SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Sumenep memiliki program pengadaan buku.
Namun, hingga akhir triwulan kedua pengadaan buku belum direalisasikan. Disperpusip Sumenep beralasan ada perubahan buku yang akan dibeli.
Kepala Disperpusip Sumenep Rudi Yuyianto menjelaskan, pengadaan buku dilakukan untuk menambah koleksi bahan bacaan di perpustakaan daerah (perpusda).
Namun, realisasi pengadaan buku masih menunggu perubahan anggaran. ”Pengadaan buku insyaallah dilaksanakan pada triwulan keempat,” jelasnya Rabu (19/6).
Rudi beralasan, pengadaan terlambat karena ada perubahan buku yang akan dibelanjakan.
Yakni, disesuaikan dengan kebutuhan. ”Masih menunggu rekap judul buku yang akan dibeli,” terangnya.
Paket pengadaan buku terbagi menjadi dua. Yakni, belanja modal buku umum dengan anggaran Rp 201.588.000. Sedangkan belanja buku budaya etnis Nusantara Rp 100.138.000.
Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Akis Jazuli mendesak pengadaan buku segera direalisasikan agar kebutuhan bahan bacaan cepat terpenuhi. Terutama bagi mahasiswa dan pelajar.
Disperpusip harus lebih maksimal mengelola dan mengembangkan perpustakaan.
Salah satunya dengan memperbarui buku-buku di perpusda. Dengan begitu, minat baca di Kota Keris semakin meningkat.
”Perpustakaan itu adalah pusatnya ilmu pengetahuan. Disperpusip juga harus melakukan berbagai inovasi agar minat baca masyarakat semakin meningkat,” tegasnya. (c1/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia