SUMENEP, RadarMadura.id – Jarak Kampung Pasir dari Kota Sumenep sekitar 27–28 kilometer. Kampung ini masuk wilayah Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang. Rasa capek dan lelah dalam perjalanan akan terbayar setelah tiba di lokasi.
Mayoritas masyarakat melestarikan gaya hidup sehat dengan tidur di atas hamparan pasir putih. Upaya itu tetap dilakukan bukan hanya dari masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah. Warga dengan taraf ekonomi menengah ke atas pun masih tetap tidur dan bersantai di atas pasir.
Nyaris tiap rumah di desa tersebut terdapat pasir yang biasa dijadikan tempat santai, tempat berinteraksi dengan keluarga. Bahkan, pasir di dalam rumah dijadikan tempat tidur. Pada musim libur sekolah, anak-anak biasa bermain dan bersantai di hamparan pasir putih halaman rumah warga.
Menurut Mahmud, 54, pasir di kamar dan halaman warga bukan pasir sembarangan. Pasir itu diambil dari Pantai Lombang dan sudah diayak dengan alat penyaring. Karena itu, pasir di desa ini sangat halus dan lembut. Warnanya pun putih kecokelatan dan tidak berbau.
”Rumah semewah apa pun, kasur pasir ini tetap kami lestarikan,” jelasnya Minggu (17/12).
Bagi warga, pasir ini dipercaya memiliki efek relaksasi dan juga dapat menyembuhkan penyakit. Di antaranya, gatal-gatal, keluhan nyeri punggung, hingga menyembuhkan rematik.
Apabila musim kemarau atau cuaca cukup panas, pasir ini terasa sejuk dan nyaman. Sebaliknya, saat musim hujan, pasir bisa terasa hangat bagi tubuh.
”Kalau musim panas, pasir ini menyejukkan, kalau musim hujan menghangatkan” lanjut Mahmud.
Kampung Pasir ini berpotensi untuk dikembangkan jadi jujukan wisata. Bisa jadi satu paket perjalanan dengan Pantai Lombang dan Pantai Badur di Kecamatan Batuputih. Kampung Pasir ini bisa dijadikan tempat singgah bagi wisatawan.
Asy’ari, pemuda setempat menambahkan, Kampung Pasir bisa dijadikan jujukan wisata dengan berbagai inovasi. Misalnya, didesain seperti kampung unik di Kyushu, Jepang. ”Biar wisatawan bisa terapi kesehatan, kecantikan, dan sebagainya seperti di Jepang,” kata pemuda 36 tahun itu.
Dia mengungkapkan, warga sekitar sudah membuktikan khasiat kasur pasir itu. Sejak dulu dijadikan terapi kesehatan seperti penyakit gatal-gatal, nyeri punggung, dan lain sebagainya. ”Masyarakat luas bisa mencobanya, ya tidak bisa sehari atau beberapa jam saja, tapi terapi beberapa kali,” ujarnya.
Selain Kampung Pasir, wisatawan bisa berkunjung ke Pantai Air Tawar di Desa Legung Barat. Meski berada di pantai, air di tempat itu tidak asin atau payau. Air tawar di pantai ini dipercaya mampu mengobati berbagai penyakit dalam.
”Bibir pantai yang airnya tawar bisa menyembuhkan beberapa penyakit,” tandasnya. Anda penasaran? Silakan berkunjung dan selamat mencoba. Konsultasikan segala macam penyakit kepada ahlinya. (via/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti