alexametrics
21.2 C
Madura
Monday, June 27, 2022

623 Orang Kejar Ijazah Paket C, Peserta Berusia 55 Tahun

BANGKALAN – Ujian kejar paket C setara SMA tuntas kemarin (30/4). Pelaksanaannya dengan sistem ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Ada 623 peserta yang membutuhkan ijazah paket C tersebut.

Kasi Kurikulum Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdik Bangkalan Soelistijawati menerangkan, ada enam pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) dan enam pondok pesantren (ponpes) yang menyelenggarakan ujian paket C. Pelaksanaan ujian digelar sejak Sabtu (28/4) hingga Senin.

”Diselenggarakan dengan sistem UNBK. Sudah selesai. Ujiannya tiga hari,” terangnya.

Pelaksanaan ujian masih menumpang. Sebab jika mengadakan perangkat sendiri masih membutuhkan biaya besar. Untuk itu, memanfaatkan perangkat yang sudah tersedia di sejumlah sekolah.

”Nanti akan lanjut ujian paket B tanggal 4 sampai 6 Mei. Kami terus pantau pelaksanaannya,” kata perempuan yang akrab disapa Tia itu.

Baca Juga :  SMAN 2 Belum Siap Terapkan SMA Double Track

Sejumlah peserta ujian memang sudah tergolong dewasa. Bahkan, ada peserta yang sudah berumur 55 tahun. Hal itu karena tidak sempat mengikuti pendidikan formal sebelumnya.

”Namun, peserta masih tetap semangat untuk menuntaskan pendidikannya. Bahkan, ada yang membawa anaknya agar bisa tetap ikut ujian,” katanya.

Salah satu lembaga pendidikan yang juga dijadikan tempat pelaksanaan ujian paket C yaitu SMKN 1 Bangkalan. Kepala SMKN 1 Bangkalan Qurrotuainy menyampaikan, ada 122 peserta yang mengikuti ujian paket C di lembaganya.

”Kami bukan penyelenggara. Hanya menjadi tempat pelaksanaan. Nanti paket B juga di sini,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Hosyan Muhammad mengatakan, pemerintah harus memaksimalkan pelaksanaan ujian kejar paket. Sebab, banyak masyarakat yang membutuhkan legalitas tamatan pendidikan. Salah satunya untuk memenuhi syarat mendapatkan pekerjaan yang lebih layak.

Baca Juga :  Jadikan Akses Suramadu Pusat Ekonomi

”Banyak yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan bersekolah hingga tuntas. Jadi harus difasilitasi dengan baik,” desaknya. :

 

BANGKALAN – Ujian kejar paket C setara SMA tuntas kemarin (30/4). Pelaksanaannya dengan sistem ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Ada 623 peserta yang membutuhkan ijazah paket C tersebut.

Kasi Kurikulum Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdik Bangkalan Soelistijawati menerangkan, ada enam pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) dan enam pondok pesantren (ponpes) yang menyelenggarakan ujian paket C. Pelaksanaan ujian digelar sejak Sabtu (28/4) hingga Senin.

”Diselenggarakan dengan sistem UNBK. Sudah selesai. Ujiannya tiga hari,” terangnya.


Pelaksanaan ujian masih menumpang. Sebab jika mengadakan perangkat sendiri masih membutuhkan biaya besar. Untuk itu, memanfaatkan perangkat yang sudah tersedia di sejumlah sekolah.

”Nanti akan lanjut ujian paket B tanggal 4 sampai 6 Mei. Kami terus pantau pelaksanaannya,” kata perempuan yang akrab disapa Tia itu.

Baca Juga :  Pj Bupati Sampang Pimpin Upacara Perayaan Hardiknas

Sejumlah peserta ujian memang sudah tergolong dewasa. Bahkan, ada peserta yang sudah berumur 55 tahun. Hal itu karena tidak sempat mengikuti pendidikan formal sebelumnya.

”Namun, peserta masih tetap semangat untuk menuntaskan pendidikannya. Bahkan, ada yang membawa anaknya agar bisa tetap ikut ujian,” katanya.

Salah satu lembaga pendidikan yang juga dijadikan tempat pelaksanaan ujian paket C yaitu SMKN 1 Bangkalan. Kepala SMKN 1 Bangkalan Qurrotuainy menyampaikan, ada 122 peserta yang mengikuti ujian paket C di lembaganya.

”Kami bukan penyelenggara. Hanya menjadi tempat pelaksanaan. Nanti paket B juga di sini,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Hosyan Muhammad mengatakan, pemerintah harus memaksimalkan pelaksanaan ujian kejar paket. Sebab, banyak masyarakat yang membutuhkan legalitas tamatan pendidikan. Salah satunya untuk memenuhi syarat mendapatkan pekerjaan yang lebih layak.

Baca Juga :  Bupati Tak Teken, Dana Bebas Rp 81 Miliar Juga Tak Cair

”Banyak yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan bersekolah hingga tuntas. Jadi harus difasilitasi dengan baik,” desaknya. :

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/