alexametrics
22.4 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Jalan Pendekat Overpass II Rp 26 M Tak Digarap

BANGKALAN – Salah satu program Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) adalah pembangunan jalan pendekat overpass II. Pagu anggarannya Rp 26 miliar. Namun, proyek di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM) tepatnya di Kecamatan Labang belum digarap.

Tahun sebelumnya, BPWS juga gagal melaksanakan proyek tersebut. Padahal sudah mem-plotting anggaran Rp 12.670.000.000 untuk pembangunan jalan pendekat overpass II. Akibatnya, dana belasan miliar ini menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa).

Kepala Divisi Data dan Informasi BPWS Pandit Indrawan mengatakan, kendala pembangunan jalan pendekat overpass II karena pembebasan lahan belum rampung. Sayangnya, dia tidak mengetahui pasti berapa luas lahan yang akan dibebaskan.

Pandit menyebut, pembebasan lahan hanya tinggal di jalan overpass II sisi timur. Sementara lahan di sisi barat telah dibebaskan.

Baca Juga :  Mahasiswa UTM Ciptakan Teknologi Tepat Guna Pengganti Gas Elpiji

Pandit mengklaim, belum rampungnya pembebasan lahan bukan masalah ketidakcocokan harga dengan pemilik lahan. Tetapi, terjadi sengketa internal antar pemilik. Ahli waris pemilik tanah masih bersengketa.

Jika BPWS melakukan pembelian tanah, ahli waris lainnya meminta bayaran juga. Hal ini menurut Pandit akan menambah masalah baru.

Pihaknya akan melakukan pengerjaan hanya disi barat jika pembebasan lahan sisi timur tidak kunjung rampung. BPWS menargetkan bulan ini sudah memasuki proses lelang perencanaan.

”Mau tidak mau kami akan mengerjakan proyek di sisi barat terlebih dulu. Kami tidak mau gagal seperti lahun lalu. Mungkin akhir bulan sudah lelang,” ucapnya.

Terpisah, anggota Komisi C DPRD Bangkalan Musawwir mendesak BPWS meningkatkan kinerja. Proyek pembangunan jalan pendekat overpass II harus bisa direalisasikan.

Baca Juga :  Pandemi, Guwa Pote Sepi Pengunjung

Dia khawatir jika proyek tersebut tidak kunjung dilelang akan kembali gagal untuk kedua kalinya. ”Jangan sampai proyek itu gagal seperti tahun lalu,” desaknya.

 

 

BANGKALAN – Salah satu program Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) adalah pembangunan jalan pendekat overpass II. Pagu anggarannya Rp 26 miliar. Namun, proyek di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM) tepatnya di Kecamatan Labang belum digarap.

Tahun sebelumnya, BPWS juga gagal melaksanakan proyek tersebut. Padahal sudah mem-plotting anggaran Rp 12.670.000.000 untuk pembangunan jalan pendekat overpass II. Akibatnya, dana belasan miliar ini menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa).

Kepala Divisi Data dan Informasi BPWS Pandit Indrawan mengatakan, kendala pembangunan jalan pendekat overpass II karena pembebasan lahan belum rampung. Sayangnya, dia tidak mengetahui pasti berapa luas lahan yang akan dibebaskan.


Pandit menyebut, pembebasan lahan hanya tinggal di jalan overpass II sisi timur. Sementara lahan di sisi barat telah dibebaskan.

Baca Juga :  Milik Satu Rekanan, Dua Proyek Jalan di Pulau Kangean

Pandit mengklaim, belum rampungnya pembebasan lahan bukan masalah ketidakcocokan harga dengan pemilik lahan. Tetapi, terjadi sengketa internal antar pemilik. Ahli waris pemilik tanah masih bersengketa.

Jika BPWS melakukan pembelian tanah, ahli waris lainnya meminta bayaran juga. Hal ini menurut Pandit akan menambah masalah baru.

Pihaknya akan melakukan pengerjaan hanya disi barat jika pembebasan lahan sisi timur tidak kunjung rampung. BPWS menargetkan bulan ini sudah memasuki proses lelang perencanaan.

- Advertisement -

”Mau tidak mau kami akan mengerjakan proyek di sisi barat terlebih dulu. Kami tidak mau gagal seperti lahun lalu. Mungkin akhir bulan sudah lelang,” ucapnya.

Terpisah, anggota Komisi C DPRD Bangkalan Musawwir mendesak BPWS meningkatkan kinerja. Proyek pembangunan jalan pendekat overpass II harus bisa direalisasikan.

Baca Juga :  Pandemi, Guwa Pote Sepi Pengunjung

Dia khawatir jika proyek tersebut tidak kunjung dilelang akan kembali gagal untuk kedua kalinya. ”Jangan sampai proyek itu gagal seperti tahun lalu,” desaknya.

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/