alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

PT Pos Tetap Tahan Tabloid IB

BANGKALAN – Masa pengiriman Tabloid Indonesia Barokah (IB) berakhir 31 Januari 2019. Namun, PT Pos Indonesia masih menunda distribusi tabloid tersebut ke alamat tujuan hingga kemarin (1/2). Sementara Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyatakan bukan kewenangnya untuk menangani.

Ketua Bawaslu Bangkalan A. Mustain Saleh menyampaikan, Bawaslu RI, Dewan Pers, kepolisian, serta sejumlah pihak terkait sudah melakukan pemeriksaan. Mereka mendatangi alamat redaksi Tabloid IB tersebut. Namun tidak ada. ”Dewan Pers sudah mengeluarkan pernyataan kalau bukan ranahnya. Bawaslu juga menyatakan itu bukan alat peraga kampanye (APK). Tidak masuk metode kampanye,” ungkapnya.

Jika kepolisian melihat kasus tersebut terdapat unsur pidana, bisa segera diproses. Terkait pendistribusian, kalai Pos Indonesia memiliki aturan yang memperbolehkan untuk disebarkan juga dipersilakan. ”Tapi, jika nanti dengan peredaran Tabloid IB ada pihak yang merasa dirugikan, Bawaslu akan memprosesnya sesuai peraturan,” ucapnya.

Baca Juga :  Bantuan Rumah bagi Warga Miskin Terancam Gagal

Kepala Kantor Pos Bangkalan Setya Sumarjono menerangkan, terakhir masa pengiriman paket Tabloid IB 31 Januari 2019 atau 30 hari dari masa pembayaran. Namun, pihaknya tetap menahan pengiriman ke 18 kecamatan karena menunggu petunjuk dari kantor pusat Pos Indonesia. ”Sementara tetap kami tahan,” jelasnya.

Ada 1.451 eksemplar Tabloid IB yang ditujukan ke sejumlah pesantren dan masjid di Bangkalan. Tabloid tersebut terbungkus amplop besar. Jumlah tabloid tiap amplop berbeda. ”Secara aturan, kami tidak boleh membuka paket dari pengirim,” tandasnya.

Kepala Kantor Pos Sampang Edy Wijono mengungkapkan, jumlah Tabloid IByang masuk ke Kota Bahari 982 eksemplar. Tujuan pengiriman tahap kedua ke Kecamatan Ketapang 113 eksemplar, Sokobanah 138 eksemplar, Banyuates 135 eksemplar, Robatal 19 eksemplar, dan Kedungdung 140 eksemplar.

Baca Juga :  Datangi Mapolres, Ratusan Massa FMIB Tuntut Sukmawati Diproses Hukum

Sedangkan tahap pertama 437 eksemplar untuk Banyuates, Ketapang, Sokobanah, dan Torjun. Tabloid tujuan ke tiga kecamatan wilayah pantura dikirim melalui kantor Pos Bangkalan. Sehingga, pihaknya akan terus berkoordinasi mengenai keberadaan tabloid tersebut.

Komisioner Bawaslu Sampang Divisi Penindakan Pelanggaran Yunus Ali Ghafi mengatakan, sasaran pengiriman tabloid itu mayoritas lembaga keagamaan. Seperti masjid dan pondok pesantren. ”Masyarakat harus bisa memfilter sendiri isi berita, artikel atau opini di media sosial, elektronik, dan cetak,” imbaunya.

Tahap pertama sekitar sepekan yang lalu pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kantor pos. Tabloid yang dikirim tahap pertama sampai kedua belum didistribusikan kepada penerima. ”Tabloid itu ditahan supaya tidak terjadi kegaduhan di masyarakat,” ujarnya.

BANGKALAN – Masa pengiriman Tabloid Indonesia Barokah (IB) berakhir 31 Januari 2019. Namun, PT Pos Indonesia masih menunda distribusi tabloid tersebut ke alamat tujuan hingga kemarin (1/2). Sementara Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyatakan bukan kewenangnya untuk menangani.

Ketua Bawaslu Bangkalan A. Mustain Saleh menyampaikan, Bawaslu RI, Dewan Pers, kepolisian, serta sejumlah pihak terkait sudah melakukan pemeriksaan. Mereka mendatangi alamat redaksi Tabloid IB tersebut. Namun tidak ada. ”Dewan Pers sudah mengeluarkan pernyataan kalau bukan ranahnya. Bawaslu juga menyatakan itu bukan alat peraga kampanye (APK). Tidak masuk metode kampanye,” ungkapnya.

Jika kepolisian melihat kasus tersebut terdapat unsur pidana, bisa segera diproses. Terkait pendistribusian, kalai Pos Indonesia memiliki aturan yang memperbolehkan untuk disebarkan juga dipersilakan. ”Tapi, jika nanti dengan peredaran Tabloid IB ada pihak yang merasa dirugikan, Bawaslu akan memprosesnya sesuai peraturan,” ucapnya.

Baca Juga :  Bertambah 174, Butuh Ribuan Guru PNS

Kepala Kantor Pos Bangkalan Setya Sumarjono menerangkan, terakhir masa pengiriman paket Tabloid IB 31 Januari 2019 atau 30 hari dari masa pembayaran. Namun, pihaknya tetap menahan pengiriman ke 18 kecamatan karena menunggu petunjuk dari kantor pusat Pos Indonesia. ”Sementara tetap kami tahan,” jelasnya.

Ada 1.451 eksemplar Tabloid IB yang ditujukan ke sejumlah pesantren dan masjid di Bangkalan. Tabloid tersebut terbungkus amplop besar. Jumlah tabloid tiap amplop berbeda. ”Secara aturan, kami tidak boleh membuka paket dari pengirim,” tandasnya.

Kepala Kantor Pos Sampang Edy Wijono mengungkapkan, jumlah Tabloid IByang masuk ke Kota Bahari 982 eksemplar. Tujuan pengiriman tahap kedua ke Kecamatan Ketapang 113 eksemplar, Sokobanah 138 eksemplar, Banyuates 135 eksemplar, Robatal 19 eksemplar, dan Kedungdung 140 eksemplar.

Baca Juga :  Rutin Urun Rembuk, Genjot Peningkatan Infrastruktur

Sedangkan tahap pertama 437 eksemplar untuk Banyuates, Ketapang, Sokobanah, dan Torjun. Tabloid tujuan ke tiga kecamatan wilayah pantura dikirim melalui kantor Pos Bangkalan. Sehingga, pihaknya akan terus berkoordinasi mengenai keberadaan tabloid tersebut.

Komisioner Bawaslu Sampang Divisi Penindakan Pelanggaran Yunus Ali Ghafi mengatakan, sasaran pengiriman tabloid itu mayoritas lembaga keagamaan. Seperti masjid dan pondok pesantren. ”Masyarakat harus bisa memfilter sendiri isi berita, artikel atau opini di media sosial, elektronik, dan cetak,” imbaunya.

Tahap pertama sekitar sepekan yang lalu pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kantor pos. Tabloid yang dikirim tahap pertama sampai kedua belum didistribusikan kepada penerima. ”Tabloid itu ditahan supaya tidak terjadi kegaduhan di masyarakat,” ujarnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/