alexametrics
21.9 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Suramadu Macet, Beralih ke Pelabuhan Kamal

BANGKALAN – Kemacetan lalu lintas di depan gerbang tol Suramadu sisi Madura membuat aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Kamal, Bangkalan, ramai. Kendaraan yang ingin menggunakan jasa angkutan sungai danau dan penyeberangan (ASDP) itu membeludak. Bahkan, terjadi antrean sejak Sabtu (30/12).

Kepala Supervisor ASDP Cabang Surabaya Agusman mengungkapkan, aktivitas kendaraan yang menggunakan jasa penyeberangan sudah kembali normal. Meningkatnya kendaraan dan penumpang kapal karena banyak pengendara yang tidak ingin terjebak macet di gerbang tol Suramadu menuju Surabaya.

”Hari ini tidak terlalu ramai. Sabtu yang ramai. Malah sampai antre, karena di Suramadu macet,” ungkapnya Minggu (31/12).

Jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai ratusan unit. Perinciannya, 210 roda dua dan 250 roda empat. Penumpang yang berjalan kaki diperkirakan mencapai 200 orang.

Baca Juga :  Gelar Upacara di Uzlah Syaikhona Kholil

”Itu mengacu pada penjualan tiket. Karena Suramadu macet, ditambah banyak masyarakat yang mau liburan akhir tahun, volume kendaraan di Pelabuhan Kamal meningkat,” paparnya.

Agusman menambahkan, pihaknya tetap mengoperasikan tiga armada kapal penyeberangan. Yaitu, KMP Jokotole, KMP Gajah Mada, dan KMP Tongkol. Hanya, aktivitas kendaraan dan penumpang kemarin sudah kembali seperti biasa. ”Dari pagi sampai siang, kapal tidak ada yang penuh,” ungkapnya.

Pada pergantian tahun ini, aktivitas kendaraan dan penumpang diperkirakan tidak akan membeludak. Namun, pihaknya tetap akan melayani sebagaimana mestinya. ”Kemungkinan bisa bertambah. Mudah-mudahan bisa ramai lagi yang menggunakan jasa penyeberangan,” harapnya.

Sulaiman, 24, penumpang kapal asal Surabaya menyampaikan, dirinya sering menggunakan jasa penyeberangan karena beraktivitas di daerah Kamal Bangkalan. Pemandangan berbeda terlihat Sabtu. Kendaraan yang hendak ikut kapal antre.

Baca Juga :  Akan Dibangun Waduk di Blega

”Kendaraan antre sampai pintu gerbang jalan raya. Biasanya tidak ramai. Bagus kalau jasa penyeberangan bisa ramai lagi,” tuturnya.

BANGKALAN – Kemacetan lalu lintas di depan gerbang tol Suramadu sisi Madura membuat aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Kamal, Bangkalan, ramai. Kendaraan yang ingin menggunakan jasa angkutan sungai danau dan penyeberangan (ASDP) itu membeludak. Bahkan, terjadi antrean sejak Sabtu (30/12).

Kepala Supervisor ASDP Cabang Surabaya Agusman mengungkapkan, aktivitas kendaraan yang menggunakan jasa penyeberangan sudah kembali normal. Meningkatnya kendaraan dan penumpang kapal karena banyak pengendara yang tidak ingin terjebak macet di gerbang tol Suramadu menuju Surabaya.

”Hari ini tidak terlalu ramai. Sabtu yang ramai. Malah sampai antre, karena di Suramadu macet,” ungkapnya Minggu (31/12).


Jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai ratusan unit. Perinciannya, 210 roda dua dan 250 roda empat. Penumpang yang berjalan kaki diperkirakan mencapai 200 orang.

Baca Juga :  Rayakan HUT Bangkalan, Warga Gelar Jalan Sehat

”Itu mengacu pada penjualan tiket. Karena Suramadu macet, ditambah banyak masyarakat yang mau liburan akhir tahun, volume kendaraan di Pelabuhan Kamal meningkat,” paparnya.

Agusman menambahkan, pihaknya tetap mengoperasikan tiga armada kapal penyeberangan. Yaitu, KMP Jokotole, KMP Gajah Mada, dan KMP Tongkol. Hanya, aktivitas kendaraan dan penumpang kemarin sudah kembali seperti biasa. ”Dari pagi sampai siang, kapal tidak ada yang penuh,” ungkapnya.

Pada pergantian tahun ini, aktivitas kendaraan dan penumpang diperkirakan tidak akan membeludak. Namun, pihaknya tetap akan melayani sebagaimana mestinya. ”Kemungkinan bisa bertambah. Mudah-mudahan bisa ramai lagi yang menggunakan jasa penyeberangan,” harapnya.

Sulaiman, 24, penumpang kapal asal Surabaya menyampaikan, dirinya sering menggunakan jasa penyeberangan karena beraktivitas di daerah Kamal Bangkalan. Pemandangan berbeda terlihat Sabtu. Kendaraan yang hendak ikut kapal antre.

Baca Juga :  Dewan Rebutan Mitra Kerja

”Kendaraan antre sampai pintu gerbang jalan raya. Biasanya tidak ramai. Bagus kalau jasa penyeberangan bisa ramai lagi,” tuturnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/