alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Bupati Ra Latif: 21.210 Pelaku Usaha Mikro Dapat BPUM

BANGKALAN – Pemberdayaan kepada pelaku usaha mikro yang dilakukan Pemkab Bangkalan tidak hanya dilakukan dengan memberikan sertifikasi halal. Tetapi juga dengan memberikan dukungan berupa modal usaha.

Dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini,  Pemkab Bangkalan mengusulkan ribuan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) mendapat bantuan tambahan modal dari pemerintah pusat. Hasilnya, terdapat 21.210 pelaku UMKM ditetapkan oleh Kementerian Koperasi sebagai penerima bantuan produktif usaha mikro (BPUM).

Bantuan itu secara simbolis diberikan langsung Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron di Pendapa Agung, Rabu (1/9). Setiap orang mendapat Rp 1,2 juta. Harapannya, bisa mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN) di Kota Salak.

Baca Juga :  Stop Santri Entrepreneur

”Bantuan ini diharapkan bisa menjadi stimulasi pemulihan ekonomi, terutama bagi para pelaku usaha mikro yang selama masa pandemi terdampak,” ucap pria yang biasa disapa Ra Latif tersebut.

Bantuan untuk pelaku usaha mikro itu disalurkan langsung oleh pemerintah pusat ke rekening masing-masing penerima. Penyalurnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Kndonesia (BNI).

”Semoga bisa dimanfaatkan dengan baik untuk pengembangan usaha,” kata Ra Latif yang juga menjabat ketua DPC PPP Bangkalan tersebut.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop UM) Bangkalan Iskandar Ahadiyat menyampaikan, ribuan pelaku UMKM yang mendapat bantuan terdiri dari pedagang kaki lima, perajin dan pelaku usaha mikro lainnya.

Baca Juga :  Raih Berkah Ramadan dengan Berbagi Takjil

”Bantuan diharapkan meringankan beban pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19. Penyaluran bantuan sudah terealisasi 90 persen,” tutur pria berkacamatan itu.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bangkalan Agus Zein menuturkan, pandemi Covid-19 berpengaruh besar terhadap sektor ekonomi. Karena itu, bantuan yang disalurkan bupati harus dimanfaatkan dengan baik agar bisa bermanfaat untuk pengembangan usaha.

”Setelah menerima bantuan berupa permodalan, pelaku UMKM diharapkan tetap bisa berproduksi di masa pandemi,” pungkasnya. (jup)

BANGKALAN – Pemberdayaan kepada pelaku usaha mikro yang dilakukan Pemkab Bangkalan tidak hanya dilakukan dengan memberikan sertifikasi halal. Tetapi juga dengan memberikan dukungan berupa modal usaha.

Dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini,  Pemkab Bangkalan mengusulkan ribuan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) mendapat bantuan tambahan modal dari pemerintah pusat. Hasilnya, terdapat 21.210 pelaku UMKM ditetapkan oleh Kementerian Koperasi sebagai penerima bantuan produktif usaha mikro (BPUM).

Bantuan itu secara simbolis diberikan langsung Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron di Pendapa Agung, Rabu (1/9). Setiap orang mendapat Rp 1,2 juta. Harapannya, bisa mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN) di Kota Salak.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Datangi Dua Kecamatan untuk Serahkan 1.056 Kartu ATM


”Bantuan ini diharapkan bisa menjadi stimulasi pemulihan ekonomi, terutama bagi para pelaku usaha mikro yang selama masa pandemi terdampak,” ucap pria yang biasa disapa Ra Latif tersebut.

Bantuan untuk pelaku usaha mikro itu disalurkan langsung oleh pemerintah pusat ke rekening masing-masing penerima. Penyalurnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Kndonesia (BNI).

”Semoga bisa dimanfaatkan dengan baik untuk pengembangan usaha,” kata Ra Latif yang juga menjabat ketua DPC PPP Bangkalan tersebut.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop UM) Bangkalan Iskandar Ahadiyat menyampaikan, ribuan pelaku UMKM yang mendapat bantuan terdiri dari pedagang kaki lima, perajin dan pelaku usaha mikro lainnya.

Baca Juga :  Raih Berkah Ramadan dengan Berbagi Takjil

”Bantuan diharapkan meringankan beban pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19. Penyaluran bantuan sudah terealisasi 90 persen,” tutur pria berkacamatan itu.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bangkalan Agus Zein menuturkan, pandemi Covid-19 berpengaruh besar terhadap sektor ekonomi. Karena itu, bantuan yang disalurkan bupati harus dimanfaatkan dengan baik agar bisa bermanfaat untuk pengembangan usaha.

”Setelah menerima bantuan berupa permodalan, pelaku UMKM diharapkan tetap bisa berproduksi di masa pandemi,” pungkasnya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/