alexametrics
27.2 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Tuding DPMPTSP Pelihara Calo

BANGKALAN – Aktivis Rumah Advokasi Rakyat (RAR) kembali berdemo. Kemarin (31/10) giliran kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan yang diluruk aktivis RAR. Mereka menuding DPMPTSP mempersulit perizinan dari masyarakat kecil.

Direktur RAR Risang Bima Wijaya menyampaikan, DPMPTSP tebang pilih dalam melayani pengurusan perizinan. Apabila pemohon perizinan berasal dari rakyat biasa, prosesnya dibuat lama. ”Coba kalau pemohon datang dari Indomaret, Alfamart, dan mart-mart yang lain, dipermudah mereka itu,” tudingnya.

Ironisnya, sambung Risang, pembangunan toko modern itu patut diduga menyalahi aturan. ”Bahkan, toko modern dibangun di depan pasar tradisional,” ungkap dia lantang di tengah pengawalan polisi yang mengamankan jalannya demo.

Risang juga menuding DPMPTSP memelihara calo dalam melayani pengurusan legalitas usaha. Baik yang berasal dari masyarakat kecil ataupun yang datang dari perusahaan besar. ”Kalau tidak beruang tidak dilayani,” ujarnya.

Baca Juga :  Gempar Usul Kepala Disparbudpora Mundur

Dia menyatakan, RAR tidak akan berhenti menuntut DPMPTSP sebelum ada perbaikan pelayanan perizinan dan penindakan terhadap oknum yang bermain di dinas tersebut. ”Akan kami demo terus sampai tuntas. Minggu depan kami ke sini lagi,” tegas pria berambut gondrong itu.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Bangkalan Ainul Gufron membantah tudingan Risang yang setiap minggu melakukan demonstrasi tersebut. Dia menyatakan, tuntutan pedemo tidak berdasar. ”Kami sudah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucapnya.

Layanan online single submission (OSS), tegas Ainul Gufron, untuk meminimalkan calo. Mungkin saja, kata dia, masyarakat dari desa tidak banyak yang tahu cara mengurus perizinan melalui OSS. ”Akhirnya menggunakan perantara dan itu wajar,” sergahnya.

”Persoalan perantara meminta bayaran kepada pemohon, kami tidak tahu soal itu. Kami di sini tidak menerima imbalan apa pun. Semuanya sesuai prosedur. Kami berpedoman pada aturan. Kami melayani tanpa tebang pilih,” urai Ainul Gufron.

Baca Juga :  Minta Hentikan Tahap Pengisian Anggota BPD

Kepala Bidang Perizinan dan Non Perizinan DPMPTSP Bangkalan Eryadi Santoso memaparkan, pihaknya tidak serta-merta memberikan izin usaha, baik kepada masyarakat maupun toko modern. Sebab, ada aturan yang mengikat. ”Kami memberikan izin sesuai prosedur,” katanya.

Dia mengklaim tidak mempersulit dan tebang pilih dalam memberikan pelayanan perizinan. ”Kalau ada persyaratan yang belum lengkap, bagaimna mungkin kami setujui,” ujar Eryadi Santoso.

Dia mencontohkan izin pendirian Indomaret. Menurut dia, sebelum mengurus izin ke DPMPTSP, pihak Indomaret harus punya izin dari kepala desa (Kades), persetujuan dari masyarakat sekitar, dan kelengkapan-kelengkapan yang lain.

”Kalau semua persyaratan perizinan sudah sesuai atauran, kami tidak mungkin menolak. Kami tidak mendiskriminasi siapa pun yang mengajukan permohonan perizinan. Selama memenuhi syarat, kami layani,” pungkas Eryadi Santoso. (c1)

BANGKALAN – Aktivis Rumah Advokasi Rakyat (RAR) kembali berdemo. Kemarin (31/10) giliran kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan yang diluruk aktivis RAR. Mereka menuding DPMPTSP mempersulit perizinan dari masyarakat kecil.

Direktur RAR Risang Bima Wijaya menyampaikan, DPMPTSP tebang pilih dalam melayani pengurusan perizinan. Apabila pemohon perizinan berasal dari rakyat biasa, prosesnya dibuat lama. ”Coba kalau pemohon datang dari Indomaret, Alfamart, dan mart-mart yang lain, dipermudah mereka itu,” tudingnya.

Ironisnya, sambung Risang, pembangunan toko modern itu patut diduga menyalahi aturan. ”Bahkan, toko modern dibangun di depan pasar tradisional,” ungkap dia lantang di tengah pengawalan polisi yang mengamankan jalannya demo.


Risang juga menuding DPMPTSP memelihara calo dalam melayani pengurusan legalitas usaha. Baik yang berasal dari masyarakat kecil ataupun yang datang dari perusahaan besar. ”Kalau tidak beruang tidak dilayani,” ujarnya.

Baca Juga :  Lelang Proyek Jalan Rp 3,4 M Sepi Peminat

Dia menyatakan, RAR tidak akan berhenti menuntut DPMPTSP sebelum ada perbaikan pelayanan perizinan dan penindakan terhadap oknum yang bermain di dinas tersebut. ”Akan kami demo terus sampai tuntas. Minggu depan kami ke sini lagi,” tegas pria berambut gondrong itu.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Bangkalan Ainul Gufron membantah tudingan Risang yang setiap minggu melakukan demonstrasi tersebut. Dia menyatakan, tuntutan pedemo tidak berdasar. ”Kami sudah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucapnya.

Layanan online single submission (OSS), tegas Ainul Gufron, untuk meminimalkan calo. Mungkin saja, kata dia, masyarakat dari desa tidak banyak yang tahu cara mengurus perizinan melalui OSS. ”Akhirnya menggunakan perantara dan itu wajar,” sergahnya.

”Persoalan perantara meminta bayaran kepada pemohon, kami tidak tahu soal itu. Kami di sini tidak menerima imbalan apa pun. Semuanya sesuai prosedur. Kami berpedoman pada aturan. Kami melayani tanpa tebang pilih,” urai Ainul Gufron.

Baca Juga :  Puluhan Aktivis HMI Gelar Unjuk Rasa

Kepala Bidang Perizinan dan Non Perizinan DPMPTSP Bangkalan Eryadi Santoso memaparkan, pihaknya tidak serta-merta memberikan izin usaha, baik kepada masyarakat maupun toko modern. Sebab, ada aturan yang mengikat. ”Kami memberikan izin sesuai prosedur,” katanya.

Dia mengklaim tidak mempersulit dan tebang pilih dalam memberikan pelayanan perizinan. ”Kalau ada persyaratan yang belum lengkap, bagaimna mungkin kami setujui,” ujar Eryadi Santoso.

Dia mencontohkan izin pendirian Indomaret. Menurut dia, sebelum mengurus izin ke DPMPTSP, pihak Indomaret harus punya izin dari kepala desa (Kades), persetujuan dari masyarakat sekitar, dan kelengkapan-kelengkapan yang lain.

”Kalau semua persyaratan perizinan sudah sesuai atauran, kami tidak mungkin menolak. Kami tidak mendiskriminasi siapa pun yang mengajukan permohonan perizinan. Selama memenuhi syarat, kami layani,” pungkas Eryadi Santoso. (c1)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/