alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Puluhan Sekolah Belum Mandiri

BANGKALAN – Sebentar lagi pelajar dari berbagai jenjang akan menghadapi ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Seperti jenjang SMA/SMK/MA serta SMP/MTs. Tahun 2019, jumlah penyelenggara UNBK mandiri jenjang SMP kian bertambah.

Data yang dihimpun RadarMadura.id, SMP penyelenggara UNBK mandiri 2018 di Bangkalan 109 lembaga. Sementara 110 lembaga menggabung. Tahun ini jumlah penyelenggara UNBK mandiri 135 lembaga dan 85 sekolah penggabung.

Pelaksanaan UNBK SMP 2019 akan digelar pada 22 April 2019. Tahun ini jumlah peserta ujian 15.655 siswa. Sejumlah persiapan menghadapi UNBK mulai dilakukan (lihat grafis). ”Tahun ini, untuk SMP negeri sudah UNBK semua. Kalau penggabung pasti ada setiap tahun karena keterbatasan sarana,” ungkap Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika kemarin (31/1).

Dia mengatakan, sekolah penggabung rata-rata dari sekolah swasta dan SMP terbuka. Sekolah-sekolah sudah dua kali melaksanakan simulasi UNBK. Sebelum penyelenggaraan ujian akan ada simulasi akhir sehingga siswa benar-benar siap menghadapi ujian.

Baca Juga :  Bantuan Keuangan Cair setelah APBD Perubahan

Simulasi tahap pertama dilakukan Desember 2018. Simulasi kedua diselenggarakan Senin (28/1). ”Simulasi akhir ini yang paling penting. Siswa dan sekolah penyelenggara harus benar-benar memastikan semua persiapan telah dilakukan,” kata Bambang.

Menurut dia, persiapan sarana dan bimbingan intensif pada siswa juga sudah dilakukan di sekolah masing-masing. Dia meminta peserta didik lebih rajin berlatih. Kemudian, meningkatkan semangat belajar.

”Sekolah kami harap mempersiapkan apa saja yang perlu ditambah serta persiapan-persiapan lainnya. Karena ini ujian akhir bagi siswa,” ucapnya.

Kepala SMPN 2 Bangkalan Edy Haryadi mengatakan, lembaganya juga sudah menggelar simulasi UNBK. Simulasi diperlukan untuk melihat kesiapan siswa sebelum menghadapi ujian nasional. Sejumlah persiapan sudah dilakukan. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya kendala.

Baca Juga :  78 Madrasah Belum Mandiri

”Kendala yang biasa dialami pada saat UNBK berlangsung biasanya listrik. Kemudian server,” ujarnya. Karena itu, dia berharap semua pihak bisa bersinergi untuk menyukseskan pelaksanaan UNBK 2019.

”Semoga tidak ada kendala. Hanya saja potensi kemungkinan adanya gangguan ini yang perlu diantisipasi. Kalau listrik, perlu ada genset sebagai antisipasi,” kata ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Bangkalan itu.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Thohir mengatakan, persiapan UNBK harus dilakukan secara matang. Dia meminta semua pihak bersinergi untuk menyukseskan pelaksanaan UNBK 2019. ”Hasil ujian ini cukup menentukan masa depan generasi kita ke depan. Jadi harus diupayakan sebaik-baiknya,” pungkas politikus Partai Demokrat itu.

BANGKALAN – Sebentar lagi pelajar dari berbagai jenjang akan menghadapi ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Seperti jenjang SMA/SMK/MA serta SMP/MTs. Tahun 2019, jumlah penyelenggara UNBK mandiri jenjang SMP kian bertambah.

Data yang dihimpun RadarMadura.id, SMP penyelenggara UNBK mandiri 2018 di Bangkalan 109 lembaga. Sementara 110 lembaga menggabung. Tahun ini jumlah penyelenggara UNBK mandiri 135 lembaga dan 85 sekolah penggabung.

Pelaksanaan UNBK SMP 2019 akan digelar pada 22 April 2019. Tahun ini jumlah peserta ujian 15.655 siswa. Sejumlah persiapan menghadapi UNBK mulai dilakukan (lihat grafis). ”Tahun ini, untuk SMP negeri sudah UNBK semua. Kalau penggabung pasti ada setiap tahun karena keterbatasan sarana,” ungkap Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika kemarin (31/1).


Dia mengatakan, sekolah penggabung rata-rata dari sekolah swasta dan SMP terbuka. Sekolah-sekolah sudah dua kali melaksanakan simulasi UNBK. Sebelum penyelenggaraan ujian akan ada simulasi akhir sehingga siswa benar-benar siap menghadapi ujian.

Baca Juga :  Nilai UNBK Tak Pengaruhi Kelulusan

Simulasi tahap pertama dilakukan Desember 2018. Simulasi kedua diselenggarakan Senin (28/1). ”Simulasi akhir ini yang paling penting. Siswa dan sekolah penyelenggara harus benar-benar memastikan semua persiapan telah dilakukan,” kata Bambang.

Menurut dia, persiapan sarana dan bimbingan intensif pada siswa juga sudah dilakukan di sekolah masing-masing. Dia meminta peserta didik lebih rajin berlatih. Kemudian, meningkatkan semangat belajar.

”Sekolah kami harap mempersiapkan apa saja yang perlu ditambah serta persiapan-persiapan lainnya. Karena ini ujian akhir bagi siswa,” ucapnya.

Kepala SMPN 2 Bangkalan Edy Haryadi mengatakan, lembaganya juga sudah menggelar simulasi UNBK. Simulasi diperlukan untuk melihat kesiapan siswa sebelum menghadapi ujian nasional. Sejumlah persiapan sudah dilakukan. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya kendala.

Baca Juga :  Bantuan Keuangan Cair setelah APBD Perubahan

”Kendala yang biasa dialami pada saat UNBK berlangsung biasanya listrik. Kemudian server,” ujarnya. Karena itu, dia berharap semua pihak bisa bersinergi untuk menyukseskan pelaksanaan UNBK 2019.

”Semoga tidak ada kendala. Hanya saja potensi kemungkinan adanya gangguan ini yang perlu diantisipasi. Kalau listrik, perlu ada genset sebagai antisipasi,” kata ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Bangkalan itu.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Thohir mengatakan, persiapan UNBK harus dilakukan secara matang. Dia meminta semua pihak bersinergi untuk menyukseskan pelaksanaan UNBK 2019. ”Hasil ujian ini cukup menentukan masa depan generasi kita ke depan. Jadi harus diupayakan sebaik-baiknya,” pungkas politikus Partai Demokrat itu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/