desa tidak melakukan tindakan pungli.

”Sejauh ini, tidak ada laporan pungli. Kami telah mewanti-wanti jangan sampai ada pungli,” katanya.

BANGKALAN – Realisasi program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) masih minim. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bangkalan menargetkan 40.000 bidang tanah tersertifkat melalui program tersebut. Namun, hingga Senin (1/10) baru 12.072 atau 30,18 persen sertifikat tanah yang berhasil diterbitkan BPN.

Sisanya, 868 bidang tanah dalam proses pencetakan sertifikat (potensi K1), terjadi sengketa (K2) tanah satu kasus, serta sudah survei, pemetaan, dan puldadis, tapi dokumen pemilik tanah tidak connect dengan NIK (K3) 23.178 kasus. Kemudian 104 dalam penyempurnaan peta pendaftaran tanah (K4) atau sudah ada sertifikat dan akan dimasukkan ke data baru.

Program PTSL di Bangkalan tahun ini dilaksanakan di 12 desa. Meliputi Desa Alas Raja; Kajan; dan Lombang Dajah, Kecamatan Blega. Desa Bandung; Durin Barat; dan Pakes, Kecamatan Konang. Desa Gligis dan Pakong, Kecamatan Modung. Desa Kranggan Timur dan Pakaan Laok, kecamatan Galis. Desa Tramok, Kecamatan Kokop. Juga Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis.

Baca Juga :  Butuh Tim Ahli Cagar Budaya

Penerima program PTSL hanya dibebani biaya meterai serta pembuatan dan pemasangan patok tanda batas tanah. Juga ada biaya bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) serta pajak penghasilan (PPh) dari pengalihan hak atas tanah dan bangunan bagi yang terkena ketentuan perpajakan.

Kepala BPN Bangkalan Asrofil mengatakan, realiasi hasil produk PTSL dari potensi K1, K2, K2, K3, hingga K4 sudah mencapai 36.178 bidang tanah. Dengan demikian, tinggal memproses 3.822 untuk mencapai target 40.000 bidang tanah.

Dia mengungkapkan, K2 hingga K4 tinggal selangkah lagi. Jika sudah dilakukan pembenahan, sertifikat tanah langsung dicetak. Pihaknya mendorong penerima PTSL yang sudah Memasuki K2 dan K3 untuk merampungkan kekurangan. Pihak BPN memperbaiki K4 sehingga tinggal mencetak sertifikat.

Baca Juga :  Program PTSL Tak Tuntas Malah Terbitkan 14.589 Sertifikat

BPN terus menggarap 3.822 sertifikat tanah sehingga nanti bisa memenuhi target 40.000. Menurut Asrofil, realiasi PTSL di Bangkalan tahun ini paling tinggi di Jawa Timur. Dia mengklaim tidak ada pungli pada realiasi PTSL.

Dia menyatakan, BPN telah menggandeng Polres dan Kejari Bangkalan untuk mencegah terjadinya pungli pembuatan sertifikat tanah tersebut. BPN juga mewanti-wanti pemerintah desa tidak melakukan tindakan pungli.

”Sejauh ini, tidak ada laporan pungli. Kami telah mewanti-wanti jangan sampai ada pungli,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/