alexametrics
29.1 C
Madura
Saturday, May 28, 2022

Lestarikan Tradisi Leluhur, Ini Yang Dilakukan Nelayan Bangkalan

BANGKALAN – Sebagian warga Madura melestarikan adat istiadat warisan leluhur. Salah satunya, larung laut atau petik laut. Ritual itu digelar sebagai salah satu ucapan rasa syukur atas nikmat yang diberi Tuhan Yang Maha Esa.

Seperti yang dilakukan warga Kampung Bandaran, Kelurahan Pangeranan. Acara Rokat Tasek (Bahasa Madura, Red) diawali dengan pembacaan doa dan tumpengan. Selain nelayan, hadir juga Bupati Abdul Latif Amin Imron.

Prosesi pemberangkatan tumpeng berukuran jumbo yang diangkut dengan perahu hias pun dilakukan. Ada 25 perahu yang ikut mengawal sampan pembawa tumpeng ‘raksasa’ tersebut ke tengah laut.

Menurut Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Bangkalan KH Imam Ghazali, larung laut digelar tidak hanya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Tapi, juga mempererat silaturahmi antar nelayan.

Baca Juga :  UTM Cetak Mahasiswa Kokoh Spiritual dan Mapan Intelektual

“Dengan adanya acara ini, semoga masyarakat nelayan dapat menjaga dan memelihara kelestarian laut dan lingkungan sekitar. Termasuk, ekosistem yang ada di dalamnya,” ucapnya.

Dijelaskan, acaralarung laut diikuti warga Kelurahan Pejagan dan Pangeranan. “Selain mengenalkan tradisi petik laut kepada generasi muda, acara ini diharapkan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan,” pungkasnya. (Chitrani Nurindraty)

BANGKALAN – Sebagian warga Madura melestarikan adat istiadat warisan leluhur. Salah satunya, larung laut atau petik laut. Ritual itu digelar sebagai salah satu ucapan rasa syukur atas nikmat yang diberi Tuhan Yang Maha Esa.

Seperti yang dilakukan warga Kampung Bandaran, Kelurahan Pangeranan. Acara Rokat Tasek (Bahasa Madura, Red) diawali dengan pembacaan doa dan tumpengan. Selain nelayan, hadir juga Bupati Abdul Latif Amin Imron.

Prosesi pemberangkatan tumpeng berukuran jumbo yang diangkut dengan perahu hias pun dilakukan. Ada 25 perahu yang ikut mengawal sampan pembawa tumpeng ‘raksasa’ tersebut ke tengah laut.


Menurut Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Bangkalan KH Imam Ghazali, larung laut digelar tidak hanya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Tapi, juga mempererat silaturahmi antar nelayan.

Baca Juga :  Nelayan Tak Tahu Kartu Kusuka

“Dengan adanya acara ini, semoga masyarakat nelayan dapat menjaga dan memelihara kelestarian laut dan lingkungan sekitar. Termasuk, ekosistem yang ada di dalamnya,” ucapnya.

Dijelaskan, acaralarung laut diikuti warga Kelurahan Pejagan dan Pangeranan. “Selain mengenalkan tradisi petik laut kepada generasi muda, acara ini diharapkan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan,” pungkasnya. (Chitrani Nurindraty)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/